Review

Memahami Jenis-jenis Campaign pada Google AdWords

[Ilustrasi: reportgarden.com]
Google AdWords hingga kini masih dipilih sebagai salah satu marketing channel paling favorit di dalam dunia digital marketing. Semua industri baik dalam skala besar maupun kecil kini banyak memakai AdWords untuk tujuan-tujuan bisnis mereka. Dari mulai branding, mengakuisisi user, hingga mendapat revenue, semua bisa dilakukan melalui AdWords.

Semua proses eksekusi di Google AdWords sebenarnya bermula pada campaign yang dijalankan. Campaign memegang peranan paling vital dalam proses digital marketing di AdWords. Ada beberapa jenis campaign yang bisa dipilih berdasarkan pada tujuan masing-masing bisnis. Misalnya saja jika ingin menggiring audiens untuk masuk ke halaman sebuah website, advertiser bisa memilih Search Network campaign.

Ketika advertiser membuat campaign setting, selanjutnya mereka akan diminta untuk menentukan campaign type dan juga campaign subtype. Campaign type akan menentukan di mana sebuah iklan muncul pada customernya. Tipe-tipe ini meliputi: (1) Search Network with Display Select, (2) Search Network Only, (3) Display Network Only, (4) Shopping, (5) Video, dan (6) Universal App.

Baca Juga:  Google Resmi Umumkan “Oreo”, Generasi OS Android Terbaru

Search Network Campaign

Di antara sekian banyak campaign type yang ada di AdWords, Search Network sepertinya masih memiliki popularitas paling tinggi. Google Search Network memungkinkan sebuah iklan muncul di halaman pencarian Google dan juga website pencarian lainnya dengan keyword yang relevan dengan iklan.

Di Google Search Engine, sebuah iklan akan muncul di antara hasil pencarian organic dengan tanda ‘Ad’ yang berarti advertising. Selain itu, iklan juga bisa muncul di beberapa produk Google lainnya seperti Google Play, Google Shopping, dan juga Google Maps. Selain muncul di Google Search Engine, iklan bisa juga muncul di website-website yang terhubung dengan Google Search Partner.


Google Search Network dipilih sebagai salah satu tipe campaign yang paling favorit karena mampu mengakomodir semua jenis dan tujuan bisnis melalui pilihan tipe-tipe ads yang ada di dalamnya. Selain itu, tipe campaign ini juga memiliki ad extensions yang membuat sebuah iklan mampu menampilkan informasi yang lengkap seperti lokasi atau review dari para customer. Sebagai contoh, jika sebuah perusahaan jasa beriklan di AdWords dan menginginkan audiens untuk menghubungi melalui telepon untuk memesan jasanya, Google Search Network menyediakan pilihan Call-only Ads. Selain Call-only Ads, ada pula Text ads, Dynamic Search Ads, Shopping serta Image/Video Ads.

Baca Juga:  6 Produk Unik dari Google yang Jarang Diketahui Orang

Display Network Campaign

Google Display Network memungkinkan advertiser untuk terhubung dengan customer melalui bermacam platform digital, seperti YouTube, blog, atau bahkan Gmail. Jaringan ini tersebar melalui jutaan website di seluruh dunia dan mampu meraih hingga 90% internet user di seluruh dunia. Display Network sedikit berbeda dengan Search Network. Search ditujukan kepada customer yang mencari suatu produk. Sementara, Display sifatnya lebih kepada atensi customer terhadap suatu produk sebelum ia membelinya.

Untuk mendapatkan customer yang paling sesuai dengan target marketing, Display Network memiliki berbagai opsi yang bisa digunakan oleh advertiser. Misalnya, untuk meraih customer berdasarkan topik tertentu atau keyword tertentu, advertiser dapat menggunakan opsi contextual targeting. Jika advertiser ingin menempatkan iklan sesuai dengan tempat yang diinginkan, advertiser dapat memiliki manual placements. Yang ketiga, advertiser juga bisa menggunakan remarketing untuk meraih customer yang telah sebelumnya menggunakan atau tertarik dengan sebuah iklan.

Gunakan variasi iklan

Tak hanya variasi dalam hal memilih campaign type, agar hasil yang didapat terus maksimal, gunakan juga variasi dalam iklan yang dijalankan. Misalnya, untuk Search Network, Anda bisa menggunakan variasi text ads maupun call-only ads. Sementara, untuk Display Network yang notabene lebih kaya akan variasi konten, Anda dapat menggunakan berbagai jenis. Mulai dari teks, gambar, video, animasi, atau rich content media lainnya. Tujuannya adalah untuk memberikan variasi kepada user agar mereka tidak merasa bosan.

Baca Juga:  Peto, Aplikasi Cari Jodoh untuk Hewan Peliharaan