Opinion

Memahami Tren di Dunia Content Marketing Tahun 2017

[Foto: pixabay.com]
Menyambut tahun baru 2017 ada dua hal dasar yang harus dipahami dalam dunia digital marketing, khususnya content marketing. Pertama, content marketing akan menjadi satu elemen penting dalam dunia marketing karena hal tersebut merupakan core dari semua channel marketing. Kedua, pembuatan konten dan distribusi konten akan benar-benar berubah.

Content marketing memang menjadi satu bagian dari digital marketing yang paling unik. Sebab hampir semua bentuk digital marketing bermula dari konten. Jika kita akrab dengan email marketing, social media marketing, hingga PPC (pay per click) marketing, seluruh proses kreatif yang melingkupi pesan kepada customer bisa dikatakan sebagai bagian atau lebih tepatnya turunan dari content marketing. Terlepas dari bagaimana kita memaknai content marketing secara keseluruhan, ada baiknya sebagai digital marketer, Anda mulai mengamati apa saja yang akan menjadi tren dalam keseluruhan content marketing di tahun 2017.

Remarketing akan menjadi “mesin” dari lead generation

Remarketing merupakan satu konsep dalam digital marketing dimana proses marketing ditargetkan kepada audiens yang potensial untuk mencapai konversi. Biasanya mesin akan mendeteksi audiens berdasarkan cookies perihal web apa saja yang pernah mereka kunjungi atau iklan apa yang sering ia lihat. Dalam remarketing, impression barangkali bukan hal yang menjadi tujuan utama sebuah iklan, begitu pula CTR. Audiens yang diraih pun lebih sedikit. Namun, jumlah yang sedikit ini memiliki kemungkinan untuk mencapai konversi lebih banyak. Di tahun 2017, remarketing diprediksi akan menjadi “mesin” dari lead generation karena banyak marketer yang lebih menargetkan audiens yang potensial ketimbang menggaet customer-customer baru.

Baca Juga:  4 Alasan iPhone X Tak Layak Beli

Memanfaatkan tren dengan tepat


Sudah menjadi kewajiban bagi seorang marketer untuk selalu aware dengan apa yang terjadi di tengah masyarakat. Tak hanya aware, marketer juga dituntut untuk mampu mengolah hal tersebut menjadi sesuatu yang membawa profit bagi sebuah profit. Dalam hal menyikapi tren remarketing ini, ada baiknya marketer juga harus bergerak cepat untuk menangkap momen.

Membuat remarketing campaign bukanlah hal yang sulit dan asing bagi seorang digital marketer. Tentu saja hal ini berlaku apabila mereka telah melakukan campaign sebelumnya. Data yang didapat dari proses campaign sebelumnya inilah yang nantinya akan digunakan untuk proses remarketing. Misalnya saja, marketer memiliki data list email calon customer yang telah mengklik sebuah penawaran namun tidak jadi melakukan transaksi. Cara lain adalah dengan menggunakan berbagai platform digital advertising yang populer dipakai di dunia digital marketing, misalnya saja Google Ad Remarketing, Facebook Remarketing, dan AdRoll.

Google Ad Remarketing merupakan salah satu bagian dari produk paling terkenal Google, yakni Google AdWords. Yang perlu dilakukan oleh marketer adalah menambahkan remarketing target dalam campaign yang dibuat. Sementara, Facebook Remarketing merupakan bagian dari Facebook Ads. Secara cara kerja, keduanya, baik Google Ad Remarketing maupun Facebook Remarketing hampir sama. Bedanya anya pada Facebook, Anda hanya dimungkinkan untuk melakukan retarget berdasarkan pada customer list, website traffic, app activity dan engagement dalam Facebook. Sementara, AdRoll merupakan salah satu tool untuk remarketing yang paling populer dipakai baik dalam channel Facebook, Google, bahkan Yahoo dan Microsoft.

Baca Juga:  5 Daftar Startup Unik untuk Pencari Kerja di Indonesia

Content akan mengadaptasi bahasa pencarian yang natural

Tahun 2017 diprediksi akan mengubah banyak hal dalam content marketing, terutama dari segi pembuatan konten. Hal ini dikarenakan munculnya tren virtual personal assistant yang semakin banyak digunakan oleh user. Alih-alih mengetik untuk mencari sesuatu di search engine, orang kini lebih suka mengucapkan perintah dalam bentuk suara atau voice search. Oleh karena itu, kini penciptaan konten harus disesuaikan dengan bahasa alami yang digunakan oleh manusia. Keyword nantinya akan semakin beragam dan variatif, tidak hanya mengandung satu atau dua unsur kata.

Tren ini bisa disikapi dengan beberapa cara. Di antaranya adalah dengan membuat konten yang komprehensif. Komprehensif di sini di antaranya adalah dengan menuliskan secara lengkap apa saja problem yang dihadapi oleh customer berikut solusinya. Selain itu, penggunaan frasa yang spesifik untuk judul juga penting untuk membuat headline menjadi lebih jelas dan menonjol. Untuk menarget ke keyword tertentu, kini content writer harus rajin melakukan riset. Tujuannya adalah mengetahui keyword yang banyak dicari oleh user secara spesifik (long tail keyword).

Baca Juga:  Facebook Tengah Uji Coba Fitur Ads Pada Aplikasi Messenger