Opinion

Membangun Tim Sales dan Marketing yang Sinergis

[Foto: pixabay.com]
Membangun satu tim yang solid menjadi suatu tantangan tersendiri bagi sebuah startup. Entah membentuk tim secara umum, atau tim-tim kecil dengan job desc yang lebih spesifik seperti tim engineering, tim marketing, tim designer, tim sales, dan lain-lain. Dalam sebuah startup, kolaborasi menjadi satu hal yang wajib untuk dilakukan. Tanpa berkolaborasi, kerja-kerja di startup akan terasa sangat berat karena belum ada struktur yang mapan dan job desc yang khusus untuk tiap-tiap orang. Tak terkecuali bagi sales person dan marketing person.

Sales dan marketing team menjadi satu ujung tombak dalam sebuah startup. Idealnya sales dan marketing dibedakan menjadi dua ranah yang berbeda. Marketing fokus pada intelligence dan strategic planning, sementara sales umumnya fokus pada eksekusi dan kegiatan di lapangan. Sales dan marketing menjadi nyawa dari sebuah startup karena tanpa keduanya produk tidak akan diterima pasar. Ibaratnya, sebuah produk dibuat dengan sangat bagus, namun tidak bisa dijual atau tidak tahu bagaimana memasarkannya, maka produk tersebut akan sia-sia.

Baca Juga:  Tips Marketing Usaha Kuliner di Instagram

Membentuk kultur dalam tim

Sales dan marketing team dibentuk dari unsur-unsur manusia yang menjadi titik kunci dari keberhasilan tim. Oleh karena itu, penting sekali untuk memperhatikan bagaimana merekrut orang dan juga memanage ketika orang tersebut sudah bergabung ke dalam tim. Kultur dalam tim menjadi satu hal yang tidak bisa dipisahkan dan menjadi penentu dari keberhasilan sebuah tim.


Membentuk suatu tim sales dan marketing yang solid tidak bisa dilakukan dalam waktu semalam. Semua orang barangkali mengamini hal ini. Oleh karena itu, diperlukan proses sehingga cara kerja dalam tim mencapai suatu kultur tertentu. Entah ingin membentuk tim yang super serius dalam bekerja atau sebaliknya menciptakan iklim santai dalam menyelesaikan tugas, itu semua tergantung dari masing-masing orang yang menjadi unsur dari tim. Bagaimanapun, kultur dalam tim harus lebih dulu tercipta sehingga kolaborasi menjadi lebih menyenangkan dan efektif.

Sharing is caring

Ungkapan sharing is caring mungkin juga menjadi satu kunci penting dari pembentukan tim sales dan marketing yang kohesif. Bagi Anda yang bekerja di startup, komunikasi menjadi satu hal yang sangat penting, terlebih bagi orang sales dan marketing dan pekerjaannya tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Segala informasi yang berkaitan dengan startup dan relevan dengan job masing-masing pihak harus dibagikan agar informasi tersebar ke semua pihak. Tanpa adanya kepedulian untuk berbagi informasi di antara tim, kohesivitas akan sulit sekali tercapai. Jika tim kurang kohesif, maka kerja-kerja pun akan sangat tersendat, terutama di masalah komunikasi masing-masing pihak, baik orang sales maupun orang marketing.

Baca Juga:  6 Tools Digital yang Dapat Membantu Kerja Remote

Kepedulian untuk berbagi informasi ini tentu saja akhirnya tidak sebatas pada masalah komunikasi. Lebih dari itu, bagi kedua belah pihak, mereka juga harus sama-sama rajin untuk berbagi sumber belajar, file presentasi, dan hal-hal lain yang berhubungan dengan personal development dari masing-masing orang dalam sebuah tim.

Bekerja sama dan saling mendengarkan

Tak hanya perlu memiliki kemampuan dalam bernegosiasi serta insting yang handal menangkap sebuah insight, tim sales dan marketing juga harus memiliki satu kemampuan lain, yakni mendengarkan customer. Mendengarkan customer memiliki fungsi untuk memahami apa yang benar-benar customer inginkan. Tujuannya adalah agar startup mampu menghadirkan produk yang benar-benar sesuai keinginan customer sehingga mudah diterima oleh pasar.

Kemampuan mendengarkan ini rupanya tak hanya dibutuhkan dalam interaksi tim sales dan marketing dengan customer. Lebih utama, kemampuan ini justru diperlukan di dalam internal tim itu sendiri. Seperti yang telah dijelaskan di awal, tim sales dan marketing umumnya dibedakan secara garis-garis kerja, namun dalam praktiknya, mereka memerlukan kolaborasi yang tidak sedikit. Oleh karena itu kemampuan untuk mendengarkan orang lain, khususnya dalam sebuah tim, menjadi sesuatu yang teramat penting. Tanpa bisa saling mendengarkan, tim akan sulit untuk bekerja sama.

Baca Juga:  Permasalahan Marketing Paling Umum yang Dialami Startup