Review

Mengenal Automated Bidding pada Google AdWords

[Foto: pixabay.com]
Salah satu kemudahan yang ditawarkan oleh Google AdWords sebagai salah satu tool paling populer untuk digital marketing adalah efektivitas di bidang pembiayaan, di mana user diberi kesempatan untuk membayar hanya apabila tujuan campaignnya tercapai. Model pembayaran dalam AdWords ini dikenal dengan istilah bidding. Secara umum, ada dua jenis bidding dalam tool AdWords, yakni automated dan manual.

Sesuai namanya, automated berarti bidding dilakukan secara otomatis oleh tools. Sebagai user, advertiser hanya perlu menentukan berapa jumlah budget yang diinginkan setiap harinya. Kemudian, Google akan mengoptimisasi sendiri sesuai dengan pengaturan yang telah kita lakukan. Sementara, manual bidding artinya advertiser harus melakukan bidding sendiri secara manual pada setiap keyword yang digunakan untuk campaign.

Jika Anda adalah seorang digital marketer yang profesional, manual bidding barangkali adalah opsi terbaik yang bisa Anda pilih. Hal itu dikarenakan Anda bisa dengan bebas mengoptimisasi setiap keyword dan campaign secara keseluruhan dengan pengaturan-pengaturan yang Anda tetapkan sendiri. Misalnya saja, Anda bisa menyetting keyword tertentu dengan bid yang lebih tinggi, sementara keywords lainnya diatur dengan bid lebih rendah. Anda bisa juga mengubah bid tersebut ketika sudah mencapai suatu metrics tertentu. Katakanlah, jika suatu keyword berhasil convert, maka bidnya akan ditinggikan. Sebaliknya, Anda bisa menurunkan bid yang performanya tidak terlalu bagus.

Baca Juga:  Hologram Ini Bisa Disentuh oleh Tangan Manusia

Jika Anda menguasai tool AdWords secara utuh, barangkali opsi itu bisa Anda ambil. Namun, ceritanya akan sedikit lain apabila Anda termasuk kategori newbie atau masih belum profesional menggunakan tool AdWords. Anda bisa memilih automated bidding pada campaign Anda. Cara ini bisa Anda lakukan untuk menghemat waktu, karena Anda tidak dituntut untuk memaintain campaign tersebut setiap hari.


Tipe-tipe automated bid strategy

Meskipun bidding dilakukan secara otomatis oleh Google, sebagai advertiser, Anda masih diberi kesempatan untuk memilih jenis bidding apa yang Anda inginkan dalam campaign. Tipe-tipe bid strategy ini berbeda-beda tergantung pada tujuan campaign Anda.

  1. Maximize clicks. Tipe ini memungkinkan Anda secara otomatis mengoptimalkan budget untuk tujuan click yang maksimal. Tipe ini biasanya digunakan untuk tujuan campaign meningkatkan traffic pada sebuah website.
  2. Target search page location. Tipe ini memungkinkan advertiser untuk mengoptimalkan budget untuk tujuan mendapatkan iklan pada halaman pertama dalam search engine. Tipe bidding ini hanya ada pada Search Network dan tidak bisa digunakan dalam Display Network.
  3. Target outranking share. Dengan tipe bidding ini, Anda bisa memilih domain tertentu untuk tampil lebih unggul dibandingkan dengan domain lainnya. Sehingga visibility iklan Anda akan lebih maksimal dibandingkan dengan domain lain di search engine.
  4. Target CPA. Target cost-per-acquisition (CPA) merupakan salah satu tipe bidding yang bisa Anda pakai jika target campaign Anda adalah memperoleh conversion dari audiens. Model bid strategy ini bekerja dengan mengoptimalkan budget yang telah Anda atur untuk meraih conversion semaksimal mungkin. Cara kerjanya hampir mirip dengan maximize clicks, hanya saja berbeda objective yakni pada conversions dan clicks.
  5. Target ROAS. Tipe ini paling bagus digunakan jika Anda fokus pada ROAS (Return on Ad Spends). Misalnya saja Anda melakukan campaign untuk e-commerce dengan produk tertentu. Anda bisa menggunakan tipe bid strategy ini jika Anda memberikan value yang berbeda untuk tiap-tiap ad. Misalnya saja iklan untuk produk shampo jelaskan akan berbeda ROAS-nya dengan iklan untuk produk elektronik.
  6. Enhanced cost-per-click (ECPC). Yang unik dari tipe ini adalah kolaborasinya antara automated bidding dengan manual bidding. ECPC memungkinkan sebuah automasi untuk manual bidding yang Anda gunakan dalam campaign untuk tujuan meningkatkan click pada campaign. Secara umum, sebenarnya hampir sama dengan maximize clicks, hanya saja ECPC ini digunakan untuk manual bidding.
Baca Juga:  Apa yang Dibutuhkan Seorang Digital Advertiser Expert?