Opinion

Mengenal Content Marketing di Industri Digital

[Foto: pixabay.com]
Content marketing merupakan salah satu metode dalam digital marketing yang paling populer digunakan di seluruh dunia. Content marketing merujuk pada suatu istilah yang menjelaskan sebuah strategi dalam marketing dan proses bisnis yang berfokus pada pembuatan serta pendistribusian konten yang bernilai, relevan, serta konsisten untuk menarik dan menjaga audiens yang ditarget dengan harapan dapat dikonversi menjadi sesuatu yang bernilai dan memberikan profit pada bisnis. Meski metode ini bisa dikatakan lawas dan bahkan mulai populer sejak sepuluh tahun lalu, tetapi hingga kini cara ini masih relevan untuk digunakan.

Jika kita menilik sejarah bahwa content marketing bukanlah sesuatu yang baru-baru ini muncul ketika teknologi digital mulai berkembang. Jauh sebelumnya, ribuan tahun lalu, manusia-manusia mulai membuat tulisan dan tanda di gua yang menjelaskan bagaimana cara melindungi diri dari binatang buas. Konsep yang sama dengan yang kita pakai hingga saat ini, yakni membuat konten yang memiliki value untuk suatu tujuan tertentu. Hanya saja seiring dengan berkembangnya teknologi, content marketing ini semakin variatif.

Baca Juga:  Siapkah Kita dengan Lahirnya 1000 Startup Digital di Indonesia?

Bermula dari konten

Apakah Anda menggunakan media sosial untuk sarana promosi? Apakah Anda beriklan untuk meningkatkan brand awareness produk Anda? Atau Anda sudah menggunakan video marketing untuk meraih customer Anda dari generasi millennial? Jika Anda sudah melakukan hal-hal tersebut, berarti Anda telah melakukan praktik content marketing.


Pada dasarnya, konten merupakan hal dasar yang digunakan para digital marketer untuk menyampaikan produknya. Entah konten itu berupa postingan Twitter atau Facebook atau berupa story board untuk video campaign. Tanpa konten, Anda tidak akan bisa menyampaikan pesan kepada audiens yang Anda tuju.

Perbedaan paling mendasar dari konten yang diciptakan oleh semua orang di internet dan para digital marketer adalah pada tujuan. Seorang blogger barangkali setiap hari membuat konten untuk blognya untuk tujuan menghibur fans atau sekadar menceritakan pengalamannya jalan-jalan ke luar negeri. Ia tidak memiliki target bisnis yang spesifik. Berbeda dengan digital marketer. Seorang digital marketer memiliki keharusan untuk menciptakan sebuah konten yang bisa dikonversi menjadi sesuatu yang mendatangkan profit, entah berupa penjualan, install aplikasi atau tujuan lainnya.

Baca Juga:  5 Strategi Growth Hacking Social Media untuk Startup

Konten yang diciptakan oleh digital marketer harus menarik orang-orang yang dituju melakukan sesuatu yang diinginkan dan menguntungkan bisnis. Paling tidak, melalui konten tersebut, mereka terjaga untuk tetap menjadi customer dan selalu dekat dengan produk atau bisnis yang dijalankan.

Membuat konten yang ideal

Baik perusahaan dengan model B2B maupun B2C sama-sama sepakat bahwa konten adalah sesuatu yang diperlukan. Jika Anda menilik email setiap hari, di antara satu atau dua email, pastilah ada email penawaran atau promosi produk. Itu adalah salah satu contoh content marketing yang paling banyak dipakai saat ini. Jika Anda meluangkan lagi waktu lebih banyak, Anda akan menemukan sebuah pola dari email-email yang Anda terima. Ya, bisa dipastikan satu sama lain dari email tersebut saling berhubungan. Sebab memang email itu didesain untuk satu tujuan jangka panjang.

Content marketing yang ideal tidak serta merta berisi cerita absurd yang dilempar sembarangan kepada audiens. Proses ini memerlukan waktu lama, terutama dalam hal penggarapan konsep. Membuat long-term planning adalah salah satu cara ideal untuk membuat konten yang valuable dan konsisten. Dengan demikian, diharapkan audiens akan menerima informasi relevan dan sistematis. Lagi-lagi tujuannya tak lain adalah agar mereka tertarik dan “terjaga” untuk tetap dekat dengan bisnis dan produk yang sedang Anda kembangkan.