Tips & Guide

Mengenal Quality Score dalam Iklan AdWords

[Foto: pexels.com]
[Foto: pexels.com]
Dalam dunia digital marketing, keberadaan iklan digital, khususnya AdWords, menjadi hal yang tidak dapat dipisahkan. Hal itu dikarenakan melalui AdWords kita dapat memiliki peluang untuk menjangkau customer yang paling sesuai untuk produk yang kita tawarkan. Ketika beriklan di AdWords, kita memiliki kontrol untuk menampilkan iklan hanya pada customer yang mencari produk tersebut. Hal ini tentu berbeda dengan iklan konvensional di mana pemirsanya belum terfilter dengan maksimal.

Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa untuk menampilkan iklan di halaman teratas kolom pencarian Google, itu bukan pekerjaan yang mudah. Untuk memunculkan posisi iklan yang bagus dalam kolom pencarian Google, kita harus bersaing dengan pengiklan-pengiklan lain yang juga menginginkan iklannya muncul di kolom pencarian teratas. Kemunculan iklan kita pada kolom pencarian Google sangat bergantung pada Ad Rank. Ad Rank sendiri ditentukan oleh besaran harga yang kita bayar dan Quality Score pada tiap-tiap keyword yang kita sertakan dalam campaign.

Nah, jika sebagai pengiklan kita dibatasi oleh budget, maka salah satu poin yang bisa kita maksimalkan adalah improvisasi di bagian Quality Score!

Quality Score merupakan besaran angka 1 hingga 10 yang diberikan Google untuk menilai sejauh mana kualitas iklan yang kita buat. Angka 10 menunjukkan kualitas yang tinggi. Sebaliknya, angka 1 menunjukkan kualitas terendah untuk sebuah iklan. Setidaknya ada tiga hal yang mempengaruhi Quality Score untuk sebuah iklan, yakni expected click-through rate, relevansi iklan, dan landing page.

Expected click-through rate (CTR) merupakan standar yang diberikan oleh Google untuk memperkirakan sejauh mana sebuah iklan akan diklik oleh customer untuk keyword yang telah ditetapkan. Ada tiga jenis penilaian yang diberikan oleh Google, yakni rata-rata, di bawah rata-rata, dan di atas rata-rata.

Jika keyword itu dinilai mendapatkan klik di atas rata-rata, maka besar kemungkinan Quality Score untuk keyword tersebut bisa tinggi. Sebaliknya, jika expected CTR-nya masih rendah, ada baiknya kita meninjau ulang sebelum memutuskan membuat iklan.

Yang kedua adalah relevansi iklan, yakni sejauh mana copywriting dalam iklan kita sesuai dengan keyword yang telah kita masukkan. Sangat tidak lucu apabila kita membuat iklan yang menjual produk makanan, tetapi kita memasukkan keyword jual sepatu. Untuk meraih Quality Score yang tinggi, syarat utamanya adalah membuat copywriting yang relevan dengan produk maupun keyword yang digunakan.

Sebenarnya untuk copywriting sendiri Google memiliki beberapa peraturan yang telah ditetapkan. Prinsipnya, Google menginginkan sebuah iklan berkualitas, yang tidak mengganggu customer sekaligus memberikan keuntungan maksimal pada pengiklan.

Nah, yang ketiga adalah landing page, yaitu halaman di mana customer akan diarahkan ketika ia mengklik sebuah iklan di mesin pencari. Landing page memegang peranan penting karena konversi yang didapat dari sebuah iklan sangat bergantung pada halaman website yang disediakan. Sebelum membuat sebuah iklan, pastikan terlebih dahulu landing page yang kita sediakan sesuai dengan iklan yang akan kita tulis.

Hal tersebut bertujuan untuk mengantisipasi perasaan “tertipu” bagi calon customer. Apabila iklan yang kita tulis menjual baju dengan diskon 50% maka landing page yang kita siapkan harus mengarah pada produk tersebut. Penting juga untuk dijadikan catatan bahwa landing page yang bermutu adalah landing page yang memudahkan customer untuk melakukan aktivitas di sana. Artinya, landing page tersebut harus dapat menyesuaikan untuk berbagai model gadget, dari mulai desktop hinggal mobile. Selain itu, kecepatan memuat landing page juga menentukan customer untuk memutuskan membeli atau tidak.

Nah, jika ketiga hal tersebut sudah kamu improvisasi dengan maksimal, sekarang saatnya toko onlinemu siap dibanjiri order!

Jangan lupa ikuti kami di Twitter untuk mendapatkan update terbaru dari @LabanaID