Home  »  Opinion   »  
Opinion

Mengenal Target CPA Bidding yang Semakin Digemari Digital Advertiser

[Foto: pixabay.com]
Menguasai tools dalam digital marketing seperti Google AdWords menjadi sebuah kewajiban bagi marketer yang berkarir dalam industri digital. Hal itu dikarenakan dalam sebuah bisnis digital, penggunaan tools menjadi sebuah keharusan agar bisnis berjalan lebih efektif dan juga lebih efisien.

Google AdWords dipandang sebagai salah satu tools yang wajib dikuasai, karena fungsinya yang cukup kompleks. AdWords menjadi senjata utama untuk mendapatkan customer online, baik itu melalui search engine, apps, ataupun berbagai situs populer seperti YouTube. Keberadaan AdWords memberikan kemudahan bagi pebisnis untuk melakukan digital marketing melalui channel SEM (Search Engine Marketing).

Tak hanya mudah dalam penggunaannya, keberadaan AdWords juga semakin diminati karena berbagai kelebihan yang ditawarkan, terutama dari segi biaya. Seperti yang kita tahu, melakukan advertising di AdWords berarti melakukan advertising pada target customer yang benar-benar sesuai dengan produk yang kita sajikan. Kita pun hanya perlu membayar apabila iklan kita telah memenuhi berbagai tujuan, apakah untuk mencari impression, click, atau bahkan conversion.

Baca Juga:  Ahli Rehabilitasi: Berikan Smartphone ke Anak Sama Seperti Memberinya Kokain

Digital marketer, atau dalam hal ini advertiser, cukup memilih berbagai bidding strategy yang dinilai sesuai dengan tujuan bisnisnya masing-masing. Tak hanya manual bidding yang mengharuskan advertising untuk melakukan optimisasi secara manual, AdWords juga menawarkan metode automated bidding. Dengan menggunakan automated bidding, advertiser hanya cukup melakukan penyettingan dasar, kemudian untuk optimisasinya, AdWords akan melakukan sesuai rules dengan otomatis.


Salah satu automated bidding yang paling banyak digunakan oleh digital marketer adalah Target CPA bidding. Target CPA bidding merupakan salah satu dari automated bidding yang memfokuskan hasil campaign pada perolehan conversion. Jenis bidding ini banyak digemari karena mampu menunjukkan hasil secara langsung berapa jumlah biaya yang dikeluarkan dalam beriklan beserta hasil memiliki value dari sebuah campaign tersebut. Target CPA bidding biasanya digunakan untuk bisnis yang menghendaki conversion, seperti misalnya e-commerce yang menginginkan adanya purchasing.

Cara kerja Target CPA bidding dalam campaign

Sebagai salah satu bentuk automated bidding, Target CPA bidding sebenarnya tak jauh berbeda dengan CPA pada manual bidding. Hanya, dengan metode ini, AdWords akan mengoptimisasi campaign agar memperoleh hasil yang maksimal berupa conversion dari target CPA yang telah ditentukan. Target CPA bidding menggunakan teknologi machine learning dari AdWords yang memungkinkan perubahan jumlah bid untuk berbagai situasi. Model ini tersedia baik untuk single campaign maupun campaign dalam jumlah banyak.

Baca Juga:  Berapa Persen Kemungkinan Orang Bertahan Hidup Setelah Ditembak di Kepala?

Cara kerjanya historical information dari sebuah campaign untuk kemudian mesin akan membuat decision yang paling tepat. Mesin akan mengupayakan sebuah iklan untuk muncul di momentum yang tepat, kemudian mengatur masing-masing bid dari CPC, sehingga pada hasil akhirnya, terjadi conversion dari user dengan biaya yang mendekati target CPA yang telah ditentukan. Pada masing-masing conversion, ada kemungkinan terjadi perubahan. Artinya biaya yang dikeluarkan mungkin akan berbeda satu sama lain. Namun, mesin berupaya untuk mengatur jumlah tersebut agar tetap sesuai dengan CPA yang ditargetkan.

Dalam melakukan campaign dengan Target CPA bidding, advertiser dimungkinkan untuk melakukan berbagai pengaturan seperti halnya campaign di AdWords secara umum. Salah satu yang bisa dilakukan adalah melakukan pengaturan berdasarkan device. Digital marketer bisa memilih target CPA yang berbeda berdasarkan jenis device. Hanya saja, dalam Target CPA bidding ini, advertiser tidak direkomendasikan untuk melakukan bid limits. Tujuannya adalah agar memberikan kebebasan pada mesin untuk melakukan pengaturan yang paling tepat mengenai jumlah bid pada campaign.

Baca Juga:  Teknologi di Belakang SaleStock