Home  »  Opinion   »  
Opinion

Mengulik Cara-Cara Selebgram Menghasilkan Uang

[Foto: pexel.com]
Selebgram menjadi fenomena yang menarik di kalangan pengguna media sosial Instagram. Julukan yang disematkan pada mereka yang aktif dan memiliki ribuan followers Instagram layaknya selebritis ini menjadi semacam goal bagi para pengguna media sosial. Pasalnya, kini sebagai selebgram, seseorang tidak hanya bisa mendapatkan popularitas. Namun, mereka juga berkesempatan mengisi pundi-pundi rupiah dengan pendapatan yang mereka dapatkan melalui statusnya sebagai selebgram.

Dalam dunia marketing, khususnya digital marketing, keberadaan para selebgram mungkin bukanlah sesuatu yang asing. Ada beberapa konsep digital marketing yang dipakai oleh para selebgram, yakni content marketing dan influencer marketing. Content marketing dalam hal ini dipakai sebagai nilai jual utama dari apa yang ditawarkan oleh para selebgram, entah berupa keunikan konten, ide yang orisinal, hingga estetika yang terjamin. Sementara, influencer marketing lebih kepada seberapa mampu pengaruh yang kemudian dibentuk oleh figur kepada audiens yang menyaksikan atau melihat konten yang ia ciptakan.

Bukan sekadar eksis di dunia maya

Jika kita mengidentifikasi, ada beberapa jenis selebgram yang aktif di dunia maya. Pertama adalah mereka yang memang berasal dari kalangan selebritis, sehingga mereka telah memiliki basic fans yang juga akan menjadi audiens mereka di Instagram. Kedua, mereka yang bukan berasal dari kalangan selebritis, namun berpotensi memiliki massa yang akan menjadi audiens mereka. Datangnya audiens ini bukan tanpa sebab. Biasanya para selebgram non-selebritis ini harus memulainya dari nol dengan berbagai cara. Misalnya saja, seorang yang memang benar-benar ahli di suatu bidang, sehingga apa yang dia sampaikan cukup meyakinkan. Contoh lain adalah mereka yang memiliki hobi unik, sehingga cukup menarik perhatian dari khalayak.

Baca Juga:  Berbagai Tools yang Akan Membantu Proses Digital Marketing

Sebagian besar pendapatan para selebgram diperoleh dari jasa endorsement yang mereka lakukan sehari-hari melalui akun Instagram mereka. Jasa endorsement pada dasarnya adalah bagaimana mereka mengenalkan atau mempromosikan suatu produk yang lekat dengan figur mereka. Misalnya saja, barang-barang yang para selebgram pakai, makanan yang dikonsumsi, atau berbagai produk kecantikan yang digunakan sehari-hari.

Ada banyak sekali jenis endorsement yang bisa dilakukan oleh para selebgram. Masing-masing jenis ini tergantung pada figur selebgram ataupun citra yang dikesankan, sehingga hal itulah yang mencerminkan audiens yang sebenarnya ingin dituju oleh pasar. Misalnya saja, jika kita menginginkan produk untuk balita, sebaiknya kita memilih figur yang memang berperan sebagai ibu, bukan remaja gaul yang memiliki banyak penggemar. Pemilihan target pasar ini nantinya akan menentukan nilai dari seorang selebgram yang berujung pada seberapa tinggi jasa yang ia tawarkan untuk sebuah endorsement.

Peluang karier yang lebih menjanjikan

Bagi seorang selebgram, penghasilan yang mereka raup tak semata-mata hanya dari endorsement. Bagi mereka yang serius ingin menekuni profesinya sebagai ‘public figure’, menjadi selebgram merupakan sebuah kesempatan emas untuk melenggang ke berbagai karier keartisan yang lebih tinggi.

Baca Juga:  Mengenali Kapan Startup Anda Mulai Membutuhkan 'Intervensi'

Maka, kita tidak heran jika akhirnya melihat wajah-wajah yang dulunya cuma familiar di media sosial, kini mulai menghiasi layar kaca, menelurkan single, atau bahkan bermain film. Beberapa yang lain memutuskan berkarier di dunia modeling sebagai brand ambassador suatu produk yang sering kita lihat wajahnya menghiasi baliho atau muncul pada berbagai acara offline untuk promosi suatu produk.

Melihat berbagai peluang tersebut, tentu saja bisa kita katakan bahwa menekuni hobi bermain Instagram untuk menjadi selebgram, ke depannya akan sangat potensial. Namun, untuk menjadi sosok yang cukup berpengaruh di tengah persaingan pasar yang sedemikian ketat juga bukan merupakan pekerjaan mudah. Kuncinya adalah keunikan serta proses delivery yang unik. Yang tak boleh terlewat adalah citra yang baik. Sebab, bagaimanapun, bisnis memerlukan citra positif untuk berbagai produk yang ditawarkannya