News

Menkominfo Dorong Pelaku UKM Indonesia Manfaatkan Teknologi Digital

Menkominfo Rudiantara (kemeja putih) di acara syukuran HUT Bukalapak [Foto: dok. Bukalapak]
Awal tahun 2017 ini, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Republik Indonesia Rudiantara mengajak para pelaku ekonomi mikro, yakni pemilik usaha kecil dan menengah (UKM) di seluruh Indonesia untuk mulai go online.

Selain mendorong para pelaku UKM untuk mulai go online, Menkominfo juga mengatakan revolusi digital harus bisa memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ekonomi Indonesia. Pencapaian platform-platform pasar online seperti peningkatan nilai transaksi menjadi berlipat ganda, kata dia, menjadi salah satu bukti bahwa e-commerce atau marketplace sangat diminati masyarakat.

“Untuk terus meningkatkan minat masyarakat dan menjadikan Indonesia sebagai negara ekonomi digital se-Asia Tenggara pada 2020, saya mendukung kalau pelaku UMKM di Indonesia harus go online,” kata Rudiantara.

Hal serupa juga disampaikan Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah. Menurut dia, para pelaku UKM harus bisa memanfaatkan platform-platform digital yang kini sudah banyak tersedia gratis.

“Saat ini kami tengah berupaya untuk meningkatkan penggunaan teknologi digital bagi para pelaku UKM agar dapat mengembangkan pemasaran produk dengan cara yang lebih mudah dan kreatif. Banyak UKM di Indonesia yang masih harus dibimbing dan diberi edukasi untuk menghadapi berbagai tantangan seperti akses teknologi,” kata Gede Ngurah Puspayoga pada acara syukuran dan perayaan HUT Bukalapak, Selasa, 10 Januari 2016.

Dorongan agar UKM mulai memanfaatkan teknologi dan platform digital dalam memasarkan dan menjual produknya nampaknya cukup masuk akal. Menurut data Kementerian Perindustrian, keterlibatan UKM dalam penggunaan teknologi digital mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi tahunan Indonesia. Dengan berkembangnya UKM, Industri Kecil Menengah (IKM) menjadi sektor dominan dari populasi di dalam negeri dan berperan penting sebagai salah satu penopang perekonomian nasional.

“Kami sedang menggalakan program e-Smart IKM, dimana kami akan memberikan pelatihan dan pembinaan kepada para pelaku industri agar produknya dapat diperdagangkan secara digital lewat martketplace yang beroperasi di Indonesia,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, yang juga turut hadir dalam acara syukuran tersebut.

Menurut Achmad Zaky, CEO Bukalapak, pihaknya berharap bisa terus mendorong dan memfasilitasi para pelaku UKM di Indonesia untuk memanfaatkan platform marketplace seperti Bukalapak dalam menjual produknya. Dia berharap, tahun 2017 ini akan menjadi tahun keemasan bagi UKM di Indonesia.

“Sederetan rencana, baik itu inovasi produk, kerja sama hingga perbaikan layanan di tahun ini akan kami jalankan. Saya optimis pertumbuhan di Bukalapak akan sama dengan tahun sebelumnya. Merupakan satu pekerjaan rumah bagi saya dan tim Bukalapak untuk mewujudkan hal tersebut,” kata Zaky.

Bukalapak diketahui memiliki anggota komunitas pelapak (merchant yang menjual produknya di Bukalapak) yang tersebar di lebih dari 80 kota di seluruh Indonesia. Lewat komunitas ini, para pelapak dapat belajar dan berkembang bersama serta saling memberi motivasi untuk meningkatkan kapabilitas dalam berjualan di platform tersebut.

Penggerak Pelapak juga merupakan usaha dari Bukalapak untuk turun langsung ke jalan, mengajak dan mengajarkan para pelaku UKM yang masih berjualan secara tradisional agar go online.

“Komunitas Pelapak Bukalapak dan Penggerak Pelapak merupakan upaya yang sangat bagus untuk mengajak para pelaku UKM melek digital dan go online,” kata Menteri KUKM.

Selain mengajak para pelaku UKM memanfaatkan digital dan go online, Bukalapak juga menyatakan mendukung misi pemerintah untuk wujudkan Indonesia sebagai negara ekonomi digital se-Asia Tenggara pada 2020.

 

Jangan lupa ikuti kami di Twitter untuk mendapatkan update terbaru dari @LabanaID