News

Microsoft Akan Bantu Teknologi untuk Industri Bisnis Mariyuana?

[Foto: washingtonpost.com]
Microsoft dikabarkan telah menjalin kerjasama dengan KIND Financial, sebuah perusahaan software yang bergelut di dunia industri mariyuana atau ganja.  KIND Financial ini menyediakan layanan “seed to sale” yang memungkinkan para produsen ganja untuk memeriksa stok barang sampai melakukan transaksi jual beli melalui software. Dalam kolaborasinya dengan KIND Financial, Microsoft akan menyediakan layanan software yang membantu pemerintah untuk memastikan ganja-ganja yang berada di pasaran itu sudah dilegalisasi. Microsoft dilaporkan akan mendukung software ini dengan layanan cloud Azure.

“Tujuan dari kerjasama ini adalah untuk memanfaatkan sumber daya masing-masing perusahaan dalam membangun teknologi ‘track and trace’ (di industri ganja) yang bisa tersedia di negara bagian, kabupaten dan kota,” tutur pihak KIND di sebuah pernyataan yang dikutip The Verge.

Terjunnya Microsoft ke dunia bisnis ganja legal ini menunjukkan bahwa industri ganja ini memang cukup menjanjikan. “Jika sebuah perusahaan sekaliber ini bersedia mengambil resiko untuk terjun dan bekerjasama dengan perusahaan yang bergelut di bidang ganja, maka sudah jelas [bahwa bisnis ini menjanjikan.]” tutur Matthew A. Kernes, pendiri perusahaan penyedia data ganja, Green Wave Advisors, kepada The New York Times.

Namun, tentu saja keterlibatan Microsoft ini mengundang banyak kontroversi karena di sebagian besar negara, ganja itu masih dianggap ilegal. Bahkan, pemerintahan pusat Amerika Serikat saja masih belum melegalkan ganja. Mungkin karena itu juga Microsoft hanya menyediakan software dari sisi pemerintahan saja dan tidak akan bersinggungan langsung dengan toko-toko penyedia tanaman ganja. Microsoft dikabarkan hanya akan menawarkan software untuk negara dan pemerintahan lokal yang membutuhkan sistem untuk industri ini.

Meskipun begitu, masih ada beberapa pihak yang tetap menilai keterlibatan Microsoft dalam industri ganja ini sebagai hal yang negatif. Zack Bogue, seorang investor bisnis kapital menyatakan “[Perusahaan saya] tidak akan pernah menanamkan uang di industri ganja karena sama saja seperti menanamkan modal di industri film porno. Saya yakin sekali akan banyak keuntungan yang bisa didapat dari sana, tapi bukan berarti kami akan menanamkan modal di sana.”

Jangan lupa ikuti kami di Twitter untuk mendapatkan update terbaru dari @LabanaID