News

Microsoft Jalin Kerja Sama dengan Xiaomi

[Foto: wsj.com]
[Foto: wsj.com]
Hari ini (01 Juni 2016), Xiaomi resmi menjalin kerja sama jangka panjang dengan Microsoft dengan membeli  1500 hak patennya.  Kerja sama ini dilatarbelakangi oleh keinginan Xiaomi untuk memperluas jangkauan pasarnya terutama pasar Amerika.

“Ini merupakan persekutuan besar antara dua perusahaan,” ujar Wang Xiang, senior wakil presiden Xiaomi pada Reuters. “Baik Xiaomi maupun Microsoft sangat menghormati hak kekayaan intelektual … kami juga yakin bahwa dengan kerjasama dan komitmen kami untuk berinvestasi dalam jangka panjang di IP, kami akan bisa membangun portfolio paten yang sangat kuat,” tambah Wong.

Seperti yang dilansir TechCrunch, mulai September tahun ini produk-produk Xiaomi seperti Mi 5, Mi Max, Mi 4s, Redmi Note 3, dan Redmi 3 akan dilengkapi dengan Microsoft Word, Excel, PowerPoint, Outlook dan Skype.

Dengan penjualan yang mencapai angka 70 juta pada tahun lalu,  Xiaomi sangat berpotensi menjadi partner distribusi yang signifikan bagi Microsoft. Jonathan Tinter, wakil presiden di Microsoft mengungkapkan bahwa perjanjian Microsoft dengan Xiaomi merupakan hal yang biasa dilakukan dengan partner strategis.  Untuk masalah finansial, kedua perusahaan menolak untuk membicarakannya.

Mengenai kerja sama antara Microsoft dan Xiaomi, Sameer Singh, seorang analis asal Inggris menyatakan bahwa keputusan Xiaomi untuk memperluas jangkauan pasar merupakan langkah yang penting mengingat “posisi Xiaomi di Cina selalu berada di bawah ancaman vendor Android low-end. Sehingga, pemasaran ke negara lain sangatlah dibutuhkan.”

Berdasarkan informasi dari The Wall Street Journal, Xiaomi termasuk ke dalam kategori lima produsen smartphone teratas di dunia dalam kuartal pertama, setelah tersaingi oleh pesaing dari negerinya sendiri seperti  Huawei Technologies Co., Oppo Electronics Corp. dan Vivo Electronics Corp.

Tentu saja langkah Microsoft bekerja sama dengan Xiaomi mengingatkan pada status ponsel Lumia yang menurut para pengamat sudah mati. Microsoft dianggap sudah meninggalkan bisnis ponselnya itu. Sementara itu, Nokia justru dikabarkan akan memproduksi ponsel Android. Jadi kini Microsoft justru mendukung dua produsen besar ponsel Android, Nokia dan Xiaomi. Sebagai catatan, bisnis ponsel Nokia tadinya diakuisisi oleh Microsoft dan berubah menjadi divisi mobile Microsoft.

Jangan lupa ikuti kami di Twitter untuk mendapatkan update terbaru dari @LabanaID