News

Microsoft Kembali PHK 700 Karyawan di Seluruh Dunia Akhir Januari

[Foto: Pixabay.com]
Industri teknologi digital mungkin merupakan salah satu industri dengan perkembangan paling pesat dalam beberapa tahun terakhir, namun nampaknya hal itu tak mencegah perusahaan sekaliber Microsoft untuk melakukan PHK besar-besaran.

Raksasa komputer tersebut dikabarkan akan segera melakukan PHK munggu depan, ketika perusahaan merilis laporan keuangannya pada tanggal 26 Januari 2017 mendatang. Seperti dilansir dari ZDNet, Minggu, 22 Januari 2017, sekitar 700 karyawan dikabarkan akan segera dirumahkan.

Jika dibandingkan dengan karyawan Microsoft yang saat ini berjumlah 133.000 orang, jumlah tersebut memang tak bisa dibilang besar, namun tetap saja, rencana tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan pegawainya.

Pemutusan hubungan kerja ini merupakan bagian dari rencana Microsoft untuk merumahkan 2.850 karyawan, yang telah diumumkan  bulan Juni 2016 lalu, ketika perusahaan tersebut merilis laporan tahunannya. Pada saat itu, Microsoft menyatakan akan menyelesaikan rencana PHK pada Juni 2017, yang merupakan akhir tahun fiskal 2017 bagi perusahaan tersebut. Sebagian besar dari jumlah yang 2.850 sudah dirumahkan.


Menurut sumber yang dekat dengan Microsoft, PHK yang akan datang tak akan dilakukan di satu tempat atau posisi, namun lebih lintas tempat dan lints fungsi, di seluruh unit bisnis dan kantor Microsoft di seluruh dunia. Beberapa fungsi yang mungkin terkena dampak adalah bagian penjualan, marketing, sumber daya manusia, teknik, keuangan, dan beberapa yang lain.

Baca Juga:  Samsung Akan Luncurkan Galaxy Note 7 Pada Bulan Agustus Ini

Menurut sumber tersebut, PHK massal yang dilakukan Microsoft bukan bertujuan untuk memangkas pengeluaran, namun lebih kepada meningkatkan kemampuan karyawan di unit-unit yang berbeda. PHK tersebut juga tak akan berpengaruh banyak terhadap jumlah karyawan Microsoft, mengingat perusahaan tersebut masih melakukan perekrutan, terbukti dengan adanya iklan lowongan kerja untuk lebih dari 1.600 posisi di LinkedIn.

Walaupun ada ratusan karyawan yang akan terkena PHK, namun setidaknya perusahaan memberi mereka keringanan yakni waktu 60 hari untuk mencari kerja di lingkungan internal, dan menawarkan pesangon berupa gaji dua minggu untuk setiap enam bulan kerja, yang dijumlahkan berdasarkan lamanya karyawan bekerja.

Selama berada di tangan CEO Satya Nadella, Microsoft telah melakukan beberapa kali PHK massal, termasuk merumahkan sekitar 7.400 karyawan di tahun fiskal yang lalu. Karyawan yang di-PHK saat itu umumnya verasal dari bisnis p0nsel mereka. Rekor PHK Microsoft terjadi pada tahun 2014, ketika perusahaan memutuskan untuk memecat 18.000 karyawan.

Selain melakukan PHK, Microsoft juga mereorganisir beberapa fungsi di perusahaan, seperti tim sales dan partner, dan servis yang berada dalam grup Worldwide Commercial Business yang dipimpin VP Judson Althoff. Bersamaan dengan masuknya COO Kevin Turner pada Juli 2016 lalu, Microsoft mengadakan perbaikan yang disebut “One Microsoft” dengan mengintegrasikan tim sales dan marketingnya di seluruh dunia.

Baca Juga:  Perusahaan Teknologi Ini Sukses Membangun Kubah ‘Kiamat’ di Kutub Utara

Kampanye “One Microsoft” sebetulnya sudah mulai dilakukan sejak 2013, pada masa kepemimpinan CEO Steve Ballmer. Ide awalnya adalah untuk memutus silo-silo divisional dan membangun sinergi yang lebih baik antar tim yang ada dalam perusahaan.