News

Militer Irak Gunakan Pistol Anti-Drone Untuk Atasi Bom Drone ISIS

[Foto: thenextweb.com]
Lagi-lagi, ISIS kembali menggunakan drone untuk menggencarkan serangannya. Kali ini, ISIS dilaporkan telah memodifikasi drones tersebut agar bisa menjatuhkan bom. Yang menjadi korban bukan hanya pihak militer saja. Warga sipil juga turut menjadi korban dalam aksi pengeboman ini. Untungnya, pihak militer Irak telah menemukan cara yang efektif untuk meminimalisir serangan yang dilakukan dengan menggunakan drone.

Menurut laporan, pada tanggal 12 Januari saja pasukan koalisi militer telah melakukan 32 serangan terhadap ISIS di Suriah dan Irak yang menghantam lokasi peluncuran drone ISIS di baratlaut Irak. Tentara Irak juga telah berhasil mengamankan berbagai macam drone dari ISIS, kebanyakan di antaranya adalah quadcopter—sebuah drone yang dilengkapi dengan empat rotor yang membantunya terbang. Drone yang ditemukan kabarnya membawa berbagai jenis bom, termasuk di antaranya granat dan mortir.


Selain itu juga, karena mayoritas drone yang digunakan adalah model komersil, maka senjata anti-drone sudah cukup untuk menghentikan drone tersebut. Battelle Drone Defender merupakan sebuah alat berbentuk pistol yang bisa digunakan untuk mengacaukan sinyal pada beberapa model drone, yang kemudian akan menyebabkannya berhenti berfungsi. Alat ini merupakan salah satu contoh produk yang biasa digunakan untuk mengatasi serangan drone, dan memiliki fungsi utama untuk mengacaukan frekuensi radio pada drone tersebut.

Baca Juga:  Google Hadirkan Trusted Contacts, Aplikasi yang Bantu Lacak Keberadaan Orang Tersayang

Penyalahgunaan drone sebagai senjata bukanlah hal yang baru. Pada Agustus 2015, komando pusat Amerika Serikat melaporkan bahwa sebuah drone ISIS telah berhasil dihancurkan dalam sebuah serangan udara. Pada Oktober 2016, ISIS juga sudah pernah menggunakan drone yang dipasangi bom untuk menyerang lawannya. Dalam kasus tersebut, setidaknya ada dua orang tentara kurdi yang tewas dan dua orang tentara Prancis yang luka-luka.