News

Militer Korsel Ketahuan Gunakan Cuplikan Video Game Untuk Iklan Pesawat Jet Tempurnya

[Gambar: engadget.com]
Apa jadinya kalau video promosi resmi dari pemerintah ‘membajak’ video dari pihak lain? Inilah yang terjadi pada pihak militer Korea Selatan yang ketahuan menyisipkan cuplikan video game dalam iklan pesawat jet tempurnya tanpa izin dari pembuatnya.

Seperti yang dilaporkan oleh Korea Times, video iklan proyek KF-X yang mempromosikan pesawat tempur Korea Selatan menggunakan cuplikan dari video game “Battlefield 3” dari Electronic Arts (EA) dan “Ace Combat: Assault Horizon” dari Bandai Namco. Di dalam iklan yang berdurasi 10 menit 16 detik ini, kedua cuplikan tersebut ditayangkan selama kurang lebih 10 detik. Tidak tanggung-tanggung, biaya pembuatan video tersebut kabarnya mencapai angka 40 juta won (setara Rp 454 juta).


Pada kasus ini, tidak ada satupun pihak yang mau mengaku bersalah atas pelanggaran hak cipta ini. Pihak militer Korea memilih untuk angkat tangan dan menyalahkan Nabix, sebuah studio video kecil di Seoul yang ditunjuk untuk membuat video tersebut. Namun, saat dikonfirmasi, perusahaan tersebut mengelak dari tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa cuplikan tersebut ditambahkan atas permintaan dari Korea Aerospace Industries (KAI)

Baca Juga:  Google Tinggalkan Layanan 'Hangouts On Air' Demi YouTube Live

CEO Nabix Kim Yoon-Gak menjelaskan, “KAI meminta saya untuk membuat video yang mempromosikan pesawat F-35. KAI juga memberikan kami informasi dan klip video terkait yang harus dimasukkan ke dalam video.”

Atas tuduhan itu, KAI kembali menegaskan bahwa pihaknya sama sekali tidak memasukkan cuplikan video game pada material yang diberikan kepada Nabix. Mereka juga mengaku tidak tahu bagaimana cuplikan video game itu bisa dimasukkan ke dalam video tersebut.

Agency for Defense Development (ADD) selaku pihak yang memulai proyek tersebut juga mengatakan bahwa pihaknya hanya memberikan dana kepada Nabix dan tidak terlibat secara langsung dalam pembuatan video iklan tersebut. ADD juga menambahkan bahwa pihaknya akan menghapus video tersebut dan meminta maaf atas penggunaan cuplikan video games tersebut.