News

Misteri Belum Terungkapnya Bintang Aneh yang Berkaitan dengan Alien

[Foto: space.com]
Baru-baru ini, astronom kembali dibingungkan dan tidak berhasil dalam menguak misteri bintang teraneh di alam semesta. Bintang yang dinamakan ‘megastruktur alien’ tersebut terletak sekitar 1.500 tahun cahaya.

Bintang itu menjadi perhatian astronom sejak akhir pekan lalu. Namun sayangnya, peneliti tidak bisa memanfaatkan momentum pengamatan bintang tersebut.

Pada akhir pekan lalu, peneliti mengatakan bahwa cahaya bintang ‘megastruktur alien’ mulai redup dengan aneh seperti yang terjadi dua tahun lalu. Pada kasus 2015, ilmuwan dibuat bingung dengan emisi cahaya bintang tersebut yang tidak beraturan.

Ilmuwan mengandalkan cara terbaik dalam mengungkap bintang pada jarak jauh, yaitu saat bintang mengalami peredupan, yang mana bisa mengungkap lebih jelas apakah ada satu atau lebih objek besar mengorbit bintang yang ditargetkan.

Biasanya, bintang dengan kode KIC 8462852 itu mengalami peredupan kurang dari 1 persen tiap beberapa hari, pekan, bulan, tergantung ukuran planet yang mengorbitnya. Sementara itu, bintang ‘megastruktur alien’ mengalami peredupan tidak menentu, bahkan hingga 22 persen.

Namun selama ini, diduga ada sekelompok bentuk tidak beraturan dan ringan tapi tanpa pola yang jelas di sekitar bintang itu.

Baca Juga:  Twitter Memecat 300 Pegawainya

Pada Jumat pekan lalu, Jason Wright, seorang astronom Penn State University, Amerika Serikat, menuturkan bahwa bintang tersebut redup hanya tiga persen dalam beberapa hari. “Jadi, kami siap siaga dan meminta para astronom untuk menyiapkan teleskop untuk mengambil spektrum pengukuran cahaya dari bintang ini,” tutur Jason Wright, sebagaimana dilansir dari laman Science Alert.


Namun sayangnya, meski sudah banyak astronom di seluruh dunia yang mengamati bintang ini dan memiliki data, ilmuwan masih tetap gagal mengungkap misteri bintang KIC 8462852 sampai saat ini. Namun, ilmuwan bersyukur, setidaknya data bintang ‘megastruktur alien’ sudah makin banyak dibandingkan sebelumnya.

Bintang ‘megastruktur alien’ ini pertama kali ditemukan pada 2009. Bintang yang terletak di antara konstelasi Cygnus dan Lyra di Tata Surya ini juga punya nama lain, yakni Bintang Tabby dan Bintang Bojayian.

Belum ada yang bisa menjelaskan keanehan bintang KIC 8462852

Pada akhir 2015, tim astronom yang dipimpin oleh Tabetha Bojayian dari Yale University, Amerika Serikat, mencatat ada pola cahaya aneh di sekitar bintang tersebut. Namun hingga saat ini, belum ada yang bisa menjelaskan keanehan tersebut.

Baca Juga:  Instagram Hadirkan Fitur Unggah Foto Kolase di Insta Stories

Analisis dari Boyajian dan rekan-rekannya meningkatkan kemungkinan adanya kehidupan alien cerdas. Secara khusus, para ilmuwan berhipotesis bahwa bintang ini merupakan rumah bagi Bola Dyson—sebutan megastruktur yang dibangun di sekitar bintang untuk menangkap sebanyak mungkin energi dari bintang tersebut.

Teori ini dikemukakan oleh Freeman Dyson, seorang matematikawan sekaligus fisikawan. Dalam fiksi ilmiah, Bola Dyson digambarkan sebagai lapisan padat di sekitar bintang yang mirip sekumpulan panel surya raksasa.

Selain itu, adapun studi yang menyatakan bahwa apa yang terjadi di bintang misterius itu merupakan aktivitas murni internal. “Kami percaya akan temuan kami,” ujar Richard Weaver, anggota studi yang juga pakar fisika materi dari University of Illinois di Urbana-Champaign.

Weaver dan rekan-rekannya menganalisis spektrum fluktuasi cahaya bintang itu selama empat tahun. Mereka menemukan bahwa anomali dalam bintang tersebut mengikuti pola khas dari longsoran energi yang tiba-tiba.

Dalam jurnal, tim menganalogikannya sebagai magnet, yang bisa mengalami perubahan medan secara acak. Temuan ini didukung oleh penelitian sebelumnya yang menemukan pola longsoran energi pada ledakan bintang.

Baca Juga:  Gboard, Keyboard yang Terintegrasi Dengan Google, Kini Tersedia di Android

“Kami sudah menghitung longsoran energi pada masa lalu untuk menganalisis apa yang mungkin terjadi di dalam bintang,” ujar Karin Dahmen, rekan Weaver, seperti dikutip dari laman berita Space.