News

MIT Kembangkan Algoritma Untuk Tunjukkan Wujud “Lubang Hitam”

[Ilustrasi: nasa.gov]

Para peneliti dari MIT (Massachusetts Institute of Technology) dikabarkan tengah mengembangkan algoritma baru yang bisa membantu para astronom untuk mengkonstruksi wujud black holes (lubang hitam) untuk yang pertama kalinya.

Berdasarkan informasi dari Boston Globe, metode yang mereka kembangkan adalah Continuous High-resolution Image Reconstruction dengan menggunakan Patch priors (CHIRP), yang akan mengambil data dari radio teleskop di seluruh belahan bumi ini kemudian menggabungkannya agar bisa menghasilkan sebuah gambaran akan lubang hitam.

“Lubang hitam itu sangatlah jauh dan juga sangat padat,” tutur Katie Bouman, mahasiswa lulusan MIT yang sekarang bekerja di Even Horizon Telescope. “[Lubang hitam yang paling dekat] saja kelihatan sangat kecil, sama saja seperti mengambil foto sebuah anggur yang berada di bulan. Untuk menangkap detail sesuatu yang sekecil itu, kita membutuhkan sebuah teleskop dengan diameter 10.000 km, yang tentunya mustahil dilakukan mengingat bumi saja diameternya tidak mencapai 13.000 km,” lanjut Bouman.

MIT berencana menggunakan sinyal radio dan melakukan pengambilan gambar dari wilayah-wilayah yang berbeda yang tersebar di seluruh belahan bumi. Enam observatorium telah bersedia untuk bergabung dalam proyek ini. Proses observasi baru akan dimulai pada musim semi mendatang saat kondisinya benar-benar kondusif agar teleskop bisa mengambil gambarnya dengan sangat jelas. Ketika semua data terkumpul, Bouman berencana untuk langsung mengkonstruksi wujud lubang hitam dengan menggabungkan semua potongan-potongan gambar menjadi satu kesatuan yang utuh.

Bouman juga menambahkan, jika metode baru ini berhasil memberikan gambaran wujud lubang hitam, maka metode tersebut bisa membuktikan kebenaran teori relativitas Einstein. Tentu saja, Bouman tidak sabar untuk mempraktekkan metode baru ini.

“Kita tidak pernah tahu seperti apa wujud lubang hitam yang sebenarnya,” tutur Bouman. “Meskipun kami sudah punya bayangan [akan wujud lubang hitam] dan banyak juga yang telah menggambarkan wujudnya di dalam film, seperti pada film Interstellar, kami merasa lebih senang jika kami bisa langsung menyelidiki … dan menggambarkannya.”

Jangan lupa ikuti kami di Twitter untuk mendapatkan update terbaru dari @LabanaID