News

Mobil Terbaru Volvo Dapat “Saling Berbicara” dan Mengingatkan Pengendara Akan Bahaya

[Gambar: volvocars | volvocars.com]
Sistem vehicle-to-vehicle (V2V) adalah sebuah teknologi mobil yang dirancang untuk memungkinkan mobil dapat “berbicara” satu sama lain. Kini, Volvo Group, perusahaan manufaktur multinasional Swedia tengah mengembangkan sistem komunikasi car-to-car pada mobil keluaran terbaru yang mereka produksi.

Sistem komunikasi car-to-car memungkinkan pengendara mobil menerima peringatan akan bahaya yang akan mereka hadapi selama berkendara. Sistem ini kabarnya akan dipasang pada seri Volvo’s top-line 90.

Peter Mertens berkata pada Automotive News Europe bahwa tak lama lagi mobil dengan sistem komunikasi car-to-car dari Volvo akan resmi dirilis. Menurut kabar yang beredar, Volvo akan meluncurkannya akhir tahun ini di Eropa.

Perusahaan manufaktur yang berkantor pusat di Gothenburg ini bekerjasama dengan Ericsson untuk mengembangkan sistem komunikasi car-to-car pada mobil produksinya yang dapat memperingatkan pengemudi akan jalan licin.

Sistem komunikasi car-to-car ini bekerja berdasarkan feedback dari sensor kemudi, rem, dan akselerasi, dan dapat memberitahu pengemudi akan mobil terdekat ketika mobil lain mengaktifkan lampu hazard-nya . Karena lampu hazard menunjukkan bahwa pengemudi lain sedang dalam posisi berbahaya atau tak terduga.

CEO Volvo, Hakan Samuelsson , mengatakan bahwa dengan sistem komunikasi car-to-car ini, mobil produksi Volvo dapat dengan mudah “menganalisa informasi dan mencari distribusi yang ideal untuk mobil lain,” kata Samulesson. “sistem berbasis cloud memungkinkan Volvo menganalisis informasi dan membagikan kepada mobil terdekat”.

Sistem komunikasi car-to-car ini menjadikan perusahaan manufaktur Swedia ini sebagai salah satu dari tak banyak perusahaan manufaktur yang telah menerapkan sistem komunikasi car-to-car pada mobil mereka. Toyota dan Mercedes-Benz adalah dua perusahaan manufaktur lain yang telah menggunakan sistem komunikasi car-to-car. Mercedes telah menerapkannya pada seri E-class mobilnya di US, China, dan beberapa negara di Eropa.

Mercedes dan Volvo menggunakan sistem berbasis cloud, sedangkan sistem komunikasi car-to-car pada mobil produksi Toyota menerima peringatan tentang lampu lalu lintas dan hambatan lain pada frekuensi 760 mhz.

Cadillac, Audi, dan Jaguar pun termasuk jajaran beberapa perusahaan manufaktur lain yang telah mengupayakaan sistem komunikasi car-to-car pada produk mobil mereka. ” Tentu saja, akan lebih baik bila semua mobil menggunakan sistem serupa,” kata Peter Mertens pada Automotive News Europe. “Kami akan memperkenalkan sistem serupa di kendaraan kami pada generasi mendatang.”

Sayangnya, masih belum ada pengumuman resmi yang menyatakan kapan mobil dengan sistem komunikasi car-to-car Volvo akan diproduksi di luar Eropa.

 

Jangan lupa ikuti kami di Twitter untuk mendapatkan update terbaru dari @LabanaID