Review

Mulai dari Semangka Kotak Hingga Tomat Ungu Berhasil Diciptakan Para Ilmuwan dengan Rekayasa Genetika

[Foto: republika.co.id]
Meski rekayasa genetika terdengar tidak wajar dan kurang masuk akal, akan tetapi para ilmuwan berhasil melakukan beberapa eksperimen. Hasilnya, mereka sukses menciptakan produk rekayasa genetika yang terbilang unik, dan mungkin malah bisa membuat Anda berdecak kagum.

Sejumlah produk baru telah lahir berkat hasil dari rekayasa genetika. Penasaran seperti apa produk-produk tersebut? Berikut adalah ulasannya, seperti dilansir dari Boldsky.

Kubis Beracun

Belum lama ini, ilmuwan asal Cina dikabarkan telah berhasil membuat suatu eksperimen rekayasa genetika. Ilmuwan tersebut melebur dan mencampur darah kalajengking dengan gen kubis untuk membuat kubis berbisa. Lantas, apa manfaat dari produk unik ini?

Menurut para ilmuwan, setiap serangga atau hama yang menggigit kubis ini akan mati seketika. Lalu, bagaimana jika manusia mengonsumsinya? Mereka percaya tidak akan berdampak apapun pada manusia.

Pisang Vaksin

Para ilmuwan bereksperimen dengan tunas pisang yang disuntik menggunakan vaksin hepatitis B dan kolera di dalamnya. Mereka percaya bahwa di masa yang akan datang, semua orang hanya perlu makan pisang jika ingin mencegah hepatitis.

Baca Juga:  Peto, Aplikasi Cari Jodoh untuk Hewan Peliharaan

Tomat Ungu

Jika biasanya tomat di pasaran hanya berwarna merah dan hijau, tidak demikian dengan tomat yang satu ini. Di Inggris, para ilmuwan berhasil melakukan eksperimen dengan tomat yang ditambahkan Antosianin. Hasilnya, tomat yang tadinya berwarna merah menjadi lebih gelap dan lebih condong ke arah ungu.


Para ilmuwan tersebut menyebut bahwa tomat ungu tidak hanya sekadar eksperimen warna semata, melainkan juga bisa digunakan sebagai penangkal atau pencegah pertumbuhan sel kanker. Sebab, Antosianin dipercaya merupakan sejenis antioksidan yang saat diujicobakan pada hewan mampu membantu melawan sel kanker.

Pigmen ungu dari tomat ungu ini merupakan hasil pemindahan dari sebuah gen yang diambil dari buah naga. Dimana, modifikasi itu kemudian mendorong terjadinya sebuah proses sehingga tanaman tomat membiarkan zat Antosianin terbentuk.

Menurut peneliti, tomat ungu akan mendongkrak nilai gizi berbagai produk turunannya, mulai dari saus tomat hingga irisan tomat di atas pizza.

Semangka Kotak

Jepang merupakan salah satu negara yang memiliki tren semangka berbentuk kotak. Jika umumnya semangka berbentuk bulat, maka produk ini berbentuk kotak mirip kubus. Untuk penanamannya sama seperti semangka pada umumnya. Hanya saja saat mulai berbuah, semangka dimasukkan ke dalam kotak persegi agar perkembangannya dapat menyesuaikan bentuk kotak tersebut.

Baca Juga:  Review: Moto Z2 Play, Smartphone Modular Android dengan Baterai Tahan Lama

Glofish

Untuk menciptakan produk ini, para ilmuwan harus menggunakan gen dari ikan zebra alami dan digabungkan dengan DNA Bioluminescent Jelly Fish. Sebenarnya, Glofish adalah ikan zebra (Danio Rerio) yang mengalami proses transgenik sehingga dapat bercahaya dalam kegelapan.

Transgenik adalah tumbuhan atau hewan yang direkayasa secara genetik dengan cara penyisipan gen, DNA, virus, atau bakteri pada tumbuhan atau hewan tertentu untuk tujuan tertentu.

Awalnya, Glofish dikembangkan oleh Zhiyuan Gong dari National University of Singapore. Dengan rekayasa genetika, ikan zebra yang biasanya berwarna perak dengan garis-garis hitam keunguan, kini dapat memancarkan warna hijau atau merah dari tubuhnya.

Warna merah atau hijau yang bersinar tersebut diambil dari warna ubur-ubur yang disuntikkan ke telur-telur ikan zebra. Dengan gen ubur-ubur itu, tubuh ikan zebra dapat memancarkan cahaya.

Sebenarnya, ikan jenis zebra ini dirancang sebagai detektor racun-racun yang ada di alam. Para peneliti memasukkan gen pemicu yang akan mengaktifkan pancaran cahaya pada ikan, jika ikan berada dalam lingkungan yang mengandung zat tertentu.

Baca Juga:  5 Gawai Ini Bakal Bikin Rumah Anda Lebih Aman