News

NASA Rilis Katalog Perangkat Lunak yang Bisa Diunduh Secara Gratis oleh Publik

[Foto: slashgear.com]
Penasaran dengan aplikasi apa yang selama ini digunakan oleh National Aeronautics Space Administration (NASA) untuk menunjang kinerja mereka? Jika Anda tertarik mempelajarinya, kini Anda bisa mengunduh dan menggunakannya secara gratis!

Ya, NASA baru saja merilis daftar perangkat lunak yang mereka gunakan untuk tahun 2017-2018. Isi katalog tersebut antara lain aplikasi, kode perpustakan, dan alat-alat yang mengunduh. Sebagian besar itemnya tentu saja berhubungan dengan pesawat ruang angkasa. Namun di sisi lain, ada beberapa item yang mungkin berguna untuk publik.

NASA mengaku, tujuan mereka lakukan adalah ingin menyebarkan kemajuan teknologi antariksa yang mereka punya. Bahkan, NASA tidak memungut biaya hak cipta ataupun royalti dari katalog yang mereka bagikan tersebut.

“Katalog software adalah cara kami mendukung inovasi dengan membuka akses ke perangkat yang biasa digunakan profesional antariksa untuk pengusaha, bisnis kecil, akademisi, dan industri,” kata Steve Jurczyk, anggota NASA di Washington, sebagaimana dilansir dari laman resmi NASA.

Ada beberapa perangkat lunak yang bisa Anda gunakan. Salah satunya Consultative Committee for Space Data Systems File Delivery Protocol. Alat ini merupakan standar untuk mendapatkan file besar dari pesawat ruang angkasa. Cukup memasukan datanya melalui PixelLearn, maka memungkinkan Anda mengetahui piksel dan pola kawah, bangunan, dan sebagainya yang dilihat dari pesawat ruang angkasa.

Baca Juga:  Seorang Wanita Dipenjara Karena Bikin Akun FB Palsu Untuk Fitnah Mantan Pacarnya

Atau Anda juga bisa menggunakan Autonomos Precision Landing Navigation System. Aplikasi ini layaknya drone yang berfungsi menggabungkan gambar kamera dengan peta elevasi saat pendaratan pesawat ruang angkasa atau rudal.

Anda ingin mencoba simulasi menjelajahi planet atau tata surya? Maka bisa gunakan Global Reference Atmospheric Models. Dengan alat ini, Anda bisa merasa seperti menjelajahi Bumi, Mars, Venus, Neptunus, dan Titan.

Ada juga HazPop. Sebuah aplikasi iOS yang memungkinkan Anda menelusuri database di seluruh dunia yang telah diperbarui dari bahaya alam seperti kebakaran, badai, dan gempa bumi. Aplikasi ini juga bisa memberitahukan berapa orang yang terkena dampaknya.

Selanjutnya, jika Anda ingin membuktikan keberadaan Planet X, Nemesis, atau satelit misterius Black Knight, Anda bisa menggunakan SNAP. Sebuah program yang dapat menggambarkan lintasan planet, Matahari, dan berbagai satelit di galaksi.

Apabila aplikasi-aplikasi di atas dirasa terlalu sulit, ada juga game berjudul Station Spacewalk Game. Permainan ini akan memberikan pengalaman bagi Anda untuk memperbaiki bagian-bagian yang rusak di International Space Station (ISS).

Baca Juga:  European Space Agency dan Roscosmos Rusia Akan Mendarat di Mars

Untuk sisi edukasi, NASA memiliki banyak koleksi model 3D, yang dapat digunakan sebagai pengetahuan atau kebutuhan pribadi. Ada juga ada aplikasi iPad bernama Glenn Research Center: The Early Years, yang membuat penggunanya dapat menjalani tur di fasilitas riset dan pengembangan tersebut.

Apakah Anda tertarik bekerja di NASA? Jika iya, Anda bisa mencoba bagai Human Resources mereka dalam merekrut pegawai. Ada beberapa tahap yang harus dilakukan, seperti penilaian kognitif terpadu. Lalu, hasilnya akan dibuktikan dengan sistem touchscreen dari sebuah robot.

NASA Pernah Rilis Katalog Perangkat Lunak pada April 2014
Sebenarnya, NASA sudah pernah menerbitkan katalog perangkat lunak pada April 2014. Saat itu, mereka mempublikasikan daftar perangkat lunak yang dapat dimanfaatkan publik.

“Perangkat lunak sudah menjadi komponen penting di setiap misi dan penemuan ilmiah NASA. Lagipula, lebih dari 30 persen inovasi NASA merupakan perangkat lunak,” ujar Dan Lockney, eksekutif program transfer teknologi NASA.

Nah, buat Anda yang penasaran dan ingin memanfaatkan perangkat lunak buatan NASA, silahkan kunjungi http://software.nasa.gov. Selamat mencoba!

Baca Juga:  Cegah Karyawan Pindah Haluan, Google Siap Dirikan Inkubator Startup