News

NASA Ungkap Mengeringnya Sungai Eufrat: Pertanda Kiamat?

Sungai Eufrat [Foto: Flickr.com/Arian Zwegers]
Sungai yang mengering, apalagi saat musim kemarau, mungkin sudah menjadi fenomena yang biasa. Namun tidak demikian jika Sungai Eufrat yang mengering, setidaknya bagi umat Muslim. Pasalnya, sebuah hadist mengatakan bahwa mengeringnya Sungai Eufrat merupakan salah satu pertanda kiamat, dan sungai tersebut jika mengering akan mengungkap sebuah gunung emas rahasia.

Sejak tahun 2013 lalu, Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) telah mengungkap bahwa air di wilayah Timur Tengah makin berkurang dan cenderung mengering. Berkurangnya air ini mulai diteliti Januari 2003 hingga Desember 2009, menggunakan satelit Gravity Recovery and Climate Experiment (GRACE).

Seperti dilansir dari situs resmi NASA, Jumat, 06 Januari 2017, tim peneliti yang merupakan gabungan dari NASA Goddard Space Flight Center, National Center for Atmospheric Research, dan University of California menemukan bahwa selama masa tujuh tahun, dimulai sejak 2003, wilayah di sepanjang Turki, Suriah, Irak, dan Iran, yang notabene dilalui aliran Sungai Eufrat, telah kehilangan 144 kilometer kubik jumlah simpanan air tawar.

Baca Juga:  Drone Temukan Tanaman Super Langka di Pulau Terpencil Hawaii

[Foto: NASA]
“Data dari GRACE menunjukkan penurunan total penyimpanan air di lembah sungai Tigris dan Eufrat dalam level yang mengkhawatirkan,” ujar Jay Famiglietti, peneliti utama di UC Irvine.


Menurut berbagai studi, mengeringnya sungai ini sebagian besar disebabkan oleh Bendungan Ataturk. Bendungan ini dibangun untuk memfasilitasi sistem irigasi lahan pertanian dan sebagai pembangkit listrik. Seperti diketahui, sekitar 90 persen dari aliran Sungai Eufrat berasal dari Turki, dan sisanya berasal dari Irak dan Suriah.

“Jumlah tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan puluhan juta hingga lebih dari ratusan juta orang di wilayah tersebut setiap tahun, tergantung kepada standar penggunaan air di suatu wilayah dan ketersediaannya,” kata Famiglietti.

Famiglietti mengatakan saat musim kemarau dan pasokan air permukaan berkurang, irigasi dan pemenuhan kebutuhan akan air beralih kepada persediaan air tanah. Sebagai contoh, pemerintah Irak menggali sekitar 1.000 sumur untuk menghadapi kekeringan tahun 2007. Jumlah tersebut belum sumur pribadi banyak dibuat oleh warga pemilik lahan.

Pada tahun 1990, ketika fase pertama pembangunan bendungan Ataturk rampung, Turki menahan seluruh aliran Sungai Eufrat selama sebulan agar waduk terisi. Bendungan ini telah memotong aliran sungai sekitar sepertiganya.

Baca Juga:  Akun Facebook Resmi CNN Diretas Kelompok Hacker 'Elit' OurMine

“Sejak awal, Timur Tengah memang tak punya banyak persediaan air, dan wilayah tersebut mendapat lebih sedikit hujan dari wilayah lain di dunia dengan terjadinya perubahan iklim,” kata Famiglietti. “Wilayah kering tersebut kini makin kering. Timur Tengah dan dan wilayah kering lain di dunia harus mengelola persediaan air mereka sebaik mungkin.”

Sementara itu, temuan NASA ini mengingatkan kita akan satu hadist yang menyebutkan bawha mengeringnya Sungai Eufrat akan menyingkap keberadaan gunung emas, dan orang-orang akan berperang untuk memperebutkannya.

“Hari kiamat tidak akan terjadi sampai sungai Eufrat (mengering lalu) menyingkapkan gunung emas. Orang-orang saling membunuh untuk memperebutkannya. Terbunuhlah pada setiap 100 orang itu 99 orang, namun masing-masing dari mereka berkata, ‘barangkali aku yang menjadi orang yang selamat itu.” (HR Muslim)