News

Nintendo Konsentrasi pada 3DS XL, Ucapkan Sayonara pada New 3DS!

Sebagai tonggak penyedia konsol game yang sangat legendaris dari Jepang, Nintendo memiliki peran yang besar. Tak cuma sebagai penyedia konsol game, tapi perusahaan berumur 127 tahun itu juga kreatif dan inovatif dalam meningkatkan standar industri gaming sembari terus mengobarkan persaingan dengan raksasa semacam Microsoft dan Sony.

Contohnya, Nintendo secara hirarki telah menciptakan Nintendo DS sebagai salah satu konsol mobile yang mekanismenya amat berbeda dengan Sony PlayStation Portable, misalnya. Dengan keberadaan stylus dan layar sentuh plus double screen membuat Nintendo DS memiliki pasar yang berbeda serta unik dibandingkan dengan publik seni yang lebih mengutamakan game-game serius. Setelah keberadaan DS, Nintendo kemudian menciptakan New Nintendo 3DS sebagai penerus dari Nintendo 3DS, sebuah garis clan yang mengoptimalkan keberadaan grafik 3D sebagai salah satu pesonanya.

Akan tetapi pada tahun 2017 ini, bisa dibilang adalah tahun yang agak muram bagi pengguna New Nintendo 3DS, terutama jika Anda adalah pengguna dari game ini dan berdomisili di Jepang. Karena secara resmi, website dari Nintendo 3DS mengumumkan bahwa konsol New Nintendo 3DS sudah “disuntik mati”. Hal ini cukup mengejutkan karena sejatinya usia dari New Nintendo 3DS masih cukup muda, di mana pertama kali konsol game ini muncul pada tahun 2015 yang lalu.

Baca Juga:  Mau Game Fighting Sensasi Baru? Coba ARMS dari Nintendo

Wajar jika cukup banyak pertanyaan menyeruak, seperti mengapa konsol ini tidak lagi diproduksi khususnya untuk para pembelinya di negara Jepang? Apakah pasar di sana tidak cocok untuk New Nintendo 3DS? Mungkin saja begitu. Salah satu indikasinya, seperti dikutip dari Tech Radar, adalah bahwa pengguna New Nintendo 3DS teralihkan “cintanya” pada Nintendo 3DS XL. Hal ini cukup dimaklumi karena 3DS XL memiliki monitor yang lebih besar. Sekalipun dimensinya tidak lebih ramah di kantong, tapi kepuasan bermain di monitor yang lebih besar agaknya masih lebih efektif untuk memancing para penggemar Nintendo beralih ke 3DS XL.

Apakah cuma itu? Ternyata tidak, karena selain 3DS XL para penggemar Nintendo juga teralihkan konsentrasinya gara-gara konsol mobil yang dirilis Nintendo sendiri, yakni Switch. Sehingga mau tak mau Nintendo harus lebih berkonsentrasi untuk tetap memproduksi konsol 3DS XL, serta meningkatkan jumlah unit dari Nintendo Switch termasuk untuk memperluas jumlah game yang dirasa masih sangat terbatas untuk Switch. Entah disengaja atau tidak, Nintendo telah melakukan kanibalisasi produknya.

Baca Juga:  Microsoft Akan Berhenti Memproduksi Smartwatch Miliknya, Microsoft Band

Di satu sisi, ketika New Nintendo 3DS sudah disuntik mati dan produksinya dihentikan, tapi Nintendo 2DS dan new Nintendo 2DS XL, yang notabene berusia lebih tua, ternyata masih akan tetap diproduksi dan dipasarkan di Jepang. Sehingga bisa diasumsikan bahwa matinya New 3DS adalah murni karena turunnya jumlah konsumen.

Seiring dengan matinya New 3DS, tampaknya Nintendo sendiri tak perlu ambil pusing dan khawatir bahwa penjualan konsol mereka akan turun. Karena setidaknya hingga detik ini ada tiga konsol aktif yang masih dijual di Jepang, di mana satu tipenya masih relatif baru, yakni Switch itu sendiri. Bagusnya adalah ketiganya secara keseluruhan mampu menggaet kurang lebih 65 juta pengguna di seluruh dunia. Data ini sendiri belum termasuk dengan pengguna dan konsumen Nintendo yang membeli konsol seperti Nintendo Wii. Selain itu, sekalipun konsol dari New nintendo 3DS sudah dimatikan produksinya, game-game yang lainnya masih bisa Anda mainkan di konsol seperti 3DS XL, apalagi diproyeksikan dalam beberapa waktu ke depan Nintendo 3DS XL masih akan suportif dengan game-game yang belum dirilis.

Baca Juga:  Siapkan Konsol Baru, Atari Akan Adaptasi Teknologi dari PC

So, tak perlu khawatir jika New Nintendo 3DS sudah tak diproduksi lagi.