Home  »  News   »  
News

Pasca Status Planet Pluto Dicabut, Kini Astronom Gencar Berburu Planet Baru

[Foto: mirror.co.uk]
Meski kontroversi, Pluto tetap menyandang status planet selama 7 dekade setelah ditemukan. Barulah pada 2006 silam, status Planet Pluto dicabut oleh International Astronomical Union (IAU), badan yang bertanggung jawab pada penamaan dan klasifikasi benda langit. Oleh sebab itu, status Pluto kini turun takhta menjadi planet kerdil.

Setelah keputusan itu diterbitkan, kini astronom dilaporkan tengah melakukan penyelidikan mengenai empat objek asing. Salah satu objek tersebut digadang-gadang sebagai planet baru di Tata Surya. Planet baru ini kerap dikenal sebagai planet kesembilan di Tata Surya.

Australian National University (ANU) mengajak peneliti awam untuk melacak keberadaan Planet 9 melalui gambar yang diambil dari teleskop ANU SkyMapper. Itulah yang membuat para astronom mengetahui kehadiran empat obyek asing itu.

Dr. Brad Tucker, ketua penelitian ini mengatakan bahwa pihak universitas telah membuat ribuan gambar yang sudah tersebar ke internet. Hasilnya, ada lebih dari 60 ribu peneliti awam yang membantu untuk memilah foto tersebut dan membantu mengidentifikasi perubahan yang terjadi di Tata Surya.

Baca Juga:  Selama 2016, Ahok Duduki Nomor 1 Penelusuran Terpopuler di Google Indonesia

Hasilnya, ditemukan empat kandidat yang paling berpotensi sebagai Planet 9. Setelah itu, para astronom akan melakukan pengamatan untuk memastikan apakah empat objek asing itu adalah planet baru, planet kerdil, atau asteroid. Mereka memanfaatkan teleskop di Siding Spring, Australia, dan seluruh dunia.


“Dengan bantuan ribuan relawan yang memilih foto dari SkyMapper, kami akhirnya bisa memperoleh hasil penelitian yang seharusnya dilakukan tahunan menjadi sekitar tiga hari saja,” ujar Dr. Tucker, sebagaimana dilansir dari Mirror.

Planet 9 diprediksi merupakan ‘Super Earth’ dengan massa sepuluh kali dan empat kali besar dari Bumi. Jarak planet ini diperkirakan 800 kali lebih jauh dibandingkan jarak Bumi ke Matahari. Selain itu, suhu planet ini juga sangat dingin.

Planet Kesembilan Pertama Kali Diperkenalkan pada 2016

Pada 2016, gagasan mengenai keberadaan planet kesembilan pertama kali diperkenalkan oleh sepasang astronom dari Caltech University, yakni Mike Brown dan Konstantin Batygin. Keduanya mengaku sudah menemukan sejumlah bukti mengenai keberadaan planet lain di bagian terluar Tata Surya. Planet yang masih diberi nama Planet X ini juga kerap disebut-sebut merupakan pengganti Pluto.

Baca Juga:  Pemerintah Kejar Pajak Raksasa Teknologi ke Singapura

Kontantin Batygin dan Mike Brown, serta beberapa orang yang meneliti planet ini mengaku belum benar-benar melihat planet ini. Namun, penelitian lain membantu mereka untuk menyimpulkan bahwa memang nyata.

Pada dasarnya, mereka menemukan objek tertentu di Sabuk Kuiper, bidang objek es dan puing-puing di luar Neptunus—yang memiliki orbit khas menunjuk ke arah yang sama. Dengan bantuan matematika dan simulasi pemodelan komputer, mereka bisa menyimpulkan bahwa planet ini mengerahkan gravitasi yang diperlukan untuk membentuk orbit ini.

“Hanya ada dua planet yang benar ditemukan sejak zaman kuno, dan ini akan menjadi ketiga. Ini cukup besar di Tata Surya kita yang masih di luar sana untuk ditemukan. Ini adalah penemuan yang cukup menarik,” kata Brown, seperti dilansir dari CNN.

Bahkan, salah satu ilmuwan mengatakan bahwa dirinya percaya Planet Sembilan ini cukup besar untuk menyingkirkan perdebatan tentang apakah itu sebuah planet yang benar atau tidak, seperti Pluto.

Namun, temuan ini bertentangan dengan pernyataan NASA beberapa tahun lalu. Dimana, badan antariksa milik Amerika Serikat itu menyebut tidak ada planet baru yang ditengarai berada di sekitaran Pluto. Meski begitu, NASA tidak menutup kemungkinan masih ada entitas lain di ruang angkasa yang belum ditemukan.

Baca Juga:  Militer Irak Gunakan Pistol Anti-Drone Untuk Atasi Bom Drone ISIS