News

Pemerintah AS Keluarkan Dana Rp12 M untuk Retas iPhone 5C Milik Penembak San Bernardino

Lokasi penembakan di San Bernardino dipenuhi karangan bunga [Foto: Lowe Llaguno/Shutterstock]
Pada awal 2016, Apple terlibat dalam perseteruan dengan Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) mengenai privasi, khususnya mengenai kemungkinan untuk membuka kunci iPhone 5C setelah serangan teroris San Bernardino untuk keperluan investigasi.

Apple menolak untuk secara khusus membuat perangkat lunak khusus yang bisa mematahkan perlindungan keamanan yang ada pada iOS, dengan alasan kekhawatiran akan privasi jutaan orang lainnya di luar sana yang menggunakan iPhone dan iPad.

Hal ini memicu perseteruan Apple dengan FBI, dimana agensi federal tersebut akhirnya harus perangkat lunak khusus untuk mematahkan perlindungan keamanan dari iPhone yang dimaksud. Agensi menolak untuk mengatakan berapa banyak uang yang dihabiskannya untuk itu, namun baru-baru ini, Senator Dianne Feinstein telah mengungkapkan bahwa mereka harus mengeluarkan biaya sebesar $900.000 (sekitar Rp12 milyar) untuk meretas masuk ke ponsel yang digunakan penembak San Bernardino.

Jumlah tersebut memang kurang dari $1,3 juta yang diperkirakan sebelumnya, meskipun perkiraan angka itu merupakan coretan kasar berdasarkan pernyataan dari direktur FBI James Comey. Dia mengatakan bahwa, biaya yang harus dikeluarkan FBI untuk membuka iPhone tersebut akan lebih besar daripada yang akan dia keluarkan dalam tujuh tahun dan empat bulan menjelang masa pensiunnya.

Baca Juga:  Ini Dia 4 Aplikasi Meditasi Terbaik untuk iPhone yang Harus Anda Coba

Reuters melakukan perhitungan berdasarkan gaji sang direktur, namun sepertinya angka itu tidak terlalu akurat.


Sebelumnya dilaporkan, Departemen Kehakiman AS telah menarik tuntutan terhadap Apple awal Juli 2016 lalu, karena adanya uluran tangan dari “pihak ketiga”. Dengan bantuan tersebut, pemerintah mengatakan bahwa mereka dapat mengakses konten ponsel penembak San Bernardino Syed Rizwan Farook.

Dalam laporan tersebut disebutkan, pemerintah AS telah membeli apa yang oleh Comey disebut sebagai “alat” yang dibuat oleh pihak ketiga yang tidak disebutkan namanya untuk melakukan peretasan ke dalam iPhone 5C milik penembak.

“Litigasi antara pemerintah dan Apple mengenai ponsel penembak San Bernardino telah berakhir, karena pemerintah telah membeli dari pihak swasta, sebuah alat untuk (meretas) masuk ke dalam perangkat (iPhone) 5C itu, yang beroperasi dengan iOS 9,” kata Comey saat itu.

Dia juga mengatakan bahwa perangkat lunak ini hanya mampu membuka sistem keamanan pada “jenis ponsel tertentu,” yang termasuk iPhone 5C. Namun, CNN melaporkan bahwa perangkat lunak tersebut tidak bisa digunakan untuk membuka sistem keamanan pada handset yang lebih baru, seperti iPhone 5S ke atas.

Baca Juga:  General Motors Mulai Menguji Coba Mobil Swa Kemudinya di Michigan

Senator Feinstein menyebutkan angka $900.000 pada hari Rabu, 3 Mei lalu saat menanyai Comey di sidang pengawasan Komite Kehakiman Senat. “Saya sangat terpukul saat San Bernardino terjadi, dan Anda membuat tawaran agar perangkat tersebut bisa dibobol, dan kemudian FBI harus mengeluarkan $900.000 untuk membobolnya,” kata Feinstein, seperti dilansir dari AP. Senator tersebut mengetahuinya karena dia berasal dari Partai Demokrat di Senat yang mengawasi FBI.

Sejauh ini, FBI telah melindungi identitas vendor yang dibayarnya untuk melakukan pekerjaan itu. Kedua potongan informasi tersebut menjadi subyek gugatan federal oleh The Associated Press dan kantor berita lainnya, yang telah menuntut FBI untuk mengungkapkannya.

Juru bicara Feinstein, Tom Mentzer, juga menolak untuk membahas pernyataan sang senator—apakah dia mengemukakan angka yang masih jadi perkiraan atau mengungkapkan informasi yang diperoleh dalam briefing FBI.

Sampai pernyataan ini dipublikasi, FBI masih menolak untuk mengkonfirmasi berapa banyak uang yang dikeluarkan untuk meretas masuk ke iPhone penembak San Bernardino.