Opinion

Pendekatan Psikologis untuk Viral Content Marketing

[Foto: pexels.com]
[Foto: pexels.com]
Digital marketing memiliki beberapa channel yang bisa saling dikolaborasikan untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan tujuan bisnis. Misalnya saja untuk meningkatkan penjualan atau awareness suatu produk. Sebagai marketer, Anda dapat mencoba strategi search engine optimization sekaligus search engine marketing yang menggunakan layanan iklan berbayar untuk menampilkan produk Anda kepada audience.

Hadirnya media sosial memberi marketer lebih banyak lagi kesempatan untuk mengembangkan channel marketing sesuai dengan kebutuhan. Salah satu yang menarik dari social media marketing ini adalah mudahnya suatu produk tersebar atau menjadi viral tanpa melalui channel berbayar. Kunci utamanya adalah membuat konten yang share-able dan pastinya mengundang audience untuk mau menyebarkan dan membantu proses pemasaran melalui kanal media sosial.

Viral content marketing menjadi salah satu tren yang paling banyak digemari, terutama untuk produk-produk yang menginginkan branding atau bahkan traffic yang tinggi. Selain kemampuan dasar dalam menulis, ada beberapa poin yang harus diperhatikan dalam mengolah konten menjadi sesuatu yang nyaman untuk dinikmati oleh pembaca dan menarik mereka untuk membagikannya pada orang lain. Salah satunya adalah melalui pendekatan psikologis.

Semua orang menginginkan dirinya terlihat lebih baik

Tidak bisa dipungkiri bahwa setiap orang di dunia tentunya menginginkan mereka terlihat lebih baik, lebih pintar, lebih cantik, dan lain-lain. Tak heran berbagai aplikasi yang membuat orang “terlihat lebih baik” bahkan sekadar di foto kini banyak digemari. Prinsip ini juga bisa dijadikan acuan dalam menulis content marketing. Intinya, setiap orang menginginkan dirinya terlihat lebih baik. Maka, strategi dalam membuat konten adalah bagaimana menyampaikan pesan yang mampu meyakinkan orang yang membacanya terlihat lebih baik. Dengan demikian mereka akan dengan percaya diri mengatakan pada orang lain bahwa memang dirinya lebih baik melalui konten tersebut. Tidak bisa dipungkiri bahwa post setiap orang di media sosialnya mencerminkan apa yang sesungguhnya ia rasakan dan ia pikirkan tentang dirinya.

Semua orang ingin membantu orang lain

Sebagai makhluk sosial, manusia selalu memiliki insting untuk menolong. Hal itu bisa dijadikan pedoman dalam menulis konten agar menjadi viral. Salah satunya adalah memastikan bahwa pesan yang disampaikan adalah berupa kebaikan pada orang lain. Dengan mengusung ajakan pada kebaikan dan membantu orang lain, konten yang kita tulis bisa dengan mudah tersampaikan pada orang lain dan menyentuh langsung ke aspek psikologisnya.

Orang-orang memiliki kepedulian lebih pada apa yang mereka sukai

Tidak dipungkiri bahwa meriset audiens sebelum menulis konten adalah salah satu kunci penting kesuksesan sebuah viral content marketing. Riset pada audiens membuat marketer lebih paham pada siapa konten itu akan ditujukan. Dengan demikian ia bisa memilih tema-tema apa saja yang perlu diangkat. Setiap orang memiliki konsentrasi sendiri-sendiri terhadap suatu itu. Oleh karenanya perlu dilakukan segmentasi agar konten terdeliver dengan baik.

Sebuah konten yang memiliki isu terkait dengan isu yang disukai oleh para audiensnya memiliki potensi penyebaran lebih masif dibandingkan suatu konten yang mengangkat isu atau tema secara general. Hal ini karena setiap orang memiliki level perhatian yang berbeda-beda satu sama lain. Misalnya saja untuk menyasar market dari kalangan mahasiswa kedokteran, isu-isu kesehatan jauh lebih seksi untuk digarap ketimbang isu perihal politik atau gaya hidup. Sebaliknya, jika yang disasar adalah anak muda urban yang akrab dengan kehidupan malam, maka tema-tema seputar kuliner dan gaya hidup urban akan jauh lebih cocok.

Jangan lupa ikuti kami di Twitter untuk mendapatkan update terbaru dari @LabanaID