News

Peneliti Thailand Ciptakan Tinta Timbul yang Lebih Terjangkau Untuk Tunanetra

[Foto: Techinasia.com]
[Foto: Map yang dicetak menggunakan Touchable Ink | J. Walter Thompson Bangkok]
Peneliti dari Departemen Kimia Universitas Thammasat Thailand yang bekerja sama dengan J. Walter Thompson (JWT) Bangkok dan Samsung telah berhasil menciptakan tinta timbul yang lebih terjangkau dan diharapkan bisa meningkatkan kemampuan tunanetra untuk membaca media cetak.

Menurut laporan, saat ini hanya terdapat sebagian kecil dari populasi orang tunanetra yang bisa membaca huruf braille. Salah satu penyebabnya adalah tingginya harga embosser (mesin cetak khusus) huruf braille sehingga tidak setiap orang bisa mengaksesnya.

Penemuan tinta khusus ini sangatlah signifikan karena bisa menggantikan printer khusus braille yang jauh lebih mahal. Dengan tinta khusus yang dinamakan Touchable Ink ini, pencetakan huruf braille pun bisa dilakukan di lembaran kertas biasa dan dengan menggunakan printer biasa. Tinta ini juga membuka kemungkinan yang tak terbatas untuk mencetak timbul karakter non-braille seperti macam-macam bentuk dan pola.

“Penemuan ini akan membukakan dunia baru bagi orang tunanetra dan merevolusi aksesibilitas pengetahuan mereka,” Jelas Satit Jantawitar, chief creative officer JWT Bangkok. Ia juga menambahkan bahwa “Touchable Ink … dapat mempermudah kehidupan sehari-hari mereka dan memperluas peluang mereka untuk mempelajari berbagai bidang pengetahuan seperti musik, matematika, ataupun seni.”

[Foto: Teks yang dicetak menggunakan Touchable Ink | J. Walter Thompson Bangkok via Techinasia.com]
[Foto: Teks yang dicetak menggunakan Touchable Ink | J. Walter Thompson Bangkok]
Dr. Nopparat Plucktaveesak, kepala departemen Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Thammasat, mengatakan: “Inovasi Touchable Ink ini adalah sebuah kebanggaan besar. Ini merupakan penemuan asli Thailand … [yang] berpotensi untuk menguntungkan orang tunanetra di seluruh dunia. [Tinta ini] memungkinkan seorang tunanetra untuk mencetak dari printer biasa dengan kisaran harga mulai dari THB 2.000 (Rp 755 ribu), dibandingkan embosser khusus braille yang harganya bisa mencapai THB 100.000 (Rp 37,7 juta).”

Kini, Departemen Kimia Universitas Thammasat Thailand dan JWT Bangkok tengah dalam proses mematenkan penemuan ini.

Jangan lupa ikuti kami di Twitter untuk mendapatkan update terbaru dari @LabanaID