Tips & Guide

Penggunaan LinkedIn Untuk Mendapatkan Pekerjaan Idaman

[Foto: Yahoo Finance]
Tahun ini dimulai dengan tantangan yang sulit. Bukan hanya untuk negara kita saja, bahkan untuk diri kita sendiri. Ketika saya menunggu khutbah Jum’at di masjid KLCC, saya mendengar keluhan dua orang sahabat tentang keberlangsungan pekerjaan mereka. Dengan tantangan ekonomi seperti ini, semua orang terutama para profesional akan mengkhawatirkan mata pencaharian masing-masing karena mereka tidak tahu apa yang akan terjadi terhadap masa depan karir mereka.

Menurut saya, golongan profesional seperti Anda harus selalu siap menghadapi situasi apapun tanpa menunggu kepastian ekonomi. Oleh karena itu, Anda harus sigap membangun personal branding diri Anda. Hal ini sangatlah penting untuk memastikan agar kalangan industri mengetahui keterampilan, keahlian, dan pengalaman Anda. Selain itu, siapa Anda dan nilai profesionalisme yang Anda tawarkan menjadi hal terpenting untuk ditonjolkan. Platform terbaik untuk mem-branding diri Anda adalah LinkedIn.

Sebagai contoh, Anda bekerja di sebuah perusahaan pertambangan minyak terbesar di dunia. Kantor Anda berada di Kuala Lumpur dan Anda merupakan seorang Kepala Departemen yang sangat berdedikasi. Para karyawan selalu menghormati Anda karena pengetahuan yang begitu mendalam di bidang tertentu. Di samping itu, Anda juga menguasai peranan Anda sebagai atasan dan mampu berinteraksi dengan para karyawan dengan baik. Karena dedikasi Anda yang begitu tinggi pada pekerjaan, Anda tidak begitu perlu berinteraksi dengan para profesional lain di luar kelompok Anda. Jaringan professional Anda hanya sedikit, hanya di kantor saja. Apalagi untuk “bermain” di media sosial seperti Facebook dan LinkedIn. Tiba-tiba Anda mendapatkan surat dari bagian HRD tentang pemberhentian kerja karena perusahaan tempat Anda bekerja sedang dilanda krisis ekonomi yang sangat buruk. Batas waktu yang diberikan adalah 30 hari, dan kompensasi yang akan diterima cukup baik. Anda panik dan memikirkan di mana Anda harus bekerja setelah diberhentikan dari kantor tersebut. Anda tidak bersemangat untuk menemukan pekerjaan baru yang sesuai dan memiliki fasilitas yang sama. Tanpa jaringan kenalan yang luas dalam industri, Anda hanya mengantarkan resume kepada agen pekerjaan dan teman-teman yang Anda kenal. Ini realitas kehidupan yang akan Anda hadapi tanpa branding diri yang kuat. Itu semua terjadi karena orang tidak mengetahui dan mengenal Anda!

Baca Juga:  Hindari Ketidaknetralan, Deskripsi Trending Topics FB Kini Dibuat Oleh Algoritma Facebook

Bagaimana jika media sosial seperti LinkedIn, dapat membuat Anda tidak lagi bergantung pada resume dan agen pekerjaan? Bahkan, ia mampu mendatangkan pekerjaan yang Anda inginkan dengan penghasilan yang jauh lebih baik dari biasanya. Banyak kenalan saya mempunyai karir yang baik karena LinkedIn. Di Malaysia, walapun semua orang tahu media sosial tetapi tidak banyak yang menggunakan media sosial untuk mem-branding diri secara profesional. Untuk mem-branding diri Anda dengan tepat di LinkedIn, yang perlu Anda ingat adalah:

Waktu. Ini merupakan faktor penting dalam membangun brand. Saya sering mengingatkan tentang perlunya waktu yang cukup untuk mem-branding diri Anda dengan kokoh. Setidaknya delapan bulan atau lebih merupakan jangka waktu yang sesuai. Jadi, Anda harus segera memulai langkah Anda.

Profil. Profil haruslah mendalam dan lengkap. Dengan mengisi informasi lengkap mengenai diri Anda disertai dengan gambar yang sesuai, Anda tidak lagi memerlukan resume tertulis untuk diantar ke banyak tempat karena semuanya akan tercantum di sini untuk dilihat dan dibaca.

Baca Juga:  Instagram Kini Punya Mode Offline untuk Pengguna Android

Jaringan profesional Anda. Industri akan melihat dan memantau siapa saja yang berada dalam jaringan profesional Anda. Mereka ingin melihat seberapa besar dan berkualitas jaringan yang Anda bangun. Secara tidak langsung, ini akan memperlihatkan apakah Anda merupakan seseorang yang berpengaruh atau tidak di kalangan teman-teman Anda.

Kekuatan Anda. Bagikan semua pengalaman, pengetahuan, keahlian, dan nilai profesionalisme Anda.

Pandangan Anda. Anda adalah apa yang Anda tulis. Jadi, ceritakan dan bagikan pandangan Anda tentang suatu topik profesional yang Anda kuasai. Ini akan membangun kekuatan branding diri Anda.

Tulisan ini adalah kontribusi dari Azleen Abdul Rahim, seorang blogger pemasaran digital di azleen.com, dengan penyesuaian standar LABANA.id