News

Pensiun Jadi Presiden AS, Obama Ditawari Jabatan Presiden di Spotify

Presiden Obama ketika mengambil sumpah kepresidenan pada 2009 [Foto: Wikipedia.org]
Tepatnya hari Rabu, 11 Januari 2017 kemarin, dunia telah menyaksikan acara perpisahan penuh haru Presiden Amerika Serikat (AS) Barrack Obama, yang masa jabatannya akan segera berakhir, dan akan digantikan oleh presiden terpilih Donald Trump. Dalam pidato perpisahannya, dia mengucapkan terima kasih kepada istrinya Michelle Obama, yang membuat separuh warga AS terharu hingga menitikkan air mata.

Namun pada pidato tersebut, Obama belum menyampaikan, apa yang akan dilakukannya selepas pensiun dari jabatan presiden, apakah masih akan berkarier di bidang politik atau bidang yang lain. Hal ini nampaknya dimanfaatkan oleh CEO Spotify Daniel Ek, yang segera menawarkan Obama pekerjaan sebelum Presiden AS itu (mungkin) sempat memikirkan kariernya selanjutnya.

Melalui akun Twitter pribadinya, Ek menawarkan pekerjaan tersebut langsung kepada Obama.

Spotify memang tengah memasang iklan lowongan pekerjaan untuk posisi President of Playlists, yang persyaratannya nampaknya sangat sesuai untuk Obama. Seperti dilansir dari CNBC, Kamis, 12 Januari 2017, syarat untuk mengisi posisi tersebut di antaranya pernah mendapat penghargaan Nobel Perdamaian (yang didapat Obama pada 2009) dan memiliki hubungan baik dengan artis dan musisi. Sebagai (mantan) presiden, tentu Obama tak akan kesulitan untuk melobi para artis dan musisi bukan?

Baca Juga:  Google Luncurkan Proyek Magenta yang Bisa Sulap Mesin Jadi Musisi

Persyaratan kerja lainnya termasuk telah membuat penyanyi Kendrick Lamar tampil di pesta ulang tahun. Lamar, Obama dan Janelle Monae memang telah menyanyikan Happy Birthday untuk putri Obama, Malia, pada tahun 2016 lalu. Persyaratan “telah memiliki delapan tahun pengalaman memimpin negara maju” juga ada dalam iklan lowongan tersebut.

Selain itu, iklan lowongan pekerjaan tersebut juga mencari kandidat yang memiliki karakter positif, dan kemampuan untuk “berbicara penuh semangat tentang playlist di acara-acara pers.”

Lalu apa yang membuat Spotify menawarkan pekerjaan pada Obama? Usut punya usut, ternyata baru-baru ini Obama pernah berkelakar soal menunggu tawaran pekerjaan dari Spotify ketika berbicara dengan Natalia Brzezinski, CEO dari Symposium Stockholm, sebuah perusahaan yang mengelola festival teknologi, musik, dan fashion di Swedia.

“Saya masih menunggu tawaran kerja dari Spotify, karena saya tahu kalian semua menyukai playlist saya,” komentar Obama pada foto Instagram unggahan Brzezinski.

Sebelumnya, Obama pernah mengkurasi playlist untuk Spotify, dan daftar lagu yang dibuatnya musim panas tahun lalu merupakan kompilasi campuran musik lawas dan musik modern, mulai dari Rock Steady-nya Aretha Franklin hingga So Ambitious-nya Jay Z dan Pharrell Williams.

Baca Juga:  Apple Jalin Kerja Sama Dengan Startup Ridesharing India, Ola

Presiden yang dikenal gaul ini sebetulnya pernah membahas masa depannya ketika Donald Trump menang dari Hillary Clinton pada pemilu presiden AS November lalu. Dia mengatakan berencana untuk tetap tinggal di Washington hingga putri bungsunya lulus SMA. Dari percakapan tersebut, Obama menyiratkan akan tetap berkarier di bidang politik.

Obama memang memiliki karier politik yang cukup panjang. Sebelum menjadi senator di Illinois, dia bekerja untuk membantu komunitas miskin di Chicago.

Namun jika suatu saat Presiden AS ke-44 ini berubah pikiran, setidaknya dia bisa menjadi President of Playlists di Spotify.