Tips & Guide

Perlukah Menggunakan Semua Jenis Keyword dalam Campaign di AdWords?

[Foto: pixabay.com]
Keberadaan keyword menjadi salah satu elemen yang paling penting dalam campaign di Google AdWords. Keyword menjadi semacam jembatan yang menghubungkan sebuah produk dengan user yang mencarinya melalui mesin pencari. Dalam dunia Search Engine Marketing (SEM) keyword umumnya menjadi satu perhatian khusus yang membutuhkan riset tersendiri untuk menentukan apakah ia akan dipilih untuk sebuah campaign atau tidak.

Sebagian orang berpikir bahwa penambahan keyword sebanyak-banyaknya memberi peluang sebuah iklan untuk muncul lebih sering. Sehingga, beberapa digital marketer hampir tidak meriset terlebih dahulu keyword yang dipakai untuk sebuah campaign. Hal tersebut boleh saja dilakukan, tetapi terlalu berbahaya, terlebih jika campaign yang dikelola berukuran raksasa seperti e-commerce.

Dalam sebuah e-commerce, ada jutaan kategori produk yang harus dikelola dalam channel AdWords. Otomatis budget yang digelontorkan pun tidak sedikit. Dengan melakukan penambahan keyword yang sembarangan, ini akan berpotensi menimbulkan kerugian, karena biaya yang dikeluarkan tidak sebanding dengan pendapatan sehingga Return On Investment (ROI) hampir nol.

Tergantung pada tujuan campaign

Setiap campaign bisa memiliki ribuan ad groups dan ratusan ribu ads yang berbeda. Otomatis, keywordnya pun berbeda-beda. Namun, di atas semuanya, sebuah campaign tetap memiliki tujuan yang sama. Satu hal yang harus dipahami oleh setiap digital marketer sebelum membuat campaign adalah memahami objective dari bisnis yang sedang ia jalankan. Sebab dengan memahami objective tiap-tiap bisnis, ini akan berpengaruh pada bagaimana cara ia membuat dan mengelola campaign.

Baca Juga:  Carvana Hadirkan Mesin Raksasa Penjual Mobil Otomatis Yang Menggunakan Koin

Sebuah campaign yang memiliki objective berupa brand awareness tentunya akan berbeda dengan campaign yang memiliki tujuan berupa conversion atau revenue. Nah, objective ini kaitannya juga dengan keyword apa saja yang digunakan dan bagaimana seorang digital marketer mengoptimisasi keyword tersebut.

Misalnya saja untuk campaign dengan tujuan brand awareness, digital marketer tentunya menghindari keyword-keyword exact match yang memiliki search volume rendah. Mengapa? Sebab yang dicari atau menjadi tolok ukur dalam campaign dengan tujuan brand awareness biasanya adalah impression, sehingga kemungkinan digital marketer memilih untuk menggunakan keyword-keyword yang lebih luas seperti tipe broad match atau bahkan broad match modifier.


[Dashboard Google AdWords – LABANA.id]

Artikel terkait: Apa arti Broadmatch, Exact Match, Phrase Match keywords, dll di Google AdWords?

Memecah campaign sebagai salah satu strategi

Meski demikian, penggunaan broad match modifier yang umumnya menjangkau banyak sekali user dan memiliki banyak sekali impression belum tentu spesifik kepada target audiens yang dituju. Terutama jika tujuan campaign Anda adalah untuk mendapat traffic atau bahkan revenue. Umumnya bila brand awareness menggunakan model bidding Cost per Impression (CPM), maka traffic menggunakan model bidding Cost per Click (CPC) atau Cost per Acquisition (CPA) untuk tujuan meraih revenue. Bila menemui kasus seperti ini, salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan membuat campaign yang lebih dari satu dengan masing-masing campaign didasarkan pada satu jenis keyword.

Baca Juga:  Seberapa Penting Attitude pada Calon Employee Anda?

Sebagai contoh, digital marketer membuat dua buah campaign untuk produk baju wanita dengan beragam model. Satu campaign didesain untuk menjangkau sebanyak-banyaknya user dan meraih impression yang tinggi. Maka campaign ini sepenuhnya menggunakan broad match modifier keyword. Setelah berjalan beberapa waktu, tentunya, Anda selaku digital marketer akan mendapatkan banyak insight, salah satunya melalui search term report yang terdapat dalam AdWords.

Search term report memuat berbagai query yang tidak termasuk ke dalam keyword dalam campaign Anda, namun dapat memicu iklan Anda muncul pada user. Misalnya saja, jika dalam campaign ada keyword +baju +wanita, bisa saja iklan dalam campaign itu muncul ketika orang mencari baju hangat untuk wanita. Search term report membantu Anda untuk menyusun satu buah campaign yang khusus memuat produk dengan keyword yang lebih panjang (long tail keyword) dan detail berdasarkan search term report yang Anda dapatkan dari campaign dengan keyword bertipe broad match modifier.

Misalnya jika dalam search term report, keyword baju hangat untuk wanita berhasil mencapai konversi, maka tidak ada salahnya jika Anda memasukkan keyword ini ke dalam campaign yang spefisik Anda buat untuk long tail keyword. Tentunya, agar iklan Anda dari campaign broad match modifier dan exact match tidak bertabrakan, Anda bisa menambahkan keyword tersebut sebagai negatif keyword di campaign yang bertipe broad match modifier. Cara ini bisa sebagai salah satu bentuk strategi jika Anda diwajibkan untuk mengelola campaign raksasa dalam satu waktu. Selamat mencoba!

Baca Juga:  Mau Memperpanjang Daya Baterai iPad? Begini Caranya