Opinion

Pernah Terngiang-Ngiang Sebuah Lagu di Dalam Kepala? Ini Penyebabnya

[Foto: livescience.com]
Anda tentu pernah merasakan saat dimana suatu lagu ‘terputar’ secara otomatis di kepala. Dan sekuat apapun Anda mencoba menghilangkannya, Anda tetap tidak bisa mengusirnya dari pikiran. Lantas, apa yang menyebabkan terjadinya fenomena ini?

Fenomena lagu yang seolah melekat di kepala ini biasa disebut earworm. Earworm bisa terjadi selama beberapa jam, berhari-hari bahkan berminggu-minggu. Secara etimologis, kata earworm berasal dari istilah Jerman, yakni ‘Ohrwurm’.

Ahli saraf Oliver Sack, dalam bukunya yang berjudul Musicophilia, mengungkapkan bahwa earworm merupakan tanda sensitivitas otak yang luar biasa terhadap musik. Keberadaan earworm juga menunjukkan bahwa ada bagian dari pikiran yang jelas berada di luar kontrol. Earworm datang tanpa permisi dan menolak untuk meninggalkan kepala, meskipun Anda berusaha mengusirnya.

Kelly Jakubowski, peneliti pasca-doktoral di Departemen Musik dari Durham University, Inggris, mengatakan bahwa lagu yang bisa earworm adalah lagu yang cukup sederhana untuk bisa diingat secara spontan. Selain itu, menurutnya, lagu tersebut juga harus memiliki sesuatu yang sedikit unik, sehingga membuat otak mau mengulangnya secara terus-menerus.

Baca Juga:  5 Hal yang Diprediksi Bakal Jadi Tren di Media Sosial pada 2017

Lalu, kondisi apa yang sebenarnya bisa memicu earworm? Dalam studi yang diterbitkan di jurnal Psychology of Music, peneliti menjabarkan beberapa penyebab munculnya earworm. Berikut ulasannya.

Paparan Berkali-Kali


Seringkali lagu yang didengar berkali-kali akan menimbulkan earworm. Dalam pengulangan, lagu memang berbeda dengan hal lain, misalnya pagar. Meski berulang kali melihat pagar yang sama, namun sudut pandang Anda ataupun pencahayaan tidak selalu sama. Berbeda dengan lagu.

Setiap kali memutar lagu yang sama, suara yang terdengar akan selalu identik. Proses mengingat sangat dipengaruhi oleh pengulangan. Jadi, bisa saja Anda mengalami earworm lagu yang sebenarnya tidak Anda sukai, hanya karena teman sekantor memutar lagu itu berulang-ulang setiap hari.

Ingatan

Banyak ingatan tentang suatu peristiwa yang memicu timbulnya earworm. Misalnya, kembali ke suatu tempat yang menjadi lokasi Anda mendengarkan sebuah lagu untuk pertama kalinya. Maka itu bisa menghadirkan ingatan yang jelas tentang lagu itu. Selain itu, bisa juga karena ingatan masa kecil.

Suasana Hati

Pemicu earworm selanjutnya adalah suasana hati. Misalnya ketika hujan turun dan suasana berubah sendu, lagu-lagu mellow yang pernah menemani masa-masa ketika patah hati tiba-tiba bergaung dan akhirnya terjebak di dalam kepala.

Baca Juga:  Hati-Hati, Media Sosial Kini Sudah Berubah

Bagaimana Cara Mengatasi Earworm?

Sebenarnya, meminta otak untuk berhenti memutar lagu yang menjadi earworm merupakan hal yang sia-sia. Sebab, bagian otak yang mengaturnya berada di luar kendali Anda.

Menurut orang yang pernah mengalami dan berhasil terlepas dari earworm, salah satu cara untuk mengatasinya adalah menyanyikan lagu itu hingga tuntas. Namun jika cara itu tidak berhasil, cobalah untuk melakukan hal lain yang bisa menyibukkan pikiran dan tidak terkait dengan lagu tersebut.

Berdasarkan studi yang diterbitkan pada tahun 2010 di British Journal of Psychology, para peneliti meminta orang-orang untuk mencatat lagu-lagu earworm apa saja yang mereka alami. Hasilnya, semakin mereka mencoba secara sengaja untuk menyingkirkan earworm dari kepala mereka, semakin lama pula lagu-lagu itu ‘terjebak’ di kepala mereka.

Menurut para peneliti, ketika orang berpikir mencoba untuk menghilangkan lagu-lagu earworm, maka sama saja dengan tetap membuatnya ada di kepala, karena orang sudah memikirkan lagu-lagu earworm tersebut.

Hal inilah yang menyebabkan akan lebih sulit untuk menghilangkan lagu-lagu earworm yang tidak kita sukai dan berusaha kita ‘buang’ dari kepala, dibandingkan lagu-lagu earworm yang kita sukai.

Baca Juga:  Penelitian: Usia Manusia Akan Sampai 125 Tahun di 60 Tahun ke Depan