News

Perseteruan Nokia vs Apple Makin Panas, Produk Hilang dari Toko Online

[Foto: Pixabay]
Perseteruan antara dua merek terkemuka di industri ponsel, Nokia dan Apple, nampaknya semakin panas. Pasca gugatan Nokia atas pelanggaran beberapa hak paten yang dituduhkan kepada Apple, perusahaan tersebut menghentikan penjualan seluruh produk milik anak perusahaan Nokia, Withings, yang semula dijual di toko-toko online milik Apple.

Seperti dilansir dari Mashable, Selasa, 27 Desember 2016, Apple resmi menghapus produk-produk Withings dari situs e-commerce miliknya. Produk keluaran Withings, sebuah perusahaan alat kesehatan digital yang dibeli Nokia pada April 2016 lalu, meliputi timbangan yang bisa dihubungkan dengan WiFi, perangkat kebugaran, serta berbagai alat kesehatan digital lainnya. Kini pembeli tak lagi bisa melihat produk-produk tersebut di toko online Apple.

Pengguna tetap masih bisa menemukan produk-produk tersebut di situs Apple jika mencarinya melalui mesin pencari Google, walaupun produknya sudah tak tersedia untuk dibeli.


Pihak Apple sendiri belum berkomentar soal raibnya produk-produk Whithings dari toko online-nya. Belum diketahui apakah hal tersebut disengaja sebagai tindakan “balasan” dari Apple, atau hanya sekedar kesalahan sistem saja.

Baca Juga:  Cara Mudah untuk Menelpon dan Menerima Telepon dengan Menggunakan Mac

Seperti diketahui, baru-baru ini Nokia telah menggugat Apple dengan tuduhan dugaan pelanggaran lisensi paten. Kasusnya diajukan ke pengadilan di Inggris, Italia, Spanyol, Swedia, Hong Kong, Jerman, Finlandia, Jepang, Perancis, dan Amerika Serikat.

Pelanggaran lisensi paten tersebut meliputi beberapa aspek. Pihak N0kia menyatakan setidaknya ada 32 paten teknologi yang dilanggar Apple, termasuk teknologi antena, layar, user interface (UI), software, chipset, dan koding video. Perusahaan asal Finlandia tersebut menuding Apple telah menggunakan teknologi mereka tanpa izin, dan tanpa membayar biaya lisensi. Beberapa dari paten tersebut telah menjadi milik Nokia setelah perusahaan tersebut mengakuisisi Siemens Network dan Alcatel-Lucent pada tahun 2013 dan 2016, dan sebagian paten lainnya memang merupakan milik Nokia sejak awal.

Menurut pihak Nokia, Apple telah memakai paten-paten miliknya dan tak bersedia membayar lisensi, walaupun Nokia telah berusaha untuk bernegosiasi dengan perusahaan yang dikenal dengan produk iPhone tersebut.

Gugatan Nokia atas Apple dengan tuduhan pelanggaran lisensi paten memang bukan hal baru. Di bawah kepemimpinan Stephen Eloph pada tahun 2009 lalu, Nokia pernah mengajukan gugatan serupa terhadap Apple, yang telah menggunakan paten teknologi WLAN, GSM, UMTS, dan berbagai teknologi lainnya di ponsel-ponsel keluaran Apple. Perseteruan antara Nokia dan Apple ini kemudian berakhir pada tahun 2011, saat Apple akhirnya setuju untuk membayar biaya lisensi atas penggunaan teknologi milik Nokia.