Review

Razer Phone: Jodohnya Gamer Mobile Kelas Kakap

Razer Phone [Foto: Razer]
Industri smartphone saat ini sebenarnya tak kekurangan pemain. Sedari pemain besar di Amerika Serikat, Apple, sampai penguasa Asia, Samsung, juga pemain-pemain baru dari Tiongkok, semua proaktif melahirkan produk dan inovasi baru. Tapi akui saja, sebenarnya sebagian besar dari Anda sedikit atau banyak punya rasa antusias (dan penasaran) ketika ada produsen smartphone anyar seperti Razer.

Ya, Razer lebih dikenal sebagai pembuat hardware dan software gaming berspesifikasi tinggi. Namun ternyata itu tidak cukup. Perusahaan yang berkantor di California itu buktinya memasukkan produk unik, berupa smartphone khusus gaming.

Kalau yang membuat ponsel untuk main game adalah perusahaan yang berpengalaman di sektor itu, kemungkinan besar produknya tidaklah main-main. Razer Phone, sebagaimana gawai itu disebut, memang punya hardware tingkat tinggi, setidaknya versi GSMArena (11/11/17).

Dari tampilannya saja, Razer Phone sudah berbeda dibanding kebanyakan Android lainnya. Di samping kamera depan 8MP-nya, muka gawai itu dijejali dengan dual front-facing speaker berteknologi Dolby Atmos yang tentunya bisa meningkatkan pengalaman dalam bermain game atau menonton video dan film. Mungkin, fitur ini juga yang jadi pertimbangan Razer untuk tidak menyediakan audio jack 3.5mm pada smartphone pertamanya ini.

Baca Juga:  Microsoft Teams vs Slack, Pilih Mana?

Bentuknya memang terkesan kaku dan berbeda dengan ponsel premium bezel-less yang belakangan menghujani pasaran. Namun, desain seperti ini setidaknya cukup membuat tangan dan jari para gamer nyaman.

Razer Phone [Foto: Razer]
Tak cuma memanjakan dari segi suara, visual juga jadi keunggulan Razer Phone. Panel LCD IPS-nya beresolusi 1.440×2560 piksel, lumayan memanjakan mata. Yang tak kalah menarik, layar ber-aspect ratio 16:9 itu mampu menampilkan 120 frame per second dan punya refresh rate yang amat tinggi, 120Hz. Ini artinya, pergerakan yang bisa ditampilkan layar akan sangat smooth.


Sekilas info, Razer Phone adalah smartphone pertama dengan gaming display 120Hz, membuatnya tak kalah dengan PC. Jika Anda ingin menghemat baterainya, Anda juga bisa menurunkan refresh rate-nya menjadi 60Hz atau 90Hz. Tentu saja menyenangkan melihat betapa lancar dan halusnya animasi di Razer Phone saat membuka dan menutup aplikasi atau men-scroll timeline Twitter, tetapi alangkah lebih baik kalau kelebihan ini dimaksimalkan saat bermain game berat.

Sementara itu, di dalam bodi 5,7 incinya, Anda bisa menemukan jeroan sekelas chipset Qualcomm Snapdragon 835 Octa-Core, GPU Adreno 540, RAM 6GB, internal storage 64GB, dan pastinya OS Android versi 7.1.1 Nougat. Tak heran kalau skor benchmark AnTuTu-nya mencapai 179357.

Baca Juga:  Apple Watch Dikabarkan Memiliki Kemampuan untuk Dukung Segala Jenis Olahraga

Aktivitas harian Anda juga akan disokong dengan baterai berkapasitas 4.000mAh yang mendukung teknologi Quick Charge (ponsel ini bisa mengisi daya dari 0 persen sampai 70 persen dalam 30 menit saja). Yang jadi kekurangan dari ponsel mewah ini mungkin adalah tak ada dukungan wireless charging.

Razer Phone [Foto: Razer]
Untuk kameranya, Razer Phone sepertinya tak terlalu ambil pusing. Wajar, ponsel ini sejatinya memang ditakdirkan untuk bersanding dengan para gamer mobile kelas kakap. Namun, gadget yang menempatkan sensor sidik jari di sisinya ini tetap dipersenjatai dengan dual-camera 12MP (lensa utamanya ber-aperture f/1.8 dan lensa telephoto-nya cuma f/2.6) jika Anda membutuhkan foto yang tak memalukan. Sedangkan untuk urusan berswafoto, seperti sudah disebutkan di beberapa paragraf ebelumnya, ada shooter 8MP dengan f/2.0 tanpa LED flash.

Razer Phone dijadwalkan mulai bisa dibeli pada 17 November 2017. Namun, hanya masyarakat di negara-negara yang “beruntung” saja yang bisa membawa pulang gadget berbodi aluminium itu tepat di tanggal tersebut, seperti Amerika Serikat, Kanada, dan Britania Raya. Kemungkinan Razer Phone tersedia di Asia memang ada, tetapi Razer belum bisa menjanjikan secara pasti kapan. Harga per unitnya sendiri di atas Rp10 juta, sekelas lah dengan Samsung Galaxy Note 8, tapi lebih rendah dari iPhone X.

Baca Juga:  Smartphone Manakah yang Merajai Penjualan Global Selama 2016?

Tertarikkah Anda memiliki Razer Phone?