Opinion

Rekomendasi Reporting Tools untuk Agency

[Foto: pixabay.com]
Bagi seorang digital marketer, pekerjaan membuat report menjadi satu buah tantangan tersendiri. Terlebih bagi industri yang besar atau agency yang memiliki banyak klien dengan banyak akun yang dihandle dalam satu waktu. Pekerjaan membuat report atau reporting memakan waktu tersendiri. Pertama, digital marketer harus memastikan report tersebut menggambarkan kondisi keseluruhan progress yang telah dicapai maupun hasil-hasil kerja yang menunjukkan KPIs. Kedua, melalui report tersebut, ia juga harus dituntut untuk membuat klien atau managernya paham kondisi yang sedang terjadi di dalam akun yang sedang dikelolanya.

Jika seorang digital marketer mengelola satu akun, mungkin membuat report secara manual bisa dilakukan dengan mudah. Akan tetapi, lain ceritanya jika ia memegang lebih dari satu akun dengan KPIs yang berbeda-beda, bisa dibayangkan akan bagaimana repotnya.

Untuk itu, agar menghemat waktu dan tenaga, ada baiknya digital marketer mulai menggunakan berbaga tools yang didesain untuk membuat report secara lebih mudah dan praktis.

1. Megalytic

Megalytic menjadi salah satu tool populer yang banyak digunakan untuk membuat report di dunia digital marketing. Banyak agency yang menggunakan tool ini untuk pekerjaan reporting, terutama ke klien. Salah satu alasannya adalah kemudahan yang ditawarkan oleh tool ini.

Baca Juga:  Alibaba Group Akuisisi Lazada. Berikutnya Tokopedia?

Megalytic menyediakan template yang bisa langsung digunakan. Digital marketer hanya perlu mengimport data dari berbagai sumber, misalnya saja dari Google Analytics, Facebook Ads, CSV file, dan lain-lain.
Tool ini juga menyediakan berbagai widgets yang bisa Anda gunakan untuk optimsiasi report. Anda bisa langsung mengirimkan report melalui tool ini kepada klien dan melakukan tracking apakah report tersebut sudah dibuka atau belum.

2. Databox

Databox memungkinkan agency untuk melakukan reporting secara otomatis kepada klien. Tool ini menjadi semacam one-stop-reporting-tools yang bisa melakukan report data dari berbagai sumber populer seperti misalnya AdWords, Twitter, bahkan HubSpot. Dalam Databox, Anda bisa melakukan goal setting, memonitornya, serta menghitung ROI yang didapat.

Databox tersedia untuk berbagai platform dan bisa diakses dengan sangat mudah, baik melalui desktop, mobile, maupun Slack. Dengan tool ini, digital marketer akan semakin dimudahkan untuk memantau progress di manapun dan kapapun.

3. DashThis

DashThis menjadi salah satu tool yang bisa digunakan oleh digital marketer, khususnya jika ingin mengetahui report dari campaign mengenai brand untuk produknya. DashThis dapat diintegrasikan dengan berbagai platform populer seperti Instagram, Ahrefs, dan lain-lain untuk mengetahui report secara real time.

Baca Juga:  Berkenalan dengan Industri Fintech di Indonesia

Istimewanya, tool ini tidak hanya menyajikan report tetapi bisa mengetahui progress dari setiap campaign melalui dashboard yang bisa diakses baik oleh agency maupun klien. Sehingga, dengan menggunakan DashThis, kedua pihak akan sama-sama mengetahui seberapa bagus performa dari campaign branding yang sedang dijalankannya.

4. TapAnalytics

Jika Anda tidak memiliki kemampuan IT untuk memahami koding sama sekali atau tim Anda memiliki resource yang terbatas dari segi IT, barangkali tool ini bisa menjadi salah satu yang harus Anda coba gunakan. TapAnalytics memungkinkan Anda untuk melakukan reporting dari berbagai sumber data tanpa memerlukan keahlian IT sama sekali.

Penggunaanya yang mudah serta berbagai widgets yang dimiliki platform ini memungkinkan Anda untuk menyajikan sebuah report yang kaya akan insight kepada klien. Tool ini juga memungkinkan Anda untuk melihat berbagai reports dari klien yang berbeda dalam satu dashbboard, sehingga cocok sekali digunakan oleh agency atau digital marketer yang mengelola lebih dari satu akun.