Review

Remarketing pada Google AdWords

[Ilustrasi: megalytic.com]
Pernahkan Anda melihat sebuah iklan tiket dari Traveloka di browser ponsel Anda, beberapa waktu setelah Anda melihat-lihat harga tiket di sana? Atau, pernahkah Anda membatalkan sebuah transaksi di Lazada, tetapi berhari-hari setelahnya Anda menemukan iklan Lazada di setiap website yang Anda kunjungi? Jika itu terjadi, barangkali Anda menjadi salah satu customer dalam remarketing list yang dimiliki oleh campaign perusahaan-perusahaan tersebut.

Remarketing merupakan salah satu metode marketing yang digemari oleh digital marketer di seluruh dunia. Hal ini dikarenakan, remarketing memungkinkan sebuah iklan untuk muncul pada user atau calon customer yang memang memiliki peluang lebih besar untuk mencapai konversi yang diinginkan. Misalnya saja, user yang sebelumnya telah melakukan transaksi di sebuah e-commerce. Atau, misalnya lagi, user yang telah masuk ke dalam sebuah halaman untuk membeli barang, namun tidak jadi check out dan menyelesaikan transaksi.

Remarketing banyak dipakai oleh digital marketer dalam campaign yang berukuran besar. Umumnya, remarketing banyak dipakai untuk campaign dengan tujuan mencapai konversi. Misalnya saja pada e-commerce, situs booking hotel atau pesawat, dan lain-lain.

Baca Juga:  3 Tips Agar Tetap Terhubung dengan Tren di Social Media

Seperti kita tahu, digital customer memang memiliki perilaku yang sangat dinamis, termasuk ketika berbelanja produk. Itulah sebabnya banyak kemudian yang terjadi ketika customer telah memilih barang dan memasukkannya ke dalam keranjang belanja, tetapi tiba-tiba dibatalkan dengan berbagai alasan. Remarketing membantu marketer untuk sekali lagi mendekati customer yang potensial ini agar menyelesaikan transaksi atau menawarkan produk lain yang relevan dengan apa yang ia cari sebelumnya.


Jenis-jenis remarketing pada AdWords

Ada beberapa jenis remarketing pada AdWords yang memiliki berbagai keuntungan untuk masing-masing tujuan campaign, di antaranya:

  1. Standard remarketing
  2. Dynamic remarketing
  3. Remarketing for mobile apps
  4. Remarketing list for search ads
  5. Video remarketing
  6. Email-list remarketing

Keuntungan remarketing

Dalam sebuah campaign yang memiliki target mencapai conversion, remarketing tentu saja memiliki berbagai keuntungan bagi jalannya bisnis. Namun, tak hanya untuk conversion saja. Remarketing juga memiliki berbagai keuntungan untuk bermacam tujuan campaign, dari mulai menggiring traffic halaman website, lead generation, bahkan brand awareness. Intinya remarketing membantu marketer untuk fokus pada Return on Investment (ROI).

Baca Juga:  5 Gawai Ini Bakal Bikin Rumah Anda Lebih Aman

1. Mengakses orang-orang yang paling potensial menjadi customer

Keuntungan paling utama dalam remarketing adalah karena iklan akan ditujukan pada customer yang lebih berpeluang untuk mencapai konversi, alih-alih mencari customer baru. Misalnya saja pada mereka yang memiliki engagement paling tinggi, telah menggunakan suatu aplikasi, atau sudah melihat produk-produk tertentu namun belum melakukan transaksi. Dibandingkan dengan customer baru, mereka yang telah menggunakan produk sebelumnya atau hampir melakukan transaksi bisa dipastikan lebih berpeluang untuk mencapai konversi. Tak cuma itu, remarketing juga menghindarkan iklan muncul pada customer yang acak dan hanya sekadar mencari-cari tanpa ada tujuan untuk membeli atau menggunakan suatu produk.

2. List yang disesuaikan dengan tujuan campaign

Remarketing list bisa kita sesuaikan dengan tujuan campaign yang berbeda-beda. Kita dapat melakukan pengaturan mengenai siapa saja dan customer yang bagaimana yang bisa masuk ke dalam remarketing list. Dengan demikian, iklan akan benar-benar tertarget pada customer yang tepat dan potensial.

3. Efficient pricing

Sebagai advertiser, Anda dapat mengatur remarketing campaign dengan automate bid strategies seperti target CPA (Cost per Acquisition) maupun ROAS (Return on Ad Spending). Real-time bidding dapat menghitung dan memprediksi jumlah bid yang paling sesuai untuk setiap audiens yang melihat iklan Anda.

Baca Juga:  Mengenal 5 Istilah Populer dalam Google AdWords

4. Proses yang mudah

Remarketing campaign tak ubahnya seperti proses pembuatan campaign pada biasanya.