News

Resmi, Pekerja di Perancis Punya Hak Hindari Email Kantor di Luar Jam Kerja

Foto: [sevenatoms.com]
Email merupakan salah satu fasilitas yang sangat penting bagi para pekerja. Melalui email, berbagai informasi terkait pekerjaan kerap disampaikan. Namun dibalik fungsinya, email terkadang bisa menjadi pemicu stres. Ya, apalagi kalau bukan karena segudang notifikasi email di ponsel atau membuka email kantor di luar jam kerja.

Akan tetapi, banyak perusahaan atau atasan yang kurang memahami hal ini. Namun, hal itu tidak berlaku di Prancis. Kini para pekerja di Prancis memiliki hak penuh untuk menghindari email kantor di luar jam kerja. Bahkan, hak ini bersifat legal atau dilindungi hukum.

Seperti dilansir dari BBC, per 1 Januari 2017, hukum tersebut resmi berlaku dan ditujukan bagi perusahaan yang memiliki lebih dari 50 karyawan. Kehadiran peraturan ini disambut baik oleh sejumlah pekerja. Karena selama ini, pekerja tetap diminta mengecek dan membalas email di luar jam kerja dianggap sebagai lembur, namun banyak yang tidak dibayar. Selain itu, kebiasaan ini juga telah lama dianggap memicu stres, gangguan tidur, dan masalah dalam hubungan sosial si pekerja.

Baca Juga:  Pemilik Video di Facebook Kini Bisa Menghasilkan Uang Dari Orang yang Membajak Videonya

Sebelum aturan baru ini muncul, sejumlah perusahaan telah mencoba membatasi pekerja mereka untuk mengecek email kantor. Seperti yang dilakukan pabrikan mobil asal Jerman, Daimler di tahun 2014.

Saat pekerjanya mengambil jatah libur, Daimler memberikan keleluasaan kepada pekerjanya untuk tidak membalas email kantor. Bahkan, mereka diberi keleluasaan untuk menghapus seluruh email baru yang masuk saat mereka tengah cuti.

Selain itu, Prancis bisa dibilang sebagai surganya para pekerja. Prancis dikenal sebagai salah satu negara dengan jam kerja paling rendah di dunia, yaitu 35 jam per pekan sejak tahun 2000. Di negara ini, istirahat makan siangnya juga berlaku sampai dua jam. Bahkan biasanya toko-toko kecil tutup di jam makan siang agar pegawainya bisa menghabiskan waktu dengan keluarga masing-masing. Pekerja di Prancis juga jarang bekerja lembur atau terpaksa membawa pekerjaan mereka pulang ke rumah.


Email Jadi Hal yang Dikritik dalam Banyak Kebijakan Perusahaan di Seluruh Dunia

Seorang peneliti memperkirakan, dibutuhkan 64 detik untuk kembali bekerja setelah memeriksa pesan baru. Penelitian lainnya memperlihatkan bahwa waktu untuk membuka email bisa menambah waktu yang tidak dipakai untuk bekerja setiap harinya.

Baca Juga:  Harus Lebih Teliti, Video pun Kini Bisa Dimanipulasi Jadi Hoax!

Dilansir dari BBC, karena dampak buruknya terhadap efisiensi di tempat kerja dan kesejahteraan pegawai, email menjadi hal yang dikritik dalam banyak kebijakan perusahaan di seluruh dunia.

Thierry Breton, CEO dari perusahaan TI Prancis, Atos, mengumumkan larangan penggunaan email internal untuk 80.000 karyawan perusahaan tersebut. Sejak saat itu, pelarangan email menjadi makin populer untuk perusahaan-perusahaan untuk membantu para karyawan mendapatkan keseimbangan kerja dan hidup sehari-hari serta meningkatkan produktivitas mereka.

Namun, seseorang bernama Jim Harter mengatakan, pelarangan secara menyeluruh dapat menjadi bumerang. Harter adalah ketua ilmuwan mengenai manajemen tempat kerja dan kesejahateraan di perusahaan riset Gallup.

“Di permukaan, pelarangan ini memang tampaknya seperti hal yang benar. Namun, perusahaan harus melihat dulu akar penyebab yang membuat karyawan stres,” kata Harter. Ia menunjukkan bahwa perusahaan yang melarang email di luar jam kerja malah mungkin mengucilkan para pekerja produktif yang lebih suka bekerja pada jam-jam yang fleksibel.

Walau tampaknya kecenderungan tidak menggunakan email hanya untuk para perusahaan ‘pemberontak’, larangan ini juga mulai mengakar di serangkaian industri. Seorang kolumnis New York Times menuliskan mengenai alat yang digunakannya dengan editornya untuk menggantikan email.

Baca Juga:  Seorang Wanita Dipenjara Karena Bikin Akun FB Palsu Untuk Fitnah Mantan Pacarnya

Bahkan, organisasi nirlaba perumahan yang berbasis di Inggris, Halton Housing Trust, juga sudah mengurangi penggunaan email. Nick Atkin, CEO Halton yang merupakan kritikus vokal mengenai email, meskipun ia mengakui dalam blog perusahaannya bahwa upaya ini tidak sepenuhnya berjalan mulus.

Kalau Anda, apakah terganggu dengan notifikasi email kantor di luar jam kerja?