Opinion

Riset Google Tunjukkan Hal-Hal Unik dari Generasi Millennial yang Telah Jadi Orang Tua

[Foto: pixabay.com]
Menyebut millennial sebenarnya kita membicarakan mereka yang lahir dari tahun 80an ke atas. Artinya, ‘angkatan’ pertama dari generasi millennial ini kini sudah tumbuh dewasa dan mungkin sudah tidak bisa dikategorikan sebagai anak muda usia 20an yang kerap disematkan sebagai para millennial.

Sebagian besar millennial kini telah tumbuh menjadi orang dewasa sepenuhnya. Mereka memiliki karier, hidup berumah tangga dengan orang lain, dan melahirkan anak-anak yang sebenarnya satu generasi dengannya, namun tidak bisa dikatakan sama. Ada sekitar 40% dari millennial ini yang telah bertransformasi menjadi sosok orang tua. Tentunya, hal ini menjadi fakta yang unik sekaligus peluang yang sangat bagus dari segi bisnis.

Baru-baru ini, Google melakukan riset dengan Flamingo dan Ipsos Connect untuk memahami apa yang membuat para orang tua dari generasi millennial ini berbeda. Dalam riset itu, Google juga menggali data mengenai bagaimana sebuah brand melakukan pendekatan pada mereka yang sebenarnya sedang berada di fase yang cukup unik.

Jika Anda termasuk ke dalam marketer dari generasi millennial, artikel ini barangkali akan membantu Anda untuk mulai bertanya-tanya pada diri sendiri. Sekaligus, Anda akan mendapatkan banyak insight mengenai apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam bisnis.

Baca Juga:  5 Selebgram Cilik Populer di Indonesia

Orang tua dari generasi millennial menerobos batasan gender

Ketika berbicara soal parenting, dalam bayangan kita, ibu mungkin akan memegang peranan lebih dominan dibandingkan ayah. Mungkin itu menjadi stereotype yang berkembang di masyarakat mengenai peran gender dan fungsi dalam keluarga seorang ayah maupun ibu. Namun, ada fakta yang menarik mengenai hal ini di kalangan orang tua millennial, yakni ayah ternyata lebih banyak berperan dan peduli terhadap pengasuhan anak dibandingkan dengan ibu.


Sebanyak 86% ayah dari generasi millennial ini menonton YouTube dengan berbagai topik yang terkait dengan parenting. Mereka aktif mencari tahu mengenai parenting, seperti cara membuat makanan untuk anak, cara menggunakan produk, dan lain sebagainya. Data lainnya juga menyebutkan bahwa 82% ayah dari generasi millennial ini mengonsumsi konten yang berkaitan dengan berita-berita pop culture yang mana hal tersebut membuat ia lebih bisa memahami anaknya terkait dengan sesuatu yang sedang up to date.

Mereka lebih egaliter terhadap anak

Meski masih terpengaruh budaya di masing-masing tempat tinggal, umumnya para orang tua dari generasi millennial ini lebih egaliter terhadap anaknya. Mereka tidak menyukai hierarki dan lebih intim secara komunikasi. Sebanyak 8 dari 10 orang menyatakan setuju bahwa anak adalah salah satu teman terbaik mereka. Sebanyak 74% dari mereka juga menyatakan bahwa mereka akan menyertakan anak-anaknya dalam keputusan yang menyangkut rumah tangga atau keluarga. Hal tersebut tentu saja menjadi perbedaan mencolok bila dibandingkan dengan orang tua dari generasi sebelumnya.

Baca Juga:  Bagaimana Saya Mencari Pekerjaan Baru Ketika Masih Berstatus Employee?

Dalam kaitannya dengan marketing, sifat orang tua millennial yang seperti ini berpengaruh pada konten yang mereka nikmati. Yakni, mereka lebih menikmati konten yang juga bisa dinikmati oleh anak-anaknya. Sehingga, sebagai marketer Anda harus jeli melihat peluang ini.

Orang tua dari generasi millennial memiliki passion yang kuat dalam hidupnya

Meskipun ketika memiliki anak para millennial ini berubah status menjadi orang tua, faktanya ada hal-hal dalam diri mereka yang tidak bisa dihilangkan sama sekali. Mereka adalah orang-orang yang memiliki passion yang kuat dalam hidupnya. Oleh karena itu, selain menikmati sajian produk yang berkaitan dengan kebutuhan anaknya, mereka pun memiliki selera khusus untuk dirinya sendiri.

Sebanyak 75% orang tua dari generasi millennial mengatakan mereka masih melanjutkan apa yang menjadi passionnya selama ini meskipun statusnya telah berubah menjadi orang tua. Mereka tetap menggemari hal-hal khusus seperti memasak, fotografi, ataupun hobi lain yang biasa mereka lakukan ketika mereka belum berstatus orang tua.

Berdasarkan data-data tersebut, tentunya sebagai marketer, Anda bisa memahami bahwa bagi generasi millennial yang menjadi orang tua, ada hal-hal unik pada dirinya. Mereka tidak hanya orang tua yang berusaha memahami anaknya dengan selalu update mengenai gaya hidup yang dialami anaknya. Namun, mereka juga tetap berusaha memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang menjadi passionnya.

Baca Juga:  3 Penyebab Utama Abandonment pada Consumer E-Commerce