News

Samsung Kenalkan “Bedtime VR Stories” Sebagai Penawar Rindu Orangtua

[Foto: Samsung.com]
[Foto: Samsung.com]
Salah satu aspek yang kerap terabaikan dalam dunia virtual reality (VR) yang kini tengah naik daun adalah potensinya untuk mempertemukan orang-orang yang terpisah jarak di dalam sebuah ruang virtual.

Kebanyakan gawai VR yang ada lebih fokus untuk sekedar menikmati VR secara pasif atau bermain game. Tapi, aplikasi baru dari Samsung yang dinamakan Bedtime VR Stories memberikan contoh bagaimana VR bisa menjadi alat komunikasi yang efektif, terutama bagi orangtua dan anak-anak.

Aplikasi yang menggunakan kombinasi antara VR dan VOIP (Voice Over Internet Protocol) ini memungkinkan orangtua untuk ‘bertemu’ dan membacakan cerita sebelum tidur pada anak mereka di dalam dunia VR. Untuk mengakses aplikasi ini, orangtua perlu mengenakan sebuah Samsung Gear VR dan ponsel pintar yang mendukungnya. Untuk si anak, hanya diperlukan sebuah cardboard viewer khusus yang telah didesain dengan desain yang lucu.

Dewasa ini, semakin banyak keluarga yang kedua orangtuanya sama-sama bekerja di luar rumah. Akibatnya, banyak orangtua yang kesulitan untuk meluangkan waktu bagi anak-anak adalah. Dalam hal ini, Samsung menawarkan solusi bagi para orangtua yang sibuk untuk bisa tetap terhubung dengan anak-anaknya.

[Foto: Perangkat yang mendukung Samsung Bedtime VR Stories| Samsung.com]
[Foto: Perangkat yang mendukung Samsung Bedtime VR Stories | Samsung.com]
Yang kini jadi permasalahan, apakah penggunaan VR pada anak-anak merupakan solusi yang tepat? Kita semua sudah sering diperingatkan bahwa memandangi LCD sebelum tidur tidaklah baik untuk kesehatan. Oleh karenanya, menggunakan alat seperti ini sepertinya malah akan menimbulkan banyak masalah baru. Bahkan pada tahun 2014, eksekutif Samsung menyatakan bahwa gear VR ini “sebaiknya tidak digunakan oleh anak-anak”, lalu menambahkan bahwa yang dimaksud adalah anak-anak di bawah usia 13 tahun. Meskipun mungkin hal ini tidak berlaku bagi cardboard viewer, namun tetap saja para orangtua patut waspada ketika memberikannya bagi anak-anak.

Untuk saat ini, perlengkapan dan aplikasi VR ini masih dalam proses pengembangan dan belum diluncurkan secara resmi. Jika aplikasi dan alat ini rilis, tentunya akan banyak orangtua yang tertarik untuk membeli ponsel pintar Samsung dan Gear VR headset, mengingat belum ada fitur seperti ini dalam produk Apple. Terlebih lagi jika Samsung memutuskan untuk bekerja sama dengan Pixar maupun Disney dalam membuat animasinya, bisa dipastikan VR akan menjadi salah satu industri paling profitable di dunia teknologi.

 

Jangan lupa ikuti kami di Twitter untuk mendapatkan update terbaru dari @LabanaID


Warning: ksort() expects parameter 1 to be array, object given in /home3/labanus/public_html/sites/labana.id/wp-content/plugins/yet-another-related-posts-plugin/classes/YARPP_Cache.php on line 465