News

Samsung Patenkan Teknologi Smartwatch yang Bisa Proyeksikan Interface ke Tangan Anda

[Gambar: uspto.gov]
[Gambar: uspto.gov]
Samsung telah mengajukan hak paten untuk teknologi smartwatch yang bisa memproyeksikan user interface virtual ke tangan atau lengan bawah penggunanya. Sebelumnya, sebuah tim laboratorium riset di Carnegie Mellon University juga telah menciptakan teknologi serupa yang bisa membuat kulit tangan Anda berfungsi sebagai layar sentuh ekstensi smartwatch.

Seperti yang kita ketahui, dewasa ini layar smartphone makin lama semakin membesar. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya produk-produk seperti phablet (phone tablet). Namun dalam hal ini, jam tangan atau smartwatch memiliki pilihan ukuran yang lebih terbatas. Namanya juga wearable device, jika terlalu besar tentunya akan membuat pengguna merasa tidak nyaman ketika mengenakannya. Dengan layarnya yang kecil, smartwatch bisa dibilang sulit untuk dinavigasi dan sering kali tulisannya terlalu kecil untuk dibaca. Selain itu, smartwatch tidak memiliki fungsi dasar smartphone, seperti adanya keyboard untuk mengetik pesan. Dengan adanya teknologi baru ini, pengguna smartwatch bisa menikmati tampilan layar yang lebih luas dan mendapatkan ruang untuk mengetik.

Dalam sketsa pengajuan paten yang beredar, smartwatch tersebut dapat memproyeksikan dial pad, notifikasi, pilihan menu, dan bahkan layar untuk menulis ke punggung tangan dan lengan seseorang. Tentunya, pemakainya dapat berinteraksi dengan interface yang berada di luar smartwatch tersebut.

Yang menariknya lagi, teknologi ini tidak hanya terbatas pada smartwatch dan jarak proyeksi yang dekat. Teknologi ini juga memungkinkan pengguna untuk memproyeksikan interface smartwach dengan ukuran yang besar pada bidang apapun yang ada di sekitar pengguna. Selain itu, Samsung mengklaim bahwa teknologi yang sama juga bisa digunakan pada headset dan perangkat VR yang nampaknya bisa digunakan untuk membuat gabungan dunia virtual dengan lingkungan sekitar pengguna. Sounds cool, right?

Tapi, sebelum Anda melompat kegirangan karena berita ini, harap diingat bahwa meskipun teknologi ini sudah dipatenkan, bukan berarti teknologi ini tengah diproduksi atau sedang dibangun oleh pihak Samsung. Hak paten sendiri bertujuan untuk melindungi agar ide-ide Anda tidak dicuri dan memiliki ide bukan berarti Anda bisa memproduksinya. Bahkan sampai sekarang, belum ada informasi pasti apakah Samsung tengah mengembangkan teknologi ini. Kita lihat saja, apakah teknologi ini akan menjadi kenyataan.

Jangan lupa ikuti kami di Twitter untuk mendapatkan update terbaru dari @LabanaID