News

Satu Orang yang Merusak Internet Dalam 2 Jam

[Foto: breyten | flickr.com]
Dunia development aplikasi website cukup heboh beberapa lalu. Penyebabnya karena NPM (layanan package management untuk NodeJS) gagal berfungsi. Padahal NPM banyak digunakan di seluruh dunia untuk pengembangan aplikasi website. Usut punya usut, penyebabnya adalah karena satu orang, Azer Koçulu, menghapus 11 baris kode di NPM.

NodeJS adalah framework berbasis JavaScript yang cukup populer digunakan untuk membangun aplikasi website di seluruh dunia. Untuk kebutuhan pengembangan aplikasi yang berbasis NodeJS seringkali diperlukan penambahan beberapa paket atau model NodeJS lainnya.

Paket atau modul-modul NodeJS tersebut seringkali terkait dengan paket-paket lain. Jika harus dipasang satu-satu tentunya cukup memakan tenaga dan waktu ekstra. Di sinilah NPM berperan. NPM (perusahaan swasta) menyediakan layanan untuk membantu instalasi paket NodeJS tanpa perlu pusing dengan dependensinya. Pada dasarnya konsep NPM mirip dengan apt-get yang biasa digunakan untuk software management di distro Linux Debian dan turunannya.

Dengan kemudahan yang diberikan oleh layanan NPM, tak pelak perangkat ini menjadi layanan favorit pengembang aplikasi berbasis NodeJS di seluruh dunia. Maka ketika NPM berhenti bekerja otomatis kehebohan terjadi di internet.

KIK Messenger

Kejadian ini bermula dari email yang dikirimkan oleh agen paten dari KIK (aplikasi chat messenger) kepada Azer Koçulu pada 11 Maret 2016 lalu. Agen paten yang bernama Bob Stratton ini meminta Azer untuk mengganti nama salah satu paket NodeJS open source yang sudah ada di NPM. Kebetulan paket ini diberi nama “kik” oleh Azer. Azer menolak, alasannya karena paket yang ia kembangkan ini digunakan untuk proyek open source.

Bob kemudian menjawab kembali email tersebut dengan menekankan bahwa “kik” adalah merek dagang yang sudah terdaftar di berbagai negara di dunia. Dia mengingatkan, kalau Azer tetap menggunakan nama “kik” untuk proyek open sourcenya pengacara dari KIK Chat Messenger akan menuntutnya.

We don’t mean to be a dick about it, but it’s a registered Trademark in most countries around the world and if you actually release an open source project called kik, our trademark lawyers are going to be banging on your door and taking down your accounts and stuff like that — and we’d have no choice but to do all that because you have to enforce trademarks or you lose them.

Email Bob Stratton kepada Azer

Namun Azer tetap menolak permintaan tersebut. Hal yang sangat dimaklumi para pengguna open source, karena nada email tersebut dianggap mengancam.


Jangan lupa ikuti kami di Twitter untuk mendapatkan update terbaru dari @LabanaID