Opinion

Sering Gunakan Smartphone Secara Berlebihan? Ini Dampak Buruknya Bagi Mata Anda

[Foto: spyhide.com]
Zaman dulu, hal pertama yang ingin dilakukan kebanyakan orang saat bangun tidur adalah membuka jendela kamar dan melihat pemandangan di sekitarnya. Namun kini, kebiasaan itu tampaknya sedikit bergeser. Jujur saja, apa yang pertama kali Anda ingin lihat saat membuka mata? Sebagian tentu akan menjawab smartphone.

Dengan hadirnya smartphone, orang dihadapkan dengan layar smartphone setiap waktu, siang dan malam. Mungkin di antara Anda sudah ada yang menyadari dampak buruk melihat layar smartphone terus-menerus terhadap mata. Namun, ternyata dampaknya tidak sesederhana yang dipikirkan.

Andrew Bastawrous, seorang ahli mata mengatakan bahwa penggunaan smartphone bisa membuat bentuk mata penggunanya berubah serta menyebabkan mata rabun dan lamur.

“Sejak satu decade yang lalu, banyak orang menjadi (lebih cepat) rabun. Implikasi dari hal ini bukan hanya berarti lebih banyak orang yang membutuhkan kacamata, namun ini adalah kondisi patologis,” katanya, sebagaimana dilansir dari laman Wired.

Bastawrous mengatakan, kondisi myopia epidemic (mata lamur) ini terjadi karena ukuran bola mata membesar, terutama pada populasi keturunan Asia. Miopia menyebabkan orang berpotensi menderita kerusakan penglihatan, seperti glaukoma atau permasalahan retina lainnya.

Baca Juga:  AirSelfie, Inovasi Drone Mungil untuk Ber-selfie Ria

Menurutnya, kondisi ini ditemui di seluruh dunia, terutama di Asia. Bahkan, lebih dari 90 persen anak sekolah di Singapura terkena rabun yang pada gilirannya bisa berubah menjadi miopia (mata lamur).


“Hal tersebut terjadi lantaran makin banyak orang yang membaca dari jarak dekat, terutama dengan smartphone yang menjadikan mata lebih cepat rabun. Tentunya, kondisi ini juga didorong oleh hal lain, misalnya saja saat orang lebih sedikit menghabiskan waktu di luar ruangan,” paparnya.

Bisa dikatakan, penggunaan smartphone berlebih serta jarang berada di luar ruangan menjadi faktor pendorong pada mata rabun dan lamur.

Oleh karenanya, Bastawrous yang juga founder PEEK Vision itu mengingatkan agar pengguna mengurangi waktu di depan layar smartphone, terutama bagi anak-anak. Selain itu, ia juga menyarankan agar anak di sekolah lebih banyak menghabiskan waktu di luar kelas.

Bahaya sinar biru pada layar smartphone

Layar smartphone memancarkan sinar biru (blue light) yang berdampak buruk bagi mata. Lantas, apa saja dampaknya? Berikut adalah ulasannya.

Baca Juga:  10 Profesi yang Sepertinya Bakal Digantikan Kecerdasan Buatan

-Kerusakan retina
Paparan langsung sinar biru bisa menyebabkan kerusakan pada retina. American Macular Degeneration Foundation memperingatkan bahwa kerusakan retina yang disebabkan sinar biru bisa menyebabkan degenerasi makula. Hal ini bisa menyebabkan hilangnya penglihatan sentral, yaitu kemampuan untuk melihat apa yang ada di depan Anda.

Namun perlu dicatat, kebanyakan penelitian yang menunjukkan efek ini adalah berkenaan dengan cahaya biru yang dipancarkan sangat dekat dengan retina. Jadi, menatap sinar biru di smartphone pada malam hari yang masih dalam batas wajar, tidak akan berdampak demikian.

-Menimbulkan katarak

Meski penelitian lebih lanjut mengenai hal ini masih diperlukan, namun tidak tertutup kemungkinan adanya hubungan antara katarak dan sinar biru. GigaOM mengutip pernyataan seorang dokter mata yang menyebutkan bahwa ia mulai melihat orang-orang berusia 35 tahun memiliki mata berawan dengan katarak seperti orang-orang berusia 75 tahun.

Walau satu pernyataan ini tidak bisa begitu saja membuktikan bahwa paparan sinar biru menyebabkan katarak, akan tetapi dokter tersebut hanya menyampaikan ada hubungan di antara keduanya. Hal ini tidak dihitung sebagai bukti konkret dan masih sedang diselidiki. Meski sejumlah penelitian ternyata belum menyimpulkan apapun, tidak ada salahnya untuk berhati-hati.

Baca Juga:  Goal Setting pada Social Media Marketing