Home  »  Tips & Guide   »  
Tips & Guide

Setelah Menikah, Sadari Pengaruh Keluarga Pasangan Pada Diri Anda

Setiap manusia ingin menikah dengan orang yang ia cintai. Berbagai macam impian mengenai keluarga kecil bahagia tentunya sudah terpatri di dalam otak saat memutuskan untuk menikah. Merencanakan pernikahan memang terbilang cukup pelik, Anda harus mempersiapkan finansial yang mapan untuk membiayai pernikahan Anda. 
 
Menabung untuk persiapan pernikahan menjadi salah satu solusi tepat ketika Anda hendak menikah dengan pasangan Anda, dengan menabung Anda dapat memperkirakan biaya apa saja yang akan ditanggung ketika pernikahan. Dari hasil tabungan tersebut, dapat Anda gunakan untuk keperluan sewa gedung hingga pembelian souvenir.
 

Pengaruh Keluarga Pasangan Setelah Menikah

Usai menikah, permasalahan lainnya yang timbul adalah keluarga. Maksud awal dari pernikahan adalah menggabungkan antara dua keluarga menjadi satu, mulai dari latar belakang pendidikan, budaya, hingga kebiasaan dari keluarga masing-masing pasangan akan mulai terlihat setelah menikah.
 
Tidak ada yang salah dengan perbedaan dari masing-masing keluarga, terutama apabila Anda bisa menyikapinya dengan baik. Pengaruh keluarga pasangan sebaiknya Anda bisa sadari setelah menikah, agar Anda mudah untuk beradaptasi sehingga permasalahan yang nantinya akan timbul dapat diminimalisir.
Berikut adalah pengaruh keluarga yang wajib disadari setelah menikah, ini dia:
 

1. Identifikasi Figur Orangtua

Ketika masih dalam tahap pacaran, mungkin Anda tidak akan terlalu memusingkan dengan berbagai macam masalah yang dihadapi. Nah, setelah menikah semua akan mulai terlihat satu per satu kebiasaan dari pasangan Anda masing-masing. 
 
Seringkali tanpa sadar seseorang mencari pasangannya sama dengan orangtuanya, bisa ibu atau ayahnya, mereka akan mengharapkan agar pasangan mereka memperlakukannya sama seperti orangtua mereka. 
 

2. Hubungan Orangtua dan Anak 

Diketahui bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam hubungan antara orangtua dengan anak, yang berkaitan dengan emosi, reaksi, serta sikap orangtua akan membekas dan tertanam dalam diri anak secara tidak sadar. 
 
Singkatnya adalah apabila hubungan dengan orangtuanya dulu memuaskan atau harmonis, maka pasangan Anda akan memperlakukan keluarganya nanti sama dengan apa yang ia terima dahulu, begitu juga dengan sebaliknya.
Walaupun semua pemikiran ini tidak berlaku untuk semua orang. Karena setiap orang bisa saja berubah dan memiliki pemikirannya masing-masing. 
 

3. Ketergantungan yang Berlebihan dengan Orangtua 


Memiliki kedekatan kepada orangtua sangat bagus, tetapi tidak pada ketergantungan yang berlebihan kepada orangtua. Apalagi ketergantungan yang berlanjut setelah menikah, pastinya hal ini akan sangat menyulitkan untuk pasangan Anda. 
 
Pasangan akan merasa diabaikan dan tersingkir, sehingga timbul perasaan marah, kesal, iri, cemburu serta emosi negatif lainnya. Sikap ketergantungan ini dapat memicu perkelahian kecil antara Anda dengan pasangan, sebab merasa tidak dihargai karena selalu berada di bawah bayang-bayang mertua.
 
 

4. Perbedaan Budaya

Perbedaan budaya mungkin awalnya tidak akan terasa ketika masih dalam tahap pacaran, karena Anda dan pasangan hanya menampilkan sisi luarnya saja dan belum mendalami. Ketika menikah, Anda akan lebih mengetahui dari masing-masing budaya Anda yang berbeda, karena budaya pun sedikit banyak mempengaruhi karakter dan perilaku seseorang. 
 
Misalnya, Anda memiliki budaya Jawa yang kemudian menikah dengan orang Batak. Keduanya berasal dari dua budaya yang berbeda yang membuat Anda membutuhkan waktu penyesuaian masing-masing pihak untuk dapat masuk ke dalam budaya pasangan.
 
Namun, hal tersebut tidak menjadi masalah yang besar. Sebab, seiring berjalannya waktu, Anda akan terbiasa dengan karakter budaya masing-masing dan semakin mengerti keinginan dan kebutuhan bersama sebagai suami istri.
 

5. Gaya Hidup Keluarga Pasangan

Faktor yang ini seringkali terjadi pada keluarga pasangan yang baru saja menikah, terutama bagi Anda yang memiliki hubungan cukup dekat dengan orangtua pasangan dan memutuskan tinggal berdampingan bersama mereka.
 
Katakanlah bahwa selama ini semua pekerjaan rumah dikerjakan oleh asisten rumah tangga, sementara orangtua pasangan adalah tipe yang terbiasa mengerjakan segala pekerjaan rumah tangganya sendiri. Pasti akan ada perasaan tidak enak apabila Anda sedang bersantai sementara keluarga pasangan Anda sibuk merapikan rumah dan tidak Anda bantu. 
 
Minimal Anda akan ikut membantu dan meringankan pekerjaaan orangtua pasangan. Kebiasaan ini lama kelamaan akan membentuk Anda untuk rajin membersihkan rumah, walaupun hanya di rumah mertua.
 
Latar belakang keluarga menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan Anda dalam menjalin rumah tangga yang bahagia. Dalam hal ini, pengaruh keluarga pasangan harus bisa Anda sadari dengan cepat.
 
Agar Anda bisa mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian harinya, selain hal ini sebelum Anda menikah, Anda juga perlu mempersiapkan keuangan yang matang. Salah satu cara yang dapat Anda ambil adalah menabung untuk persiapan pernikahan, dengan begitu Anda dapat mewujudkan semua impian Anda dengan tenang.