News

Sleekr, Aplikasi Manajemen HR dan Akunting yang Jadi Favorit Startup

[Foto: Sleekr.co]
Dalam beberapa tahun terakhir, masyarakat Indonesia telah melihat ratusan startup muncul dan menghilang. Kebanyakan dari mereka adalah tech-startup, yang pada umumnya memanfaatkan teknologi untuk menciptakan berbagai solusi yang diharapkan bisa memudahkan kehidupan kita sehari-hari.

Berbeda dengan kebanyakan startup yang menawarkan produk untuk digunakan langsung oleh pengguna, Sleekr menawarkan aplikasi yang bisa digunakan perusahaan, khususnya yang berskala kecil hingga menengah, untuk memudahkan mereka mengelola sistem administrasi sumber daya manusia (HR) dan keuangan.

Solusi yang ditawarkan Sleekr memang sekilas terkesan eksklusif hanya untuk perusahaan, namun sesungguhnya, dengan berbagai fitur yang ada pada aplikasi dan perangkat lunak Sleekr, kehidupan sehari-hari karyawan dari perusahaan yang menggunakan Sleekr akan jauh lebih mudah.

Salah satu fitur unggulan Sleekr yang membuat platform ini menjadi favorit karyawan adalah kemudahan dalam mengelola cuti, lembur, dan absensi. Seorang admin tinggal meng-input seluruh data karyawan di Sleekr, untuk memudahkan perusahaan mengelola cuti, klaim, gaji,  PPh 21, hingga job description. Aplikasi Sleekr juga telah menyediakan job desc template untuk berbagai posisi yang umum di Indonesia.

Tampilan Sleekr HR [Foto: Sleekr.co]
Karyawan bisa dengan mudah mengetahui berapa banyak cuti yang masih mereka miliki, dan ketika meminta cuti mereka pun tak perlu susah email sana-sini, hanya tinggal input di kalender Sleekr, maka seluruh kolega dan atasannya akan tahu bahwa karyawan tersebut akan cuti pada tanggal tertentu.

Baca Juga:  Hal-hal Keren yang Bisa Dilakukan Alexa, Asisten Pribadi di Amazon Echo Speaker

Sleekr juga sudah memiliki sejumlah partner, seperti Sepulsa, KartunamaNet, dan OnlinePajak yang terintegrasi dengan platformnya. Kerjasama ini melahirkan banyak fitur bagus, contohnya pemesanan kartu nama instan.

Jadi, jika ada beberapa karyawan yang membutuhkan kartu nama, karyawan yang menjadi admin di Sleekr akan menarik nama-nama mereka dari database Sleekr, memilih berapa kotak kartu nama yang dipesan, lalu sistem akan menampilkan harga totalnya. Admin tinggal klik “pesan” dan pesanan akan diteruskan ke KartunamaNet, dan biaya yang dikeluarkan untuk transaksi tersebut akan otomatis terhubung dengan sistem pembukuan di Sleekr Accounting.

Begitu juga dengan pemesanan pulsa karyawan yang terhubung langsung dengan Sepulsa, dan perhitungan pajak di Sleekr yang terhubung dengan OnlinePajak.

Sama halnya dengan Sleekr Accounting, perusahaan bisa memiliki sistem untuk mengelola keuangan dan memantau pemasukan dan pengeluaran, quick ratio, profit margin, hingga jumlah piutang. Platform tersebut juga membantu mengkalkulasi pengeluaran perusahaan, dan jika pada bulan tertentu jumlah simpanannya kira-kira tidak bisa menutupi jumlah pengeluaran, maka aplikasi Sleekr Accounting akan memberi alert kepada pengurus perusahaan.


“Sistemnya self-service, jadi karyawan bisa login dan dengan leluasa mengatur cuti, lembur, serta mengajukan klaim dan reimbursement dengan mudah tanpa harus menunggu staf HR admin atau finance melakukannya untuk mereka,” kata Suwandi, CEO dan Co-founder Sleekr. “Begitu juga dengan pengurus perusahaan, mereka bisa punya kontrol penuh atas sistem admin HR dan keuangan di perusahaannya.”

Baca Juga:  Cegah Karyawan Pindah Haluan, Google Siap Dirikan Inkubator Startup

CEO Sleekr, Suwandi Soh [Foto: Istimewa]
Menurut Suwandi, startup yang dia rintis sejak 2015 bersama partnernya Dirman Suharno ini memang berangkat dari pemikiran bagaimana caranya agar proses-proses administratif yang menyangkut karyawan dan perusahaan, seperti proses HR dan akunting, bisa menjadi lebih sederhana, mudah dijalankan, dan bebas kesalahan.

“Banyak orang yang belum memahami pentingnya memiliki software HR. Mereka berpikir, software HR itu harganya mahal dan penggunaannya ribet, hanya ahli di bidang HR yang bisa menggunakan. Nah, kita ingin membuat sesuatu yang harganya terjangkau, user-friendly, dan memberi manfaat yang relevan bagi pemilik perusahaan dan karyawan-karyawannya,” kata Suwandi kepada Labana.

Menurut pria yang memiliki latar belakang di bidang business process improvement itu, Sleekr memang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan perusahaan startup dan usaha kecil menengah (UKM), yang pada umumnya masih belum memiliki sistem pengelolaan SDM dan keuangan yang bisa diandalkan.

Menurut Suwandi, UKM yang ada di Indonesia banyak yang memiliki potensi bagus. Produk mereka berkualitas, dan punya kesempatan untuk menjadi besar. Tapi sayangnya, banyak yang tidak memiliki sistem pengelolaan SDM dan keuangan yang baik. Malah, beberapa dari mereka sama sekali tidak memiliki sistem, sehingga sering kesulitan saat ingin mendapat pinjaman dari bank, meminta pendanaan, atau mengurus izin-izin yang lain.

Baca Juga:  6 Alasan Mengapa Mobile App Lebih Populer Dibanding Website

“Mungkin kedengarannya berlebihan, tapi itu faktanya. Nah, makanya melalui Sleekr kami ingin berkontribusi untuk meningkatkan kualitas UKM Indonesia supaya lebih bisa bersaing dengan perusahaan yang sudah established atau perusahaan asing,” katanya. “Makanya kami mematok harga tidak mahal. Hanya Rp10.000 per karyawan per bulan untuk platform Sleekr HR, dan mulai dari Rp119.000 per bulan untuk Sleekr Accounting.”

Menurut dia, walaupun banyak perusahaan yang tertarik dan sudah menggunakan platform Sleekr untuk membenahi sistem administrasi HR dan Accounting mereka, Sleekr masih menghadapi banyak tantangan. Salah satu tantangan terbesarnya adalah mengedukasi UKM-UKM yang ada di Indonesia mengenai software HR yang harganya terjangkau dan user-friendly seperti Sleekr.

“Banyak orang yang belum tahu Sleekr. Makanya pekerjaan rumah kita adalah melakukan branding dan mengedukasi mereka,” katanya.

Suwandi mengatakan, tahun 2017 ini perusahaannya akan fokus untuk memperkenalkan Sleekr kepada UKM dan perusahaan startup. “Kami terus berusaha membuat platform Sleekr pas dengan kebutuhan UKM dan startup dengan mengikuti berbagai regulasi dan kebijakan pemerintah terkait ketenagakerjaan,” katanya.

Suwandi mengungkapkan, Sleekr baru-baru ini telah mendapatkan suntikan dana investasi dari sebuah grup konglomerasi di Indonesia. Beberapa perusahaan yang telah menggunakan platform ini di antaranya DuitPintar, IDNTimes, Shirokuma, UangTeman, Livaza, Sribu, Cashlez, dan SSCX International.