News

Software Keamanan Symbiote Diciptakan untuk Lindungi Mobil dari Kejahatan Siber

Ilustrasi [Foto: Shutterstock/ Aleksandra Suzi]
Beberapa tahun yang lalu, satu-satunya kekhawatiran keamanan bagi kebanyakan pemilik mobil adalah pencuri mobil yang bisa mengakali starter atau memecahkan jendela untuk mengambil barang berharga dari kursi belakang. Kini, saat mobil dilengkapi dengan sistem GPS, kamera, rem otomatis dan komputer terpasang, pengemudi harus berhadapan dengan ancaman keamanan siber.

Selama konferensi keamanan Defcon pada tahun 2015 silam, para peretas mendemonstrasikan bagaimana mereka meretas Tesla Model S, membuka pintu, menghidupkan mobil dan melaju tanpa menyentuh kemudi.

Pada tahun 2016, pencuri di Houston menggunakan laptop untuk mengakali kunci mobil, dan berhasil mencuri lebih dari 30 mobil dengan cara itu. Tahun lalu, FBI dan National Highway Traffic Safety Administration Amerika Serikat mengeluarkan peringatan bahwa mobil yang terhubung secara digital menjadi semakin rentan terhadap serangan siber.

Ancaman semacam itu telah menjadi begitu umum, sehingga menjadi daya tarik utama dalam film Fast and Furious terbaru. Peneliti dari Red Balloon Security berharap setidaknya beberapa kejahatan siber terhadap mobil tetap menjadi bagian dari fantasi Hollywood, alih-alih menjadi kekhawatiran baru bagi pengemudi sehari-hari.

Baca Juga:  Ancaman Keamanan Siber Terbesar Berasal dari Coffee Shop

Pada hari Rabu, 21 Juni lalu, perusahaan tersebut mengumumkan Symbiote for Automotive Defense di Konferensi Escar USA di Detroit. Perangkat lunak Symbiote sendiri sudah ada sebagai add-on yang menambah keamanan siber bagi perangkat yang terhubung secara digital, milai dari lemari es cerdas hingga pembuat kopi pintar. Tidak seperti opsi keamanan lainnya, perangkat lunak Symbiote menjaga sistem dari malware karena dipasang pada perangkat keras yang terpasang pada perangkat digital.

Symbiote kompatibel dengan semua sistem operasi, sehingga juga bisa melindungi semua merek dan jenis mobil, menurut perusahaan tersebut. Perangkat lunak tersebut diharapkan bisa meningkatkan keamanan siber pada mobil semudah meng-klik kunci setir.

Menurut Red Balloon Security, saat ini sudah ada jutaan perangkat digital di seluruh dunia menggunakan Symbiote untuk keamanan, dan perangkat lunak tersebut belum pernah gagal dalam melindungi dari kejahatan siber.

“Karena teknologi pada mobil menjadi lebih maju di tahun-tahun mendatang, dan teknologi ini banyak digunakan di semua model kendaraan, pengemudi akan menghadapi serangkaian risiko yang berkembang dari serangan jarak jauh,” kata Ang Cui, CEO Red Balloon Security.

Baca Juga:  Ingin Kembali Hidupkan Fitur “Colek”, Facebook Berencana Membuat Tombol “Hello”?

Cui mengatakan bahwa perlindungan siber untuk mobil akan dapat melindungi kendaraan dari ransomware, pembajakan jarak jauh dan serangan zero-day.

“Kami sangat mengharapkan Symbiote digunakan untuk Pertahanan Otomotif dan terpasang di banyak mobil baru,” kata Cui dalam sebuah email. “Pertama, jutaan, lalu ratusan juta kendaraan.”

Memang, saat ini kita sering sekali “ditakut-takuti” dengan para hacker yang meretas mobil, hingga menimbulkan kerugian besar dan bahkan kematian. Haruskah kita khawatir? Mudah-mudahan tidak. Tapi nampaknya ide memasang software pengaman dari kejahatan siber adalah sesuatu yang layak dicoba.