Home  »  News   »  
News

Spotify Batalkan Rencananya Untuk Mengakuisisi SoundCloud

[Gambar: vertoanalytics.com]
Pada bulan September lalu, muncul kabar bahwa Spotify tengah membicarakan rencananya untuk mengakuisisi SoundCloud. Namun, berdasarkan laporan dari TechCrunch, rupanya kini Spotify mengurungkan rencananya untuk mengakuisisi SoundCloud.


Penyebab dari keputusan itu adalah karena pada tahun depan Spotify tengah bersiap-siap untuk melakukan Initial Public Offering (IPO) atau penawaran umum perdana. Dalam proses ini, sebuah perusahaan akan mulai membuka peluang bagi investor umum untuk membeli sahamnya. Sepertinya, Spotify takut bahwa akuisisi ini akan berpengaruh negatif pada IPO yang akan datang. Menurut salah seorang sumber, untuk saat ini Spotify tidak ingin terbebani dengan biaya dan masalah perizinan yang muncul karena  akuisisi tersebut. Apalagi Spotify dikabarkan telah gagal menghasilkan profit selama 10 tahun, karena biaya perizinan yang kian mahal. Meskipun memang pendapatan mereka pada tahun ini meningkat drastis, namun hal tersebut tidak terbanti dengan naiknya biaya royalti dan biaya distribusi.

Spotify sendiri merupakan sebuah layanan streaming musik yang telah memiliki lebih dari 100 juta pengguna, dengan lebih dari 40 juta pengguna berbayar yang menggunakan layanannya. Sementara itu, layanan SoundCloud sendiri lebih fokus pada musisi, penyanyi, dan remixer Indie. Jika Spotify jadi mengakuisisi perusahaan tersebut, maka ada kemungkinan Spotify akan menambahkan fitur untuk memasukkan konten musik dari penggunanya ke dalam katalog musik yang ada.

Baca Juga:  Samsung Patenkan Teknologi Smartwatch yang Bisa Proyeksikan Interface ke Tangan Anda

Sejauh ini, belum ada komentar resmi dari pihak Spotify maupun SoundCloud kepada Media. Yang jelas, rencana tersebut sepertinya merupakan bagian dari usaha Spotify untuk bersaing dengan raksasa teknologi lainnya seperti Apple dan Amazon di pasar streaming yang semakin ketat. Pekan ini saja, Apple Music dilaporkan telah mencapai 20 juta pengguna berbayar bahkan sebelum usianya genap dua tahun. Sementara itu, Amazon baru saja memperluas layanan Music Unlimited-nya di Inggris, Jerman, dan Australia.