News

Startup Amsterdam Ini Ciptakan Kemeja Tahan Air, Anti Noda, dan Anti Kusut

[Foto: kickstarter.com]
Bagi kebanyakan pekerja kantoran, seringkali menggunakan kemeja putih polos merupakan sebuah kewajiban. Bahkan jika Anda tidak diwajibkan mengenakannya di kantor, pada satu titik Anda tetap harus menggunakan kemeja putih polos. Tapi tentu saja, cukup sulit menjaga agar kemeja putih Anda tetap telihat bersih. Warna dan bahan dasarnya membuatnya sangat rentan terhadap berbagai macam noda: mulai dari debu, minyak, hingga keringat. Tidak jarang, jika terlalu sering dipakai atau lama disimpan kemeja putih akan jadi menguning. Jika hal itu terjadi, seringkali Anda terpaksa harus membeli lagi kemeja putih yang baru.


Sebuah startup asal Amsterdam, Labfresh, berusaha untuk memberikan solusi terhadap masalah ini. Mereka telah merancang sebuah kemeja anti noda yang tahan dengan noda debu, cairan, atau minyak. Dalam demo produknya, secangkir anggur merah ditumpahkan pada kemeja Labfresh. Namun, tidak seperti kain biasa yang langsung menyerap cairan tersebut, cairan anggur merah itu bergulir ke bawah seperti halnya yang akan terjadi pada air hujan ketika Anda menggunakan jas hujan. Hal ini dilakukan berulang-ulang namun hasilnya tetap sama. Namun, perlu dicatat bahwa ketika digunakan, kemeja ini tidak akan terasa kaku seperti jas hujan. Alih-alih melapisinya setelah kemeja jadi dibuat, Labfresh memilih untuk menyuntikkan bahan kemeja tersebut dengan senyawa anti noda sebelum kemeja itu dibuat.

Baca Juga:  Studi: Tanaman Kentang Bisa Tumbuh di Mars

Dalam proyek ini, Labfresh menggunakan sebuah teknologi yang memungkinkan serat katun menolak air, minyak, atau bakteri. Co-founder Labfresh Lotte Fink menjelaskan, “Ini artinya Anda dapat menumpahkan anggur merah pada kemeja Anda atau lari marathon sambil mengenakan kemeja tersebut, tanpa perlu mencucinya setelah dipakai.” Selain itu, kemeja ini tidak bau, tahan noda, bisa dicuci dengan mesin cuci, dan bahkan tidak mudah kusut.

Anda bisa melakukan pre-order terhadap kemeja yang dibanderol dengan harga €99 (setara Rp 1,3 juta ). Di luar pre-order, Anda harus mengeluarkan dana sebesar €119 (setara Rp 1,6 juta), yang merupakan harga normal dari kemeja tersebut. Setelah berhasil mengumpulkan dana sebesar €15.000 (setara Rp 210 juta) pada kampanye Kickstarter-nya, kini mereka berencana akan mengembangkan produknya dan menawarkan lebih banyak pilihan model dan warna.