News

Studi: Bagaimana iPhone Membuat Anda Terkucil dan Kesepian

[Foto: Shutterstock/Hadrian]
Percakapan dengan Siri hampir menjadi hobi saat pengguna menemukan cara baru untuk mendapatkan tanggapan lucu dari asisten pribadi pada iPhone tersebut. Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa waktu yang dihabiskan untuk bersantai dengan telepon Anda, atau gadget mirip manusia lainnya seperti Amazon Alexa, dapat benar-benar menghalangi hubungan IRL (in real life) Anda.

Mereka yang kesepian biasanya ingin menghabiskan waktu dengan manusia sungguhan sebagai cara untuk merasa lebih baik. Namun, periset mengatakan bahwa perangkat yang meniru respons pribadi yang realistis sekarang menggantikan posisi manusia sungguhan yang bisa menemani mereka yang kesepian.

“Umumnya, ketika orang merasa terkucil secara sosial, mereka mencari cara lain untuk menambah kompensasi, seperti memiliki jumlah teman yang banyak di Facebook atau terlibat dalam perilaku pro-sosial untuk membentuk interaksi dengan orang lain,” kata Jenny Olson, rekan penulis dan profesor pemasaran di University of Kansas, dalam sebuah pernyataan. “Bila Anda memperkenalkan produk yang bisa berperilaku dan berinteraksi seperti manusia, perilaku kompensasi itu akan berhenti.”

Baca Juga:  6 Produk Unik dari Google yang Jarang Diketahui Orang

Tim peneliti memunculkan rasa kesepian pada subyek dengan meminta mereka mengingat saat mereka merasa terkucil atau meminta mereka bermain game online. Mereka diminta untuk mengingat perasaan ketika terpilih terakhir untuk masuk sebuah tim. Para peserta juga diminta memainkan permainan bola tangkap, dimana rekan tim mereka menolak untuk mengoper bola kepada mereka.


Orang-orang yang dibuat kesepian tersebut lalu kemudian terpapar produk konsumen yang menyerupai manusia, seperti vakum Roomba, yang dipilih para peneliti karena penampilannya yang seperti wajah “tersenyum”. Setelah berinteraksi dengan produk atau berbicara dengan ponsel mereka dengan cara seperti mereka berbicara dengan manusia, dan menegaskan bagaimana hal itu membantu mereka, peneliti menemukan orang akan semakin jarang menghabiskan waktu untuk mengobrol dengan keluarga atau teman.

“Alexa bukanlah pengganti yang sempurna untuk Alexis teman Anda,” kata pemimpin tim peneliti dan profesor pemasaran di DePaul University, James Mourey, dalam sebuah pernyataan. “Tapi asisten virtual bisa mempengaruhi kebutuhan sosial Anda.”

Pada bulan Juni, majalah Harper berbicara dengan wartawan China Chen Zhiyan dan tiga chatbots: Chicken Little, Little Ice dan Little Knoll. Percakapan berlangsung pada aplikasi pesan instan, WeChat. Zhiyan bertanya tentang pengguna tipikal mereka, yang oleh Little Ice dijelaskan, “Banyak orang akan mencoba menemukan saya di WeChat dan menceritakan kekhawatiran atas gaji mereka atau putus cinta yang mereka alami baru-baru ini. Percakapan semacam itu biasanya terjadi di malam yang sunyi, ketika saya bisa menemani mereka.”

Baca Juga:  4 Mitos Tentang Mentor yang Perlu Diketahui Setiap Founder Startup

Chicken Little melaporkan pengalaman yang sama dengan mengatakan, “Kebanyakan dari mereka datang kepada saya di malam hari. Ratusan ribu orang; Mereka pastinya kesepian.”

Terlepas dari tren yang berkembang untuk menemukan hiburan di perangkay virtual, para peneliti  pernah mengingatkan bahwa mereka sebenarnya berinteraksi dengan mesin. Dengan demikian, keinginan para peserta untuk menjalin hubungan dengan manusia asli muncul kembali. Di luar membantu perusahaan mengembangkan produk baru, penelitian ini merupakan pengingat yang baik tentang pentingnya memelihara hubungan dan mengembangkan kesadaran diri.

“Jika seseorang melihat teman atau anggota keluarga berbicara lebih banyak dengan Siri akhir-akhir ini, mungkin itu ada kaitannya dengan perasaan kesepian,” kata Olson.