Opinion

Studi: Tanaman Kentang Bisa Tumbuh di Mars

Salah satu adegan di film The Martian, saat Mark Watney bercocok tanam kentang di Mars [Foto: rodalesorganiclife.com]
Di film fiksi ilmiah The Martian, kita bisa melihat sang astronaut Mark Watney yang diperankan oleh aktor Matt Damon, melakukan cocok tanam kentang di Mars. Meski nyatanya Mars adalah planet yang mati dan tandus, namun di film tersebut, kentang tumbuh subur layaknya bercocok tanam di Bumi.

Ternyata, studi terbaru menunjukkan bahwa hal itu benar-benar bisa diwujudkan! Ya, studi ini dilakukan oleh  NASA dan International Potato Center (CIP).  Mereka mengumpulkan tanah dari Gurun Atacama dan mereplikasi kondisi di Mars, sehingga menghasilkan tanah paling mirip Mars di Bumi.

Pada tahap kedua dalam studi ini, para peneliti menggunakan kotak khusus yang disebut CubeSat, untuk membuat kondisi lingkungan selayaknya Mars. Kondisi itu mencakup suhu siang dan malam hari, tekanan udara, dan tingkat karbondioksida serta oksigen.

Julio Valdivia Silva, salah satu peneliti yang terlibat dalam studi ini mengatakan, menumbuhkan tanaman di lingkungan seperti Mars merupakan tahapan penting dari eksperimen ini.

Menurutnya, jika suatu tanaman dapat menoleransi kondisi ekstrem buatan pada CubeSat, maka tanaman itu berpotensi tumbuh di Mars. Untuk mengetahui varietas kentang mana yang paling baik, tim peneliti juga melakukan beberapa putaran eksperimen.

Baca Juga:  Fenomena Turun Salju di Gurun Sahara, Ini Dugaan Penyebabnya

Lantas, mengapa tanaman kentang yang dipilih? Salah satu petani CIP, Walter Amoros, menjelaskan bahwa kentang punya kemampuan genetik yang baik untuk beradaptasi di lingkungan ekstrem. Selain itu, tanaman tersebut juga memiliki nilai gizi tinggi.


“Kami ingin mengetahui kondisi minimum yang dibutuhkan kentang untuk bertahan hidup,” ujar Julio Valdivia Silva, seperti dilansir dari Ifl Science.

Hasil studi ini menunjukkan bahwa kentang bisa bertahan dalam kondisi yang sulit seperti di Mars. Umbi-umbi kentang tumbuh di dalam tanah, sementara tunas-tunas daun dan batang mulai muncul di atas permukaan tanah. Para peneliti juga menemukan bahwa jenis kentang yang toleran terhadap garam menunjukkan perkembangan paling baik.

Kendati begitu, penjelajah Mars di masa depan tidak bisa menanam kentang dengan cara sederhana seperti di Bumi dan berharap tanaman itu tumbuh. Para peneliti CIP mengatakan, mereka harus mempersiapkan tanah dengan struktur longgar dan nutrisi cukup untuk memastikan umbi-umbi mendapatkan cukup udara dan air.

Selain penting bagi misi Mars di masa depan, temuan dalam penelitian ini juga berguna untuk mengetahui bagaimana kentang akan bertahan di wilayah-wilayah Bumi yang terdampak perubahan iklim. Jika Anda ingin melihat bagaimana time-lapse pertumbuhan kentang di CubeSat, silakan kunjungi potatoes.space/mars.

Baca Juga:  Mengenal Target CPA Bidding yang Semakin Digemari Digital Advertiser

Tomat Juga Diklaim Bisa Tumbuh di Mars

Selain kentang, ternyata ada jenis sayuran lain yang kemungkinan juga bisa tumbuh di Mars. Salah satunya adalah tomat. Tim peneliti dari Wagenigen University, Belanda, menyatakan sudah mencoba menanam sayuran dalam tanah yang kondisinya mirip dengan tanah di Mars. Tanah tersebut diambil dari gunung berapi di Hawaii.

Dilansir dari Science Alert, mereka mengklaim berhasil menumbuhkan 10 jenis sayuran, termasuk tomat, kacang, dan gandum hitam. Tomat menjadi yang paling mengesankan, karena tumbuh sempurna dengan warna merah cerah. Namun, hasil penelitian mereka belum dipublikasikan sehingga belum bisa diverifikasi secara ilmiah.

Sebagai informasi, perjalanan ke Mars membutuhkan waktu sekitar 260 hari. Bisa Anda bayangkan, berapa banyak makanan yang harus dibawa untuk memenuhi kebutuhan para awak pesawat, jika manusia tidak bisa menumbuhkan tanaman di Mars. Oleh karena itu, jika manusia tiba di Mars, akan dibutuhkan sumber makanan yang berkelanjutan.

Nah, semoga bercocok tanam kentang dan tomat ini kelak bisa benar-benar diwujudkan di Mars.

Baca Juga:  Penelitian Menyebutkan, Orang yang Tinggal di Dekat Jalan Raya Lebih Berisiko Terkena Demensia