News

Sudahkah Samsung Menguji Galaxy Note 7 Sebelum Dipasarkan?

[Foto: youtube.com]
Perangkat Samsung Galaxy Note 7 merupakan primadona yang tidak sempat bersinar lama. Disematkan label flagship Samsung, perangkat ini otomatis mengundang rasa penasaran dan memicu antusiasme pasar. Sayangnya, belum lama merasakan kesuksesan, Samsung terpaksa menelan pil pahit yang akan menjadi salah satu tonggak bersejarah di sepanjang sepak terjang perusahaan asal negeri gingseng ini.

Seperti yang kita ketahui sebelumnya, dibalik kecanggihannya Samsung Galaxy Note 7 ini memiliki sebuah kecatatan fatal yang membuat baterainya jadi mudah terbakar. Yang sering menjadi pertanyaan, bagaimana bisa hal sepenting ini terlewatkan dalam uji coba handset? Apakah Samsung memang menguji coba handset-nya sebelum dipasarkan?

Menurut laporan dari The Wall Street Journal, Samsung memang telah melakukan serangkaian uji coba terhadap produk Galaxy Note 7-nya itu. Namun, uji coba terhadap baterai tersebut dilakukan oleh perusahaan itu sendiri. Biasanya, perusahaan lain—seperti Apple, LG, Huawei, dan Lenovo—menyerahkan uji coba semacam itu pada pihak ketiga. Seorang juru bicara Samsung menegaskan bahwa ketika mereka melakukan uji coba internal, tidak ditemukan masalah pada baterai perangkat Galaxy Note 7 tersebut.

Samsung sendiri kabarnya masih terus menginvestigasi penyebab dibalik kecatatan pada perangkat Galaxy Note 7 keluarannya itu. Kasus ini masih menjadi sebuah tanda tanya bagi pihak Samsung sendiri. Laboratorium milik Samsung yang digunakan untuk menguji coba ini sudah memiliki sertifikasi CTIA. Hal ini merupakan sebuah keharusan bagi semua perusahaan telepon di Amerika Serikat. Ketika sedang melakukan uji coba, laboratorium yang dimaksud akan memastikan bahwa baterai tersebut akan bekerja dengan baik ketika sedang digunakan untuk menelpon, mengisi daya baterai, dan skenario-skenario lain yang biasanya membuat baterai ponsel menjadi panas.

Jangan lupa ikuti kami di Twitter untuk mendapatkan update terbaru dari @LabanaID