Review

Survei Jangkauan Internet 4G LTE di Berbagai Dunia, Indonesia Urutan Berapa?

[Foto: pexels.com]
[Foto: pexels.com]
Dewasa ini, koneksi internet pada perangkat mobile sudah bukan lagi barang mewah. Malahan, ia kini telah menjadi sebuah keharusan. Jika smartphone tidak terhubung ke internet, rasanya bagaikan sayur tanpa garam. Karenanya, permintaan akan teknologi transmisi data yang lebih cepat pun makin tinggi. Setelah melalui era 2G dan 3G, akhirnya sampailah di masa keemasan 4G LTE.

Di tahun 2016 ini, para operator sedang gencar-gencarnya mempromosikan layanan jaringan 4G LTE, penerus 3.75G atau HSPA+. 4G LTE merupakan singkatan yang umumnya digunakan untuk mengacu kepada standar generasi keempat dari teknologi telepon seluler. Jaringan 4G LTE menggunakan jaringan pita lebar ultra untuk berbagai alat-alat komunikasi, contohnya smartphone LTE dan laptop yang menggunakan modem USB.

Baru-baru ini, lembaga survei opensignal merilis laporan State of LTE yang berisi kondisi terkini tentang jangkauan internet 4G LTE di berbagai dunia. Bagaimana dengan kondisi di Indonesia? Setidaknya, ada dua data dari opensignal yang menyangkut kondisi jaringan seluler 4G LTE di Indonesia, yakni dari ketersediaan dan kecepatan.

Baca Juga:  TravelMate, Koper "Robot" yang Mampu Berjalan Mengikuti Pemiliknya

Dalam hal ketersediaan, Indonesia ditempatkan di urutan ke-51 dunia dengan jangkauan 58,84%. Artinya, rata-rata pengguna 4G LTE di Indonesia menemukan sinyal 4G sebesar 58,8% dari jumlah waktunya online. Jadi, belum tentu pengguna layanan seluler di Indonesia bisa menikmati koneksi 4G LTE seharian penuh. Sinyalnya kadang turun ke standar kecepatan yang lebih rendah, seperti HSPA+ atau 3G.

Sedangkan untuk negara di kawasan Asia seperti Korea Selatan dan Jepang berada di posisi dua teratas untuk kategori keterjangkauan ini. Masing-masing memiliki skor 95,71% dan 92,03%. Sinyal yang mereka dapat hampir setiap kali penduduk di kedua negara itu online adalah 4G.

Sementara dari sisi kecepatan download, opensignal menempatkan Indonesia di urutan ke-74. Menurut opensignal, rata-rata kecepatan download sinyal 4G di Indonesia adalah 8,79 Mbps.

Negara yang menduduki peringkat pertama dalam hal kecepatan sinyal 4G adalah Singapura. Negara tersebut mencatat kecepatan download rata-rata 45,86 Mbps. Unggul tipis dari Korea Selatan yang rata-rata kecepatan download 45,77 Mbps.

Baca Juga:  Fakta-Fakta Menarik dari Si Saudara Kembar Bumi

Dibandingkan dengan negara-negara di kawasan Asia Tenggara, Indonesia masih unggul dari Filipina yang memiliki kecepatan download rata-rata 7,27 Mbps. Namun demikian, Indonesia masih tertinggal jauh dari Singapura yang berada di posisi puncak. Malaysia dan Thailand juga berada di atas Indonesia dengan kecepatan rata-rata download masing-masing adalah 15,8 dan 15,73 Mbps.

Opensignal menambahkan, kecepatan 4G di suatu negara dipengaruhi oleh beberapa hal, seperti jumlah spektrum yang dipakai untuk jaringan LTE, teknologi 4G yang dipakai (seperti LTE Advanced), tingkat kerapatan jaringan, dan lalu-lintas data di jaringan itu sendiri.

Secara umum, negara dengan kecepatan LTE tinggi biasanya telah mengadopsi jaringan LTE-Advanced dan penduduknya menggunakan perangkat yang mendukung teknologi itu dalam jumlah yang besar.

Untuk meningkatkan efektivitas 4G LTE, pengguna ponsel di Indonesia harus segera meninggalkan teknologi 2G dan bermigrasi ke 4G agar tidak semakin ketinggalan kemajuan digital. Country Director Qualcomm Indonesia, Shannedy Ong mengatakan bahwa migrasi dari 2G ke 4G ini menjadi tantangan utama Indonesia sebelum beranjak ke teknologi selanjutnya.

Baca Juga:  6 Fakta Unik yang Terjadi Pada E-Commerce di Indonesia

Menurutnya, besarnya pengguna 2G justru menghambat efektivitas 4G di Indonesia. Sebab, keduanya menggunakan pita frekuensi yang sama, yakni 1.800 MHz. Pelanggan 4G bisa saja tidak puas dengan performa 4G akibat pemakaian spektrum yang sama untuk 2G.

Untuk mempercepat peralihan itu, Qualcomm akan bekerja sama dengan operator untuk mengedukasi pengguna ponsel 2G tentang pentingnya penggunaan 4G. Di pihak lain, pemerintah juga diminta mengeluarkan regulasi untuk membatasi hingga menyudahi pemanfaatan frekuensi 2G.