News

Tak Cukup dengan Mineral Bumi, Perusahaan ini Siap Bawa dan Jual Batu Bulan?

Ilustrasi batuan bulan [Foto: Telegraph]
Di Bumi para penambang berlomba-lomba untuk mengumpulkan mineral dan batu mulia yang berharga dengan cara menggali ke perut Bumi serta mengolah banyak sekali bahan-bahan yang dianggap punya daya jual serta berbanderol mahal. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya pertambangan di permukaan Bumi maupun di lepas pantai untuk mendapatkan sebanyak mungkin batuan yang kemudian akan dijual dengan harga selangit kepada para konglomerat. Lantas, dengan jumlah mineral yang tersimpan di bawah kulit permukaan Bumi, apakah para konglomerat yang kemudian memainkan perannya sebagai konsumen serta para penambang sebagai produsen sudah merasa bahwa supply and demand telah terpenuhi dengan baik?

Mungkin jika anda membaca kutipan yang satu ini, bisa jadi Anda akan merasa bahwa manusia masih belum puas dengan keberadaan barang-barang yang ada di Bumi. Hal ini ditunjukkan dengan keinginan sebuah perusahaan swasta untuk bisa menggali barang-barang maupun mineral dengan nilai tinggi namun tidak di Bumi, melainkan di bulan. Perusahaan bernama Moon Express mengutarakannya pada hari Rabu tanggal 12 Juli 2017 yang lalu tentang ambisi mereka untuk mendatangkan item yang belum pernah ada di planet ini. Tak tanggung-tanggung perusahaan tersebut telah merencanakan untuk bisa membangun sebuah output di bulan pada tahun 2020 nanti sebagai bentuk awal langkah mereka menambang bulan.

Baca Juga:  e-KTP Tidak Boleh Difotokopi, Fakta atau Mitos?

Yang paling mengejutkan adalah bahwa Moon Express melalui pendiri mereka yakni Bob Richards saat di-interview oleh Ars Technica mengatakan bahwa program ‘Harvest Moon’ ini merupakan self-funding, yang artinya segala pengeluaran operasional, maupun pembelanjaan untuk desa membangun infrastruktur menuju ke bulan nantinya dibiayai memakai kantong perusahaan. Hal ini cukup membuat heran karena penerbangan ke bulan membutuhkan biaya yang amat besar bahkan jika dilakukan oleh NASA sekalipun. Bob juga mengatakan bahwa misi terbang ke bulan ini adalah sebuah niat untuk mengembangkan riset ilmu pengetahuan sekaligus bisa menyediakan barang yang diinginkan oleh para kolektor di Bumi.

Moon Express merupakan perusahaan yang didirikan pada tahun 2010 yang lalu, dan perusahaan ini juga mengikuti Google lunar XPRIZE, sebuah event kompetisi yang bertujuan untuk memberikan tantangan serta inspirasi bagi para ilmuwan. Kompetisi yang satu ini mewajibkan para pesertanya untuk bisa membangun sebuah robot dengan berbagai syarat dan prasyarat. Beberapa diantaranya adalah para peserta diwajibkan untuk mendaratkan pesawat ke permukaan bulan, kemudian berjalan dan berkeliling sejauh 500 meter serta yang terakhir peserta diwajibkan untuk bisa mengirimkan video dan gambar berukuran hi-definition ke Bumi sebagai bahan penilaian. Hadiah dari kompetisi ini sangatlah besar, karena untuk pemenang Grand Prize saja akan diberikan uang sebesar 20 juta USD (setara Rp267 miliar)! Sementara yang menduduki posisi kedua akan diberikan uang sebesar 5 juta USD (sekitar Rp66,7 miliaran) dan bonus dengan nominal yang sama.

Baca Juga:  Opera Merilis Browser untuk Multitasker yang Sering Membuka Banyak Tab

Pertanyaannya sekarang adalah, jikalau perusahaan ini mampu terbang ke bulan dan membawa kembali batuan dari sana, berapa kira-kira berapa banderol yang mereka pasang untuk sebongkah batuan bulan? Menurut Ars Technica, bahkan NASA sendiri pun belum memiliki takaran serta penilaian untuk harga barang yang didatangkan dari luar Bumi.

Namun, sejarah telah mencatat bahwa pelelangan pernah dilakukan untuk memberikan nilai pada mineral-mineral yang datang dari bulan. Seperti saat 1993 yang lalu, rumah lelang Sotheby menawarkan artefak bulan hasil dari misi Apollo 11 yang konon katanya saat itu sukses menghasilkan transaksi total dengan nilai 442,5 juta USD (sekitar Rp5,9 miliar). Bisa dimungkinkan bahwa jika batuan bulan memang benar laku di Bumi maka harganya akan sanggup menandingi banyak batu mulia yang sudah ada. Apa Anda minat memilikinya?