Tips & Guide

Takut Akun Instagram Anda Diretas? Tambahkan ‘Gembok’ Ini!

Pengamanan dewasa ini sudah menjadi fokus banyak penyedia layanan digital. Tak cuma dilakukan oleh perusahaan yang memang mengumpulkan dan menyimpan informasi berharga penggunanya, di dunia permediasosialan pun isu ini menjadi perhatian tersendiri. Yang belum lama terjadi, Instagram menjadi salah satu platform mapan yang turut menyediakan fitur two-factor authentication, yakni metode untuk mengakses suatu akun melalui dua mekanisme yang berbeda.

Metode yang diklaim ampuh menghalau hacker ini memfasilitasi pengguna Instagram dengan ‘gembok’ tambahan, selain kata sandi yang biasa digunakan untuk login, yaitu dengan memanfaatkan nomor ponsel Anda. Dengan fitur ini, setiap ada orang yang mencoba mengakses akun Instagram Anda dengan memasukkan alamat email dan password dengan tepat, maka Instagram bakal mengirimkan kode otentikasi yang harus dimasukkan melalui nomor ponsel yang sudah didaftarkan sebelumnya. Alhasil, perlu upaya lebih jika oknum tak bertanggung jawab ini untuk meretas akun Instagram Anda, tak sekadar mengetahui username dan password.

Lalu, bagaimana cara menambahkan two-factor authentication pada akun media sosial yang telah diluncurkan sejak Oktober 2010 ini? Berikut langkah-langkahnya.

Baca Juga:  Icon pada Notification Area Windows 10 Tidak Bisa Disembunyikan? Ini Cara Mengatasinya

1. Pertama-tama, pastikan aplikasi Instagram di gawai Anda sudah berada di versi terbaru. Sebagai patokan, kami menggunakan aplikasi Instagram di Android versi 10.15.0 dan fitur pengamanan yang akan digunakan kali ini bisa dimanfaatkan secara optimal. Kalau sudah, buka profil Anda di Instagram.

2. Kemudian, buka Settings dengan menyentuh ikon tiga titik di bagian sudut kanan atas.

3. Nah, di panel Settings ini, cari dan sentuhlah pengaturan ‘Two-factor authentication’. Lokasinya ada di bawah bagian ‘Account’. Lalu, aktifkan toggle ‘Require Security Code’.

4. Setelah itu, Anda akan diminta untuk memasukkan nomor ponsel Anda supaya bisa menggunakan fitur ini. Pilih ‘Add Number’ dan masukkan di kolom yang telah tersedia.


5. Kalau sudah, lakukan verifikasi dengan memasukkan enam digit kode konfirmasi yang akan diberikan Instagram via SMS. Lanjutkan dengan menyentuh tombol panah di pojok kanan atas.

6. Jika proses ini telah berhasil, Anda akan mendapati lima macam kode backup. Kode tersebut bisa digunakan untuk mengakses akun Instagram Anda apabila Anda sedang tidak bisa menerima security code melalui pesan teks.

Baca Juga:  Penggunanya Pindah ke Instagram Stories, Snapchat Mulai Terganggu

Anda boleh mengingat-ingat satu di antara lima kode tersebut dan menggunakannya setiap proses login Instagram terjadi. Namun untuk memudahkan Anda, Instagram secara otomatis telah men-screenshot tampilan ini, sehingga kode-kode tersebut telah langsung tersedia di galeri smartphone Anda. Kalau ingin mengarsipkannya, sentuh saja opsi ‘Copy Codes’, lalu simpan di aplikasi notes di ponsel atau kirimkan saja ke email pribadi Anda.
Sementara itu apabila Anda merasa kode tersebut terlalu sering dipakai atau sudah lama tidak diganti, jangan segan untuk meminta security code baru pada Instagram. Hal ini lagi-lagi bertujuan agar mempersulit peretasan akun Anda.

Kehadiran two-factor authentication mendekati ujung Maret 2017 ini memang dirasa perlu. Sebab, dengan populasi user yang sudah mencapai 600 juta lebih pada akhir tahun lalu, Instagram tak hanya dipakai oleh warganet biasa, tetapi juga selebriti hingga korporasi besar. Belum lagi modus operandi pencurian akun yang kian canggih, praktik perlindungan pengguna pun menjadi harga mati.

Tak berhenti di sini saja, platform yang diakuisisi oleh Facebook Inc. lima tahun lalu ini juga mencoba meningkatkan kewaspadaan komunitas globalnya melalui sebuah website bernama instagram-together.com. Di situs tersebut, Anda bisa mengenali pengamanan di aplikasi yang mulanya hanya tersedia untuk iOS itu sekaligus belajar cara mengatur privasi lewat tutorial yang disediakan. Beberapa tutorial yang tersedia di sana antara lain cara memblokir akun Instagram, menyaring atau menghapus komentar yang tak dikehendaki, serta mengurangi tipe posting tertentu di kolom Explore.

Baca Juga:  Benarkah Media Sosial Membuat Orang Semakin Kesepian?